Dalam sebuah konferensi di La Jolla, California, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memberikan sinyal jelas kepada komunitas keuangan global: euforia pasar kripto yang dimulai sejak terpilihnya Trump kini mulai meredup seiring realitas keras yang mulai dirasakan.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller berbicara secara terbuka pada hari Senin dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Center for Global Interdependence di La Jolla, California. Ia mencatat bahwa "sentimen panas" yang membanjiri pasar kripto setelah pemerintahan Trump tahun lalu kini terlihat mulai berkurang. Waller mengaitkan penyesuaian ini dengan dua faktor utama: ketidakpastian regulasi yang terus berlangsung dan pergeseran posisi besar-besaran oleh institusi keuangan arus utama yang didorong oleh kebutuhan manajemen risiko.
Perspektif Tingkat Atas: Pandangan Waller tentang Siklus Sentimen dan Realitas Pasar
Pernyataan Waller memberikan interpretasi tingkat tinggi atas gejolak terbaru di pasar kripto, langsung dari otoritas tertinggi kebijakan moneter. Ia menegaskan bahwa volatilitas besar di pasar kripto bukanlah hal yang luar biasa.
"Sebagian sentimen panas yang masuk ke dunia kripto bersama pemerintahan saat ini perlahan mulai meredup," ujar Waller, menggambarkan perubahan pasar saat ini. Ia mengingat bahwa beberapa tahun lalu, jika seseorang mengklaim Bitcoin bernilai USD 10.000, hal itu akan terdengar tidak masuk akal—menunjukkan betapa pasar telah berubah.
Waller secara khusus menyoroti peran penting perilaku institusi. Ia menunjukkan bahwa sebagian besar aksi jual berasal dari perusahaan yang masuk ke pasar kripto dari sektor keuangan arus utama, menyesuaikan posisi risikonya. Hal ini menegaskan perubahan fundamental: kripto kini bukan lagi domain yang didominasi oleh investor ritel semata. Keterkaitannya dengan keuangan tradisional semakin dalam, dan pergerakan institusi kini memiliki dampak yang sangat besar.
Status Pasar: Koreksi Mendalam dan Sinyal Kehati-hatian dari Pasar Derivatif
Data pasar saat ini dengan jelas mendukung gagasan bahwa "euforia mulai meredup." Beberapa pengamat menyebut penurunan ini sebagai salah satu koreksi paling parah sejak "musim dingin kripto" tahun 2022.
Harga Bitcoin telah turun jauh dari rekor tertinggi pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data pasar Gate, per 10 Februari 2026, Bitcoin diperdagangkan di angka USD 70.158,5 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 1,41 triliun.
Meski demikian, kehati-hatian tetap mendominasi, terutama di pasar derivatif.
- Tingkat pendanaan dan open interest: Tingkat pendanaan kontrak perpetual Bitcoin masih negatif, artinya pelaku short membayar long, mencerminkan posisi defensif terhadap risiko penurunan. Sementara itu, total open interest di pasar futures telah menyusut sekitar 50% sejak puncaknya pada Oktober 2025, menunjukkan penurunan tajam partisipasi leverage dan kurangnya konsensus kuat untuk arus modal baru dalam rebound kali ini.
- Skew pasar opsi: Selera risiko di pasar opsi juga cenderung hati-hati. Meski volatilitas tersirat Bitcoin menurun dari puncak terbaru, skew opsi call/put 25-delta tetap condong ke put, menunjukkan permintaan perlindungan terhadap penurunan yang terus berlanjut di kalangan investor.
Pada awal Februari 2026, rentang perdagangan Bitcoin jatuh dari rekor tertinggi ke kisaran USD 60.000 hingga USD 70.000. Hal ini sejalan dengan sinyal kehati-hatian yang terlihat di pasar derivatif, secara keseluruhan menggambarkan pasar yang sedang mencari keseimbangan setelah euforia meredup.
Labirin Regulasi: Kebuntuan Legislasi dan Rencana "Slimmed-Down" dari The Fed
Sebagian besar kebingungan dan volatilitas pasar berasal dari prospek regulasi yang belum jelas. Waller mengungkapkan dalam pidatonya bahwa "Clarity Act," yang bertujuan menyediakan kerangka regulasi komprehensif untuk kripto, kini terhenti di Kongres.
"Clarity (Act) tampaknya terjebak di Kongres," ujar Waller. "Para legislator sangat terpecah dalam banyak isu, dan tampaknya belum mampu menembus kebuntuan untuk menyelesaikan legislasi." Kebuntuan legislatif ini jelas meningkatkan ketidakpastian kebijakan di seluruh industri dan mengurangi kepercayaan institusi terhadap alokasi jangka panjang. Sementara itu, The Fed melanjutkan rencana integrasi hati-hati miliknya. Waller mengumumkan bahwa The Fed berencana meluncurkan "main account versi ramping" pada akhir tahun 2026.
Berbeda dengan master account tradisional The Fed, versi "ramping" ini memiliki fungsi terbatas—misalnya, tidak memberikan bunga atas saldo atau akses ke discount window untuk pembiayaan. Langkah ini dipandang sebagai upaya The Fed membuka sistem pembayaran bagi institusi kripto, namun dengan firewall ketat, mencerminkan sikap regulator yang penuh pertimbangan dan kehati-hatian.
Perspektif Gate: Kondisi Pasar Terkini dan Pengamatan
Di tengah arahan tingkat atas dan ketidakpastian makro, volatilitas pasar jangka pendek semakin intens. Sebagai platform perdagangan global terkemuka, data real-time Gate menawarkan gambaran tentang denyut pasar.
Tabel di bawah ini merangkum data utama aset kripto per 10 Februari 2026:
| Aset | Harga Saat Ini | Perubahan 24 Jam | Volume 24 Jam | Kapitalisasi Pasar Total | Pangsa Pasar |
|---|---|---|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | USD 70.158,5 | -0,88% | USD 905,34 juta | USD 1,41 triliun | 56,14% |
| Ethereum (ETH) | USD 2.110,8 | +1,02% | USD 266,83 juta | USD 252,82 miliar | 10,04% |
Data menunjukkan bahwa setelah aksi jual, pasar memasuki fase konsolidasi dan volatilitas. Ethereum mengalami rebound intraday yang moderat, sementara Bitcoin masih berada di bawah tekanan ringan. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 1,4 triliun dan pangsa 56,14%, status aset Bitcoin tetap kokoh, namun aktivitas perdagangan secara keseluruhan telah menurun dibandingkan periode euforia.
Prospek: Jalan Panjang dari Sentimen Menuju Penemuan Nilai
Komentar Waller menjadi cermin yang merefleksikan proses tumbuh kembang yang dialami pasar kripto. Saat pasar beralih dari didorong narasi politik dan sentimen panas menuju keterkaitan mendalam dengan makroekonomi, kebijakan regulasi, dan arus modal institusi, logika volatilitasnya berubah secara fundamental.
Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Selain kabut regulasi, gangguan makro—termasuk jalur kebijakan moneter ekonomi global utama dan risiko geopolitik—masih sangat terasa. Dalam lingkungan ini, pasar lebih mungkin memasuki fase konsolidasi yang didominasi fundamental dan teknikal, daripada kembali ke lonjakan sepihak secara cepat.
Dalam jangka panjang, meredupnya euforia bukanlah hal buruk. Hal ini memaksa proyek, investor, dan regulator kembali ke rasionalitas, mendorong industri dari hype menuju penciptaan nilai nyata dan aplikasi praktis. Volatilitas yang lebih rendah dan institusionalisasi yang lebih dalam adalah langkah penting agar kripto dapat berintegrasi dengan dunia keuangan yang lebih luas. Seiring berkurangnya kebisingan pasar, inovasi teknologi sejati dan model bisnis berkelanjutan akhirnya akan mendapat sorotan.


