Pada 29 Desember 2025, kontrak berjangka perak internasional mengalami volatilitas dramatis setelah menembus level $80 per ons untuk pertama kalinya, sempat mencapai $83 per ons—melonjak lebih dari 175% dibanding awal tahun. Pada saat yang sama, harga emas mencatat rekor tertinggi, dengan emas spot mendekati $4.550 per ons.
Sementara itu, Bitcoin—yang kerap disebut sebagai "emas digital"—mengalami tekanan, diperdagangkan di level $87.817 dan turun 6,25% sepanjang tahun.
01 Volatilitas Pasar
Pasar logam mulia mencatat reli luar biasa di akhir tahun 2025, dengan emas, perak, dan platinum semuanya mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Harga emas spot mendekati $4.550 per ons, membukukan kenaikan tahunan sebesar 72,69%.
Perak tampil lebih menonjol, dengan harga internasional menembus ambang $80 untuk pertama kalinya. Dalam satu pekan, perak melonjak lebih dari 10% dan sepanjang tahun naik 173,72%. Namun, pada 29 Desember, harga perak mengalami koreksi, turun ke $74,75 per ons—penurunan 5,51% dari hari sebelumnya.
Sebaliknya, sentimen di pasar kripto secara umum tetap lesu. Bitcoin turun 6,25% sepanjang tahun, sementara Ethereum merosot 12%. Indeks Fear & Greed menunjukkan fase "fear" dengan skor 20.
02 Faktor Penggerak Pasar
Beragam faktor mendorong performa kuat emas dan perak tahun ini. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi katalis utama, karena suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Di saat yang sama, meningkatnya risiko geopolitik mendorong investor beralih ke aset safe haven tradisional. Kebijakan tarif oleh Presiden Trump dan dinamika global yang berubah menambah ketidakpastian di pasar.
Dari sisi suplai dan permintaan, pembelian emas oleh bank sentral yang berkelanjutan memberikan dukungan solid bagi pasar emas, sementara perak menghadapi tantangan di sisi pasokan. Short squeeze pada Oktober menyebabkan kondisi pasokan semakin ketat.
03 Pandangan yang Berbeda
Dengan logam mulia melesat dan kripto tertinggal, investor terbelah dalam strategi alokasi aset.
Louis Navellier, pendiri firma penasihat investasi Navellier & Associates, secara terbuka mendorong investor kripto untuk beralih ke emas. Ia menyoroti beberapa keunggulan emas: pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, volatilitas yang lebih rendah, dan likuiditas yang meningkat.
Investor ternama Peter Schiff mengambil sikap lebih tegas di media sosial: "Jika Bitcoin tidak naik saat saham teknologi reli, dan tidak naik saat emas serta perak melonjak, mungkin Bitcoin tidak akan pernah naik."
Namun, beberapa analis kripto percaya bahwa pembalikan tren bisa terjadi dalam waktu dekat. Sean Farrell, Head of Digital Assets di Fundstrat, menyoroti kemungkinan kripto rebound pada Januari seiring pola musiman penjualan rugi pajak akhir tahun dan pembelian aset pemenang berakhir.
04 Analisis Strategi
Lingkungan pasar saat ini menghadirkan tantangan serius bagi investor. Bagi pemegang kripto, keputusan untuk menyeimbangkan portofolio dan meningkatkan eksposur ke logam mulia tradisional menjadi pertanyaan utama.
Performa kuat emas dan perak didukung oleh fundamental yang solid, namun koreksi teknikal jangka pendek tidak boleh diabaikan. Setelah mencetak rekor $81,82, perak memasuki wilayah overbought.
Zhonghui Futures memperingatkan bahwa perak kini berada di zona overbought yang ekstrem, dan kemungkinan akan segera terkoreksi untuk meredakan tekanan atau berkonsolidasi di level tinggi guna mencerna kenaikan secara bertahap.
Bagi investor kripto, meski Bitcoin mengalami pelemahan belakangan ini, beberapa analis melihat peluang beli setelah koreksi. Sean Farrell dari Fundstrat mencatat bahwa setelah koreksi 30% pada Bitcoin, indikator teknikal telah sepenuhnya reset, sehingga ada potensi rebound jangka pendek.
05 Perbandingan Kinerja Aset
Tabel di bawah ini merangkum kinerja kelas aset utama sepanjang 2025:
| Kelas Aset | Aset Representatif | Harga Terkini (29 Des) | Kinerja Tahunan | Tren Terbaru |
|---|---|---|---|---|
| Logam Mulia | Emas | ~$4.450/ons | Naik hampir 70% | Koreksi ringan setelah rekor tertinggi |
| Logam Mulia | Perak | $74,75/ons | Naik sekitar 166% | Volatil setelah menembus $80 |
| Kripto | Bitcoin | $87.917 | Turun 6,25% | Volatilitas terbaru, support di $87.900 |
| Kripto | Ethereum | $2.979 | Turun 12% | Support jangka pendek di $2.950 |
Menurut data platform Gate, meski kinerja kripto secara keseluruhan lemah, beberapa altcoin—seperti CEL, TOKEN, dan ART—mencatat kenaikan harian lebih dari 100%.
06 Manajemen Risiko
Manajemen risiko menjadi sangat krusial di pasar yang sangat volatil. Investor logam mulia harus mewaspadai risiko koreksi teknikal jangka pendek. Setelah mencapai rekor tertinggi, perak mengalami fluktuasi lebih dari 10%, menandakan sentimen pasar yang mungkin sudah terlalu panas.
Analis logam mulia menekankan bahwa pekan terakhir tahun ini membutuhkan kewaspadaan terhadap risiko koreksi. Meskipun prospek bullish jangka panjang tetap terjaga, tekanan aksi ambil untung jangka pendek tidak bisa diabaikan.
Bagi investor kripto, data platform Gate menunjukkan bahwa Bitcoin memiliki level support di kisaran $88.000 dan Ethereum sekitar $2.900, yang bisa menjadi titik masuk bertahap.
Diversifikasi dapat menjadi pendekatan bijak di pasar saat ini. Rotasi antara logam mulia tradisional dan aset digital dapat memberikan peluang bagi investor yang siap menyesuaikan posisi secara fleksibel.
Prospek
Perak telah mundur dari rekor tertinggi $81,82 ke $74,75, sementara Bitcoin diperdagangkan di level $88.317 di platform Gate, bertahan di atas support kunci. Analis terbelah mengenai prospek harga perak pada 2026: TD Securities memperkirakan perak akan turun ke kisaran $40, sedangkan Bank of Montreal memprediksi rata-rata harga $56,3.
Sementara itu, firma riset kripto 10X memproyeksikan rebound jangka pendek untuk Bitcoin, dengan alasan "koreksi 30%, penurunan dua setengah bulan, dan reset total indikator teknikal." Pasar selalu dipenuhi beragam pandangan—dan di sanalah peluang tercipta.


