Pada Januari 2026, ARK Invest—yang dikenal luas berkat portofolio investasinya di bidang inovasi disruptif—merilis laporan riset tahunan "Big Ideas 2026". Laporan setebal 200 halaman ini membahas berbagai bidang terdepan, mulai dari kecerdasan buatan hingga mata uang kripto.
Pendiri Cathie Wood bersama timnya menyampaikan pandangan yang jelas terkait Bitcoin dan Nvidia: pada tahun 2030, kapitalisasi pasar Bitcoin diperkirakan dapat mencapai USD 16 triliun, dengan harga per koin mendekati USD 760.000. Di sisi lain, meski Nvidia masih menjadi inti gelombang AI, perusahaan ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dan tekanan profitabilitas.
Proyeksi Utama
Dua prediksi dalam laporan terbaru ARK Invest menjadi sorotan. Dikenal berkat ketepatan analisis tren teknologi, perusahaan investasi ini memberikan proyeksi kuantitatif yang jelas untuk dua titik fokus pasar: Bitcoin dan Nvidia. Berdasarkan riset ARK, pada tahun 2030, kapitalisasi pasar Bitcoin diperkirakan akan mencapai sekitar USD 16 triliun, yang berarti harga per koin sekitar $761.900. Proyeksi ini didasarkan pada pasokan Bitcoin yang tetap sebanyak 21 juta koin dan mewakili kenaikan sekitar 765% dari harga saat ini sekitar USD 88.000.
Pada saat yang sama, ARK mengambil pendekatan lebih hati-hati terhadap prospek Nvidia. Meski belanja infrastruktur AI diperkirakan akan terus tumbuh—dan diproyeksikan melampaui USD 1,4 triliun pada 2030—ARK menyoroti bahwa Nvidia menghadapi persaingan sengit dari perusahaan seperti AMD, Amazon, dan Google.
Bitcoin: Dari Spekulasi Menuju Aset Perlindungan
Bitcoin mengalami transformasi penting pada tahun 2025, yang menjadi alasan utama revisi naik proyeksi jangka panjang ARK. Dibandingkan siklus sebelumnya, volatilitas harga Bitcoin menurun signifikan dan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko meningkat. Perubahan ini bukanlah kebetulan. Data menunjukkan bahwa persentase Bitcoin yang dimiliki oleh ETF Bitcoin spot AS dan perusahaan publik naik dari 8,7% dari total pasokan beredar di awal 2025 menjadi sekitar 12%. Kepemilikan ETF meningkat dari 1,12 juta menjadi 1,29 juta koin, sementara kepemilikan perusahaan publik melonjak 73% dari 598.000 menjadi 1,09 juta koin.
Masuknya investor institusi dalam skala besar memberikan dukungan pembelian yang lebih stabil bagi pasar. Institusi ini umumnya menerapkan strategi kepemilikan jangka panjang dan jarang melakukan transaksi berdasarkan fluktuasi harga jangka pendek. Rasio Sharpe yang meningkat—indikator standar imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko—menunjukkan bahwa Bitcoin memberikan imbal hasil lebih tinggi dengan tingkat risiko yang sama.
Memperkuat Narasi Emas Digital
ARK telah merevisi pandangannya terkait proposisi nilai Bitcoin, mempertegas statusnya sebagai "emas digital" sekaligus menurunkan ekspektasi atas peran Bitcoin sebagai aset perlindungan di pasar negara berkembang. Penyesuaian ini didasarkan pada dua pengamatan: kapitalisasi pasar emas melonjak 64,5% pada tahun 2025, dan stablecoin semakin diminati di pasar negara berkembang.
Lonjakan kapitalisasi pasar emas sebagai penyimpan nilai tradisional menjadi acuan bagi Bitcoin sebagai alternatif digital. Sementara itu, di banyak pasar berkembang, masyarakat lokal lebih memilih menyimpan stablecoin seperti USDT dibanding Bitcoin yang lebih volatil.
Cathie Wood berpendapat bahwa keunggulan Bitcoin dibanding emas terletak pada sifatnya yang dapat dibagi, mudah ditransfer, dan dapat diverifikasi—karakteristik yang membuatnya sangat kompetitif di era digital. Narasi "emas digital" yang semakin kuat memberikan fondasi nilai yang lebih kokoh bagi Bitcoin.
Nvidia: Tumbuh di Tengah Tantangan Baru
Pandangan ARK terhadap Nvidia bersifat optimistis namun tetap waspada. Meski belanja infrastruktur AI global diperkirakan akan melampaui USD 1,4 triliun, lanskap persaingan mengalami perubahan mendasar.
Menurut analisis ARK, pusat data hyperscale dan laboratorium AI kini semakin fokus pada total biaya kepemilikan, bukan sekadar performa mentah. Pergeseran ini membuka peluang pasar bagi chip AI kustom dan application-specific integrated circuits (ASIC).
Para pesaing seperti AMD, Broadcom, Annapurna Labs milik Amazon, dan platform TPU milik Google telah mulai mengirimkan atau tengah bersiap meluncurkan chip generasi berikutnya. Banyak produk ini menawarkan biaya operasional per jam yang lebih rendah dibanding sistem kelas atas Nvidia, meski terkadang masih tertinggal dalam hal performa. Tekanan harga ini dapat membatasi kemampuan Nvidia untuk meningkatkan margin keuntungan seperti tahun-tahun sebelumnya. Cathie Wood mencatat bahwa meski harga saham Nvidia mungkin tetap naik, laju pertumbuhannya bisa melambat dan volatilitasnya meningkat.
Analisis Lanskap Persaingan
Persaingan Nvidia tidak hanya datang dari produsen chip tradisional, tetapi juga dari pelanggan terbesarnya—penyedia layanan cloud. Tesla, Google, Amazon, dan Microsoft semuanya tengah mengembangkan chip mereka sendiri. Dinamika "pelanggan yang berubah menjadi pesaing" ini bukanlah hal baru dalam sejarah teknologi, namun tetap menjadi tantangan bagi pertumbuhan jangka panjang Nvidia.
Pada Maret 2025, Wood menyatakan bahwa sekalipun margin Nvidia sedikit tertekan oleh persaingan chip AI baru dari AMD dan Amazon, saham perusahaan masih bisa mencapai tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 20%. Ia menambahkan, "Pasar ini bukan milik Nvidia saja, tetapi Nvidia telah menciptakan peluang luar biasa dan mendorong revolusi AI."
Perlu dicatat, dana utama ARK, ARK Innovation ETF, telah menjual saham Nvidia sejak awal 2023, setelah itu harga sahamnya melonjak lebih dari tiga kali lipat. Keputusan ini menarik perhatian luas, namun Wood menjelaskan bahwa hasil penjualan dialihkan ke Coinbase, yang kinerjanya melampaui Nvidia sepanjang tahun lalu.
Status Pasar dan Data
Per 22 Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan di harga USD 90.141,9 di platform Gate, dengan kapitalisasi pasar USD 1,79 triliun, mewakili 56,36% dari total pasar mata uang kripto. Berdasarkan data pasar Gate, harga rata-rata Bitcoin pada 2026 sebesar USD 89.963,3, dengan kisaran harga diproyeksikan antara terendah USD 68.372,1 dan tertinggi USD 134.045,31.
Jika proyeksi ARK terwujud, harga Bitcoin dapat mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2031, Bitcoin berpotensi mencapai USD 239.667,61, mencerminkan potensi imbal hasil 151% dari level saat ini.
Wawasan Strategi Investasi
Laporan ARK memberikan kerangka acuan yang jelas bagi investor dengan profil risiko beragam. Untuk Bitcoin, laporan menyoroti transformasinya dari "taruhan spekulatif" menjadi "alokasi strategis". Proyeksi Cathie Wood menunjukkan bahwa Bitcoin tengah mengalami perubahan struktural—kemungkinan bukan sekadar perubahan sentimen pasar jangka pendek, melainkan tren jangka panjang.
Untuk Nvidia, investor perlu mengambil pendekatan lebih hati-hati. Walaupun belanja infrastruktur AI akan terus meningkat, pangsa pasar dan margin keuntungan Nvidia bisa tertekan. Investor disarankan memperhatikan pengembangan ekosistem perangkat lunak Nvidia, efek penguncian pelanggan, dan respons strategis terhadap persaingan. Wood sendiri mengakui bahwa keluarnya dana dari saham Nvidia lebih awal mungkin melewatkan sebagian keuntungan, namun ia percaya alokasi modal ke perusahaan inovatif lain sejalan dengan filosofi investasi jangka panjang ARK.
Harga tertinggi Bitcoin sepanjang masa mencapai USD 126.080, dan harga saat ini USD 90.141,9 menunjukkan masih ada ruang pertumbuhan. Sementara itu, harga saham Nvidia mengalami kenaikan signifikan dalam setahun terakhir, namun biaya operasionalnya tetap menjadi salah satu yang tertinggi di industri. Cathie Wood dan timnya menggambarkan masa depan yang terpolarisasi: di satu sisi, kebangkitan Bitcoin sebagai emas digital; di sisi lain, perlombaan ketahanan Nvidia di tengah persaingan yang semakin padat. Baik investor institusi maupun individu kini mencermati bagaimana kedua aset ini menciptakan nilai baru di persimpangan teknologi baru dan batas-batas tradisional.


