Ancaman keamanan yang dihadapi industri kripto pada tahun 2025 telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut laporan tahunan kejahatan kripto yang diterbitkan oleh Chainalysis, peretas asal Korea Utara berhasil mencuri rekor sebesar $2,02 miliar dalam bentuk kripto sepanjang tahun 2025, menandai kenaikan 51% dibandingkan $1,3 miliar yang dicuri pada tahun 2024.
Angka ini mencakup 59% dari total pencurian kripto secara global tahun ini. Tidak hanya menjadi jumlah pencurian terbesar dalam satu tahun oleh peretas Korea Utara, tetapi juga membuat nilai kumulatif kripto yang telah mereka curi mencapai angka fantastis sebesar $6,75 miliar.
01 Evolusi Tren Serangan: Dari Kuantitas ke Kualitas
Pada tahun 2025, total nilai kripto yang dicuri secara global melampaui $3,4 miliar, sedikit meningkat dibandingkan $3,38 miliar pada tahun 2024.
Meskipun total nilai tersebut tidak berubah signifikan, pola serangan mengalami pergeseran besar. Serangan yang menargetkan dompet pribadi melonjak, menyumbang 44% dari total nilai yang dicuri pada tahun 2024, naik drastis dari hanya 7,3% pada tahun 2022.
Tren ini berlanjut hingga tahun 2025, dengan setidaknya 158.000 insiden yang diketahui melibatkan serangan terhadap dompet pribadi, dan menimpa tidak kurang dari 80.000 korban.
Sementara itu, layanan terpusat menghadapi ancaman besar akibat kebocoran private key, di mana serangan semacam ini bertanggung jawab atas 88% dana yang dicuri pada kuartal I 2025. Kasus paling menonjol adalah peretasan bursa Bybit pada Februari 2025, yang menyebabkan kerugian tunggal sebesar $1,5 miliar—44% dari total kerugian sepanjang tahun.
Berbeda dengan peningkatan serangan terhadap individu, keamanan DeFi menunjukkan tanda-tanda positif. Meskipun total value locked (TVL) DeFi kembali meningkat, kerugian akibat peretasan tetap terkendali, mencerminkan kemajuan praktik keamanan di industri.
02 Metode Peretas Korea Utara: Dari Infiltrasi hingga Pencucian Dana
Peretas asal Korea Utara telah menyempurnakan taktik mereka, menjadi semakin profesional dan sistematis. Mereka umumnya mengejar dua vektor serangan: infiltrasi internal dan serangan eksternal.
Para peretas ini menggunakan identitas palsu dan dokumen yang dipalsukan untuk menyusup ke bursa kripto, kustodian, dan perusahaan Web3. "Orang dalam" ini memperoleh hak akses tinggi, membuka jalan bagi pencurian berskala besar.
Salah satu taktik terbaru adalah berpura-pura menjadi perekrut dari perusahaan Web3 dan AI ternama untuk menghubungi karyawan di perusahaan target, lalu mengekstrak kredensial, source code, atau bahkan akses VPN melalui "tes teknis".
Setelah berhasil, proses pencucian dana mereka mengikuti model ketat tiga tahap selama 45 hari: layering langsung (0-5 hari), integrasi awal (6-20 hari), dan integrasi akhir (20-45 hari).
Mereka menunjukkan preferensi jelas terhadap layanan tertentu, termasuk layanan pencucian berbahasa Mandarin (digunakan 355%-1000%+ lebih sering dibandingkan peretas lain), layanan bridge (penggunaan 97% lebih tinggi), dan mixer (penggunaan 100% lebih tinggi).
Pendekatan sistematis ini menunjukkan bahwa peretas Korea Utara telah membangun rantai industri dan model operasi yang matang.
03 Respons Pasar dan Dinamika Harga: Kesenjangan antara Realitas dan Ekspektasi
Insiden keamanan besar biasanya berdampak langsung pada sentimen pasar, namun data tahun 2025 mengungkap fenomena menarik: ketahanan pasar semakin kuat.
Analisis menunjukkan bahwa meski peretasan besar sebelumnya menyebabkan harga Bitcoin turun 5%-10% dalam jangka pendek, kini pasar pulih jauh lebih cepat. Investor institusi merespons insiden keamanan secara lebih rasional, dengan arus modal sementara yang lebih kecil dan keinginan yang lebih kuat untuk mempertahankan posisi jangka panjang.
Tren lain yang patut dicatat adalah meningkatnya volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) setelah insiden keamanan. Pengguna tampaknya menganggap DEX lebih aman, sehingga mendorong peningkatan likuiditas pada token tata kelola seperti UNI dan AAVE.
04 Perlindungan Keamanan Trader: Panduan Praktis dan Best Practice
Menghadapi metode serangan yang semakin canggih, para trader kripto harus menerapkan perlindungan keamanan berlapis.
Keamanan dompet pribadi adalah garis pertahanan pertama. Sangat disarankan untuk menggunakan hardware wallet dalam menyimpan aset bernilai besar dan menjaga private key secara offline. Pengaturan dompet multisignature dapat secara signifikan meningkatkan keamanan dana.
Memilih bursa yang tepat juga sangat krusial. Gate, misalnya, menerapkan berbagai mekanisme keamanan, termasuk pemisahan dompet dingin dan panas, teknologi multisignature, serta sistem pemantauan real-time. Per 2 Desember, token platform GT diperdagangkan di harga $9,89 dengan kapitalisasi pasar mendekati $1 miliar, menandakan stabilitas dan pengakuan pasar terhadap platform tersebut.
Trader sebaiknya mengaktifkan seluruh fitur keamanan akun yang tersedia, seperti autentikasi dua faktor (2FA), whitelist alamat penarikan, dan password transaksi. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap aktivitas akun dan waspadai login atau transaksi yang tidak biasa.
05 Respons dan Perkembangan Industri: Dari Pertahanan Pasif ke Tata Kelola Proaktif
Industri kripto kini bergerak dari pertahanan pasif menuju tata kelola proaktif—sebuah transformasi penting dalam menghadapi ancaman tingkat negara seperti peretas Korea Utara.
Regulator merespons dengan lebih cepat dan presisi. Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap mixer seperti Blender dan Tornado Cash, karena layanan ini banyak digunakan oleh peretas Korea Utara untuk pencucian dana.
Perusahaan analitik blockchain semakin berperan penting. Perusahaan seperti Chainalysis menganalisis data on-chain untuk melacak dana yang dicuri dan memberikan petunjuk penting bagi penegak hukum. Model kemitraan publik-swasta ini semakin menjadi alat efektif dalam memerangi kejahatan kripto.
Kolaborasi internal di industri juga semakin kuat. Mekanisme berbagi informasi dan pengembangan standar keamanan tengah digalakkan, bertujuan membangun sistem pertahanan yang lebih terpadu.
Beberapa solusi inovatif patut diperhatikan, seperti protokol asuransi terdesentralisasi dan sistem verifikasi identitas berbasis zero-knowledge proof. Teknologi ini berpotensi mengubah secara fundamental keamanan kripto di masa depan.
Outlook
Per 2 Desember, meski tantangan keamanan sangat berat, pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Token GT di Gate tetap stabil di harga $9,89, dan kripto utama lainnya juga relatif bertahan.
Dengan nilai kumulatif kripto yang dicuri oleh peretas Korea Utara kini melampaui $6,75 miliar, industri harus menghadapi kenyataan ini secara langsung.
Kemajuan teknologi dan peningkatan regulasi menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kripto, namun pertarungan antara penyerang dan pembela masih jauh dari selesai. Bagi trader sehari-hari, tetap waspada dan mengikuti praktik keamanan terbaik adalah kunci untuk melindungi aset di dunia finansial yang semakin digital.


