Old Glory Bank telah mengumumkan rencana untuk melantai di bursa melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Digital Asset Acquisition Corp., dengan nilai keseluruhan transaksi sebesar $250 juta.
Bank yang ramah terhadap kripto ini berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode saham "OGB." Transaksi ini diperkirakan akan selesai pada akhir kuartal I atau awal kuartal II tahun 2026.
01 Rincian Utama Transaksi
Merger antara Old Glory Bank dan Digital Asset Acquisition Corp. telah memasuki tahap substansial. Struktur dan pengaturan pendanaan dari transaksi ini kini sudah jelas, memberikan transparansi yang lebih besar bagi pasar.
Berdasarkan perjanjian, Digital Asset Acquisition Corp. saat ini memiliki dana sebesar $176 juta dalam rekening perwalian mereka.
Kedua pihak juga berencana mengumpulkan dana tambahan minimal $50 juta melalui private investment in public equity (PIPE) atau metode lain. Entitas hasil merger ini akan berganti nama menjadi OGB Financial Company dan akan didirikan di Texas.
02 Latar Belakang dan Keunikan Bank
Old Glory Bank bukanlah perusahaan rintisan, melainkan institusi keuangan dengan akar kuat di perbankan tradisional. Bank ini melakukan rebranding pada tahun 2022, bertransformasi menjadi bank digital.
Per 31 Desember 2025, total simpanan bank ini telah tumbuh dari awalnya $10 juta menjadi lebih dari $245 juta, menunjukkan tingkat pertumbuhan yang mengesankan.
Yang membedakan bank ini adalah sikap politik yang tegas dan fokus pada segmen klien tertentu. Old Glory Bank secara terbuka menentang praktik "debanking" dan menyatakan dukungan terhadap mata uang kripto, senjata api, minyak dan gas, serta pertanian—industri-industri yang masih menjadi perdebatan di Amerika Serikat.
03 Cetak Biru Bisnis Kripto
Bagi pelaku industri kripto, fitur paling menonjol dari Old Glory Bank adalah roadmap mereka untuk mengintegrasikan mata uang kripto secara mendalam dengan layanan perbankan tradisional.
Michael Staw, salah satu pendiri sekaligus Chief Innovation Officer bank ini, menyatakan: "Kami berniat menjadikan Old Glory Bank sebagai bank berlisensi pertama yang sepenuhnya mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam layanan perbankan sehari-hari."
Strategi ini mencakup pengembangan teknologi milik sendiri yang memungkinkan nasabah memindahkan dana secara seamless on-chain dan off-chain, serta mengonversi kripto ke fiat secara instan untuk disetorkan ke rekening bank mereka.
Selain itu, bank ini juga berencana meluncurkan platform pinjaman kripto mandiri bagi pemilik aset kripto, sehingga nasabah dapat memperoleh likuiditas tanpa memicu peristiwa kena pajak.
04 Tren Konvergensi Industri
Rencana IPO Old Glory Bank bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan contoh utama dari semakin cepatnya konvergensi antara kripto dan keuangan tradisional.
Pada Juni 2025, penerbit stablecoin Circle Internet Group melantai di bursa melalui IPO tradisional, dengan kinerja saham yang kuat di hari pertama—menunjukkan minat pasar terhadap bisnis terkait aset digital.
Baru-baru ini, World Liberty Financial—perusahaan kripto dengan mantan Presiden AS Donald Trump sebagai salah satu co-founder kehormatan—juga telah mengajukan permohonan lisensi perbankan AS untuk salah satu entitasnya, dengan tujuan memperluas bisnis stablecoin USD1 senilai $3 miliar.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa, baik bank tradisional yang masuk ke sektor kripto maupun perusahaan kripto yang mengejar lisensi perbankan, keduanya mendorong tren yang sama: membangun jembatan antara keuangan tradisional dan ekonomi kripto.
05 Lingkungan Pasar dan Prospek
Waktu Old Glory Bank untuk melantai di bursa bertepatan dengan tanda-tanda pemulihan di pasar IPO AS. Pada tahun 2025, terdapat sekitar 340 IPO di Amerika Serikat, naik dari sekitar 240 pada tahun sebelumnya.
Menariknya, pasar SPAC juga pulih di 2025, dengan sekitar 140 IPO SPAC tahun ini dibandingkan hanya 57 pada 2024.
Dalam konteks ini, merger antara perusahaan kripto dan institusi keuangan menjadi tren utama di ranah SPAC.
Langkah IPO Old Glory Bank dapat dianggap sebagai ujian penting di tengah pasar IPO terkait kripto yang volatil. Para investor kini memantau dengan cermat proses pencatatan publik perusahaan kripto lain seperti Kraken, Grayscale Investments, dan BitGo.
06 Potensi Dampak dan Tantangan
Jika Old Glory Bank berhasil melantai di bursa, dampaknya bisa sangat luas terhadap sektor perbankan kripto. Sebagai bank berlisensi, mereka dapat menawarkan layanan yang tidak dapat diberikan oleh perusahaan kripto murni.
Sebagai contoh, dengan lisensi perbankan tradisional dan asuransi FDIC, Old Glory Bank dapat mengintegrasikan aset fiat dan kripto secara seamless dalam satu infrastruktur teknologi, termasuk produk pinjaman.
Bank ini juga berencana menerbitkan stablecoin pembayaran sendiri, OGBUSD, berbasis standar ERC-20, dengan tujuan memungkinkan nasabah melakukan pembayaran global secara aman dan real-time di berbagai blockchain.
Namun, jalan ke depan tidak tanpa hambatan. Lingkungan regulasi untuk kripto masih terus berkembang, dan bank harus mampu menghadapi pengawasan dari regulator federal maupun negara bagian. Selain itu, perubahan iklim politik juga dapat memengaruhi posisi bisnis bank ini.
Prospek ke Depan
Seiring proses pencatatan berjalan, Old Glory Bank berencana mendistribusikan stablecoin OGBUSD di berbagai blockchain, alih-alih mengandalkan jaringan pembayaran tradisional seperti Fedwire atau SWIFT.
Bank ini tetap mempertahankan kantor cabang fisik di Elmore City, Oklahoma, namun mudah diakses melalui koridor I-35 dari Texas—melambangkan posisi unik bank ini yang menjembatani tradisi dan inovasi.
Terlepas dari hasil akhirnya, upaya yang dilakukan bank ini telah memberikan studi kasus menarik mengenai konvergensi antara kripto dan keuangan tradisional.


