Baru-baru ini, harga spot emas melonjak menembus $4.480 per ons, sementara harga spot perak mencapai $69,56 per ons, keduanya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Terobosan ini menandai kinerja tahunan terkuat di pasar logam mulia tahun 2025 sejak 1979.
01 Sekilas Pasar: Rekor Tertinggi Baru
Pada pekan ketiga perdagangan Desember 2025, pasar logam mulia global menyaksikan momen bersejarah yang menggembirakan. Harga spot emas melonjak tajam selama sesi perdagangan Asia, menembus batas psikologis penting di $4.410 per ons, dan mencapai puncak di $4.420,01.
Perak juga mencatat kenaikan kuat, dengan harga spot yang melonjak bersamaan dan mencapai rekor tertinggi di $69,56 per ons. Pada 23 Desember, momentum kenaikan terus berlanjut, dengan harga spot emas naik lebih tinggi ke rekor baru di $4.480 per ons.
Melihat kenaikan tahunan, reli ini benar-benar menonjol. Hingga akhir Desember, kenaikan emas sepanjang tahun mendekati 68%, sementara kinerja perak bahkan lebih luar biasa, dengan akumulasi kenaikan hampir 139% sepanjang tahun ini.
Di Chicago Mercantile Exchange (COMEX), kontrak berjangka emas bahkan menembus $4.450 per ons, sementara kontrak berjangka perak diperdagangkan di atas $69,5 per ons.
02 Faktor Utama: Resonansi Dinamika Lama dan Baru
Berbagai faktor telah bersatu mendorong "lonjakan meteorik" di pasar logam mulia. Dinamika tradisional dan katalis baru berpadu menciptakan momentum yang kuat.
Dalam jangka pendek, meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi katalis langsung. Baru-baru ini, pengejaran dan penangkapan kapal tanker pengangkut minyak Venezuela oleh Penjaga Pantai AS, bersama dengan serangan militer besar-besaran AS ke sasaran di Suriah, secara signifikan meningkatkan ketidakpastian pasokan energi global dan menaikkan premi risiko di Timur Tengah.
Pada saat yang sama, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve mulai bergeser. Spekulasi semakin berkembang bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga pada 2026, yang berpotensi melemahkan dolar dan imbal hasil Treasury AS, sehingga meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Dari perspektif struktural jangka panjang, pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral di seluruh dunia telah memberikan dukungan kuat bagi harga emas. Analisis industri menunjukkan bahwa sejak 2022, bank sentral global rata-rata melakukan pembelian bersih lebih dari 1.000 ton per tahun, jauh melampaui rata-rata sebelumnya.
Selain itu, fluktuasi kepercayaan terhadap aset inti AS seperti dolar dan Treasury telah menjadi kekuatan tak terbantahkan yang mendorong reli logam mulia kali ini.
03 Respons Pasar: Reli Sektor Secara Menyeluruh
Lonjakan harga logam mulia secara langsung mengangkat harga saham perusahaan tambang emas global utama, menciptakan reli yang sinkron antara pasar spot dan ekuitas.
Pada 22 Desember, perusahaan tambang besar mencatat kenaikan signifikan, dengan saham Newmont dan Barrick Gold masing-masing naik sekitar 2,5%. Perusahaan tambang terdepan dengan kenaikan terkuat tersebar di wilayah produksi utama dunia, termasuk AngloGold Ashanti dan Gold Fields di Afrika Selatan, serta Agnico Eagle Mines di Kanada.
Bukan hanya pasar saham—SPDR Gold ETF, yang melacak harga spot emas, juga naik 0,3%, menandakan bahwa instrumen investasi langsung turut menarik arus modal bersama saham tambang yang berleverage.
Di pasar sekunder, sektor logam mulia A-share merespons dengan reli pembukaan yang tajam. Perusahaan terkemuka seperti Zhongjin Gold, Shandong Gold, dan Zijin Mining semuanya mencatat kenaikan harian di atas 4%.
04 Emas vs. Perak: Pendorong Reli yang Berbeda
Meskipun emas dan perak sama-sama merupakan logam mulia, faktor pendorong reli masing-masing sangat berbeda. Tabel berikut membandingkan kinerja inti dan faktor pendorong utama kedua logam.
| Dimensi Perbandingan | Emas (XAU) | Perak (XAG) |
|---|---|---|
| Kinerja Harga (per 23 Des) | Harga spot di atas $4.480/ons | Harga spot mencapai $69,56/ons |
| Kenaikan Akumulatif YTD | Hampir 68% | Hampir 139% |
| Atribut Inti | Properti safe haven dan moneter yang kuat; dipandang sebagai aset perlindungan utama | Kombinasi permintaan safe haven dan industri; didorong sektor surya dan kendaraan listrik |
| Pendorong Utama | Risiko geopolitik, pembelian bank sentral, kekhawatiran kredit dolar | Prospek makro, pertumbuhan permintaan industri, persediaan terendah dalam beberapa tahun |
| Target Harga Institusi (Goldman Sachs) | Target $4.900/ons untuk Des 2026 | Perhatikan perubahan kebijakan perdagangan dan permintaan industri |
Perbedaan logika reli ini menandakan bahwa kekuatan pendorong kenaikan harga telah meluas melampaui sentimen safe haven murni, menjadi kontestasi luas atas perubahan makro global dan siklus industri baru.
05 Prospek: Euforia Jangka Pendek atau Pasar Bull Jangka Panjang?
Institusi industri tetap berhati-hati optimis terhadap arah pasar logam mulia ke depan.
Riset terbaru Goldman Sachs mempertahankan pandangan bullish jangka panjang terhadap emas, memproyeksikan target harga $4.900 per ons untuk Desember 2026, serta mencatat bahwa risiko kenaikan tetap ada.
Proyeksi ini didasarkan pada dua pendorong utama: pembelian bank sentral yang berkelanjutan di seluruh dunia dan potensi dimulainya siklus penurunan suku bunga di ekonomi utama.
Namun, Goldman juga menekankan bahwa emas mendapat manfaat dari momentum kenaikan yang jelas di bawah dorongan ganda pembelian bank sentral dan penurunan suku bunga, sementara perak, platinum, dan paladium memerlukan perhatian lebih terhadap perubahan kebijakan perdagangan dan permintaan industri.
Dukungan struktural di pasar tetap kuat. Dong Ximiao, peneliti utama di CMB Union, menyoroti bahwa tren pelonggaran moneter terus berlanjut, dan aksi beli emas oleh bank sentral global masih berlangsung, yang semuanya akan memberikan dukungan jangka panjang bagi harga emas.
Perlu dicatat juga bahwa seiring meningkatnya pengaruh Asia di pasar emas global, Hong Kong secara resmi telah membentuk Komite Strategi Komoditas, berencana membangun pusat perdagangan emas internasional, sistem kliring pusat, dan asosiasi industri—perkembangan yang dapat semakin memperkuat suara Asia dalam penetapan harga emas global selama jam perdagangannya.
Prospek Masa Depan
Di Bandara Internasional Hong Kong, brankas emas diam-diam terus berkembang, dengan kapasitas penyimpanan yang akan melonjak dari 150 ton menjadi 1.000 ton.
Sementara itu, para trader di New York tengah meninjau ulang arah suku bunga The Fed, dan di Bursa Emas Shanghai, pesanan institusi besar terus mencetak rekor baru dalam sistem perdagangan.
Lonjakan harga emas dan perak tidak hanya mencerminkan akumulasi cadangan emas oleh bank sentral yang terus berlangsung, tetapi juga menandakan bahwa investor global mulai mencari alternatif selain dolar. Permintaan industri terhadap perak kembali bergairah berkat sektor surya dan kendaraan listrik.


