Menurut data dari SoSoValue, selama pekan perdagangan antara 19 Januari hingga 23 Januari (EST), ETF Ethereum spot mencatat arus keluar bersih sebesar $611 juta.
Di antara produk tersebut, produk ETHA milik BlackRock mencatat arus keluar bersih sebesar $432 juta, menjadikannya pendorong utama penarikan modal. Pada periode yang sama, ETF Bitcoin spot juga membukukan arus keluar bersih mingguan terbesar kedua dalam sejarah, dengan dana sebesar $1,33 miliar keluar dari produk tersebut.
01 Pelarian Modal
Pekan ini, pasar kripto diwarnai oleh sentimen risk-off yang sangat kuat. Data SoSoValue secara jelas menunjukkan arah pergerakan modal institusional: ETF kripto spot arus utama menghadapi tekanan yang meluas.
ETF Ethereum spot mencatat arus keluar bersih sebesar $611 juta pekan ini, sementara ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar yang lebih besar lagi, yaitu $1,33 miliar, menandai arus keluar mingguan terbesar kedua sejak produk tersebut diluncurkan.
BlackRock ETHA menjadi pusat penarikan ini, menyumbang lebih dari 70% dari total arus keluar bersih ETF Ethereum spot. Di sisi lain, ETF Solana spot menjadi satu-satunya titik terang, menarik arus masuk bersih sebesar $9,57 juta.
02 Reaksi Pasar
Arus modal ETF berfungsi sebagai barometer sentimen institusional, dan arus keluar besar-besaran ini dengan cepat memicu reaksi berantai di pasar sekunder.
Pada 26 Januari, data pasar menunjukkan bahwa harga Ethereum turun di bawah $2.900, melemah 2,1% dalam 24 jam. Harga Bitcoin juga turun di bawah level $88.000. Kepanikan melanda pasar. Menurut Coinglass, total likuidasi di pasar kripto mencapai $603 juta dalam 12 jam terakhir.
Pasar keuangan tradisional juga mengalami tekanan, di mana saham-saham AS ditutup melemah secara menyeluruh pekan ini. Sebaliknya, aset safe haven tradisional seperti emas dan perak justru melonjak, keduanya mencapai rekor tertinggi baru.
03 Banyak Faktor Pemicu Arus Keluar
Arus keluar besar-besaran dari ETF kripto pekan ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi tekanan makro dan mikro.
Yang paling utama adalah situasi geopolitik yang memanas. Ketidakstabilan terbaru di Timur Tengah membuat pasar berspekulasi bahwa AS mungkin mengambil tindakan militer, sehingga ketidakpastian meningkat tajam. Akibatnya, investor global mengalihkan modal dari aset digital berisiko tinggi seperti Bitcoin dan Ethereum menuju aset safe haven tradisional seperti emas dan perak.
Kedua, pasar tengah menantikan laporan keuangan penting. Pekan ini, beberapa raksasa teknologi AS—termasuk Microsoft, Apple, Meta, dan Tesla—akan merilis hasil keuangan mereka.
Perusahaan-perusahaan ini secara kolektif menyumbang lebih dari 25% bobot S&P 500, dan kinerja mereka akan langsung mempengaruhi sentimen terhadap saham AS maupun aset berisiko global. Sebagian trader memilih keluar lebih awal untuk menghindari ketidakpastian.
04 Perbedaan Perilaku Whale dan Investor Ritel
Di balik penurunan pasar secara luas dan aksi jual panik investor ritel, data on-chain menunjukkan cerita yang berbeda: "smart money" diam-diam melakukan akumulasi.
Menurut platform analitik kripto Santiment, meski harga turun, alamat whale yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC telah mengakumulasi lebih dari 36.322 BTC dalam sembilan hari terakhir. Sementara itu, alamat ritel yang memegang kurang dari 0,01 BTC justru mengurangi kepemilikan mereka.
Analisis Santiment mencatat bahwa pola "akumulasi whale dan penjualan ritel" ini sering menandakan divergensi teknikal yang menjadi fondasi terbentuknya bottom bullish jangka panjang. Data historis mendukung pandangan ini: analisis CoinDesk menunjukkan bahwa setelah arus keluar ETF besar pada November 2025, Bitcoin membentuk bottom lokal di kisaran $80.000 sebelum rebound.
05 Apakah Ethereum Terlalu Murah?
Di tengah pesimisme yang melanda, beberapa analis teknikal menawarkan sudut pandang berbeda. Mereka berpendapat bahwa pasar mungkin sangat meremehkan potensi bullish Ethereum.
Para analis mencatat bahwa sejak Desember 2025, grafik harian Ethereum membentuk pola segitiga yang terus menyempit, ditandai oleh serangkaian higher low yang berkelanjutan. Pola ini biasanya dianggap sebagai fase konsolidasi sebelum tren berlanjut, dengan kunci utamanya adalah menjaga level support krusial.
Analis telah mengidentifikasi zona support penting di kisaran $2.860 hingga $2.780. Selama harga tetap di atas area ini, "tidak ada alasan teknikal untuk bearish terhadap Ethereum." Menurut mereka, risiko nyata saat ini bukanlah menjadi bullish, melainkan mencoba melakukan short di dekat batas bawah.
06 Kondisi Terkini dan Strategi Pengguna Gate
Dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi, sangat penting bagi pengguna Gate untuk tetap rasional dan strategis.
Pertama, fokus pada zona harga kunci. Untuk Ethereum, rentang $2.860–$2.780 adalah area support teknikal jangka pendek yang penting, dan keutuhannya akan mempengaruhi struktur jangka menengah. Untuk Bitcoin, data historis menunjukkan bahwa $84.099 adalah rata-rata basis biaya investor ETF dan telah berulang kali menjadi level support kunci.
Kedua, manfaatkan data on-chain yang kredibel untuk mendukung keputusan Anda. Memantau kepemilikan whale di platform seperti Santiment dapat memberikan wawasan berharga tentang pergerakan "smart money."
Pasar sangat sensitif terhadap peristiwa makro, seperti perkembangan geopolitik dan laporan keuangan. Volatilitas kemungkinan akan berlanjut hingga ketidakpastian ini mereda. Pengguna biasa disarankan mempertimbangkan strategi dollar-cost averaging daripada melakukan all-in, serta selalu memprioritaskan manajemen risiko.
Prospek
Per 26 Januari, Ethereum diperdagangkan di harga $2.890 di Gate. Indeks Fear & Greed pasar masih berada di zona "fear", dengan banyak investor ritel melakukan aksi jual.
Sementara itu, alamat whale yang memegang ribuan Bitcoin diam-diam melakukan akumulasi dengan laju tercepat dalam beberapa bulan terakhir. Sejarah tampaknya kembali terulang: ketika pasar dipenuhi kepanikan—bahkan sebagian profesional pun ketakutan—para predator mulai bergerak dalam diam.


