Pada tanggal 26 Januari waktu setempat, MicroStrategy mengumumkan pembelian Bitcoin senilai USD 264 juta, dengan harga rata-rata USD 90.061 per BTC. Dengan transaksi ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut mencapai 712.647 BTC, dengan biaya akuisisi rata-rata sebesar USD 76.037 per koin.
Namun, di balik keyakinan yang tampak teguh terhadap Bitcoin ini, data menunjukkan adanya pergeseran struktural yang mengkhawatirkan. Hampir seluruh dana untuk pembelian terbaru ini berasal dari penerbitan saham baru, bukan dari laba perusahaan. Pada saat yang sama, metrik valuasi utama perusahaan, mNAV, turun ke angka 0,94x, menandakan bahwa sahamnya diperdagangkan di bawah nilai bersih cadangan Bitcoin yang dimiliki.
Rincian Pembelian dan Struktur Pendanaan
MicroStrategy menyelesaikan pembelian Bitcoin terbarunya antara tanggal 20 hingga 25 Januari, menandai akuisisi keempat di bulan ini. Berbeda dengan pembelian sebelumnya yang didanai dari laba perusahaan atau kas cadangan, kali ini struktur pendanaannya mengalami perubahan mendasar.
Perusahaan berhasil mengumpulkan USD 257 juta melalui penjualan 1.569.770 saham biasa dan menerbitkan 70.201 saham preferen STRC untuk tambahan USD 7 juta. Total pendanaan sekitar USD 264 juta ini hampir sepenuhnya menutupi biaya pembelian Bitcoin. Model pendanaan ini mencerminkan kondisi MicroStrategy saat ini—sejak harga Bitcoin mencapai sekitar USD 125.000 pada kuartal IV 2025, sentimen pasar mulai berubah. Siklus umpan balik positif yang sebelumnya berhasil, yaitu "harga saham naik—terbitkan saham—beli Bitcoin—harga saham naik lagi", kini mulai terputus.
mNAV Turun di Bawah Ambang Kritis
Di tengah volatilitas harga Bitcoin belakangan ini dan meningkatnya skeptisisme terhadap model MicroStrategy, metrik valuasi utama perusahaan, mNAV (market-to-net asset value multiple), memasuki zona berbahaya.
Per 26 Januari 2026, mNAV terdilusi MicroStrategy berada di kisaran 0,94x, artinya sahamnya diperdagangkan dengan diskon 6% terhadap nilai bersih cadangan Bitcoin yang dimiliki. Lebih penting lagi, dari 5 Januari hingga 26 Januari, jumlah saham terdilusi perusahaan meningkat sebesar 5,36%, sementara kepemilikan Bitcoin hanya naik 5,77%. Pertumbuhan yang hampir sejajar ini menunjukkan bahwa penerbitan saham baru tidak lagi secara signifikan meningkatkan eksposur pemegang saham terhadap Bitcoin. Strategi awal membeli Bitcoin dengan menerbitkan saham pada premi tinggi kini kehilangan sebagian besar efektivitasnya.
Dari Indeks Inti ke Pinggiran
Tantangan struktural yang lebih serius bagi MicroStrategy datang dari pengecualian oleh sistem keuangan tradisional. Perusahaan kini menghadapi risiko dikeluarkan dari indeks saham utama MSCI.
Menurut laporan JPMorgan, jika MicroStrategy dikeluarkan dari indeks MSCI, hal ini dapat memicu arus keluar modal sekitar USD 2,8 miliar; jika penyedia indeks lain mengikuti, arus keluar bisa mencapai USD 8,8 miliar. Jumlah ini mewakili hampir 15% dari kapitalisasi pasar perusahaan saat ini dan dapat berdampak buruk terhadap harga sahamnya.
Pada 15 Januari 2026, MSCI secara resmi menghapus MicroStrategy dari seluruh indeks utama. Ini bukan sekadar penyesuaian teknis—melainkan penolakan mendasar pasar terhadap model bisnis MicroStrategy. Ketika aset kripto perusahaan melebihi 50% dari total aset, penyedia indeks kini mengklasifikasikannya sebagai dana kripto, bukan lagi perusahaan tradisional. Kepemilikan Bitcoin MicroStrategy saat ini mencapai angka luar biasa, yaitu 77% dari total asetnya.
Risiko Struktural pada Model Bisnis
Model bisnis MicroStrategy kini menghadapi risiko struktural yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama 19 bulan terakhir, perusahaan telah mengumpulkan sekitar USD 18,56 miliar melalui penawaran saham biasa, dengan menerbitkan kurang lebih 226,6 juta saham. Pembelian terbaru ini melanjutkan tren tersebut, semakin mendilusi ekuitas pemegang saham lama di tengah kondisi pasar yang lemah.
Sementara itu, ketergantungan MicroStrategy pada saham preferen semakin meningkat. Saham preferen ini memiliki persyaratan dividen tetap dan prioritas pembayaran yang lebih tinggi dibandingkan saham biasa. Meski saham preferen membantu menjaga daya beli Bitcoin saat harga saham melemah, instrumen ini juga menambah kewajiban jangka panjang dan kompleksitas pada neraca keuangan perusahaan. Yang patut dicatat, MicroStrategy telah bergeser dari strategi "hold forever" menjadi "bersedia menjual dalam kondisi tertentu." Perusahaan menyatakan bahwa jika mNAV turun di bawah 1 dan perlu menjual Bitcoin untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, mereka akan mempertimbangkan opsi tersebut.
Potensi Dampak terhadap Pasar Bitcoin
Sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, strategi MicroStrategy memiliki dampak signifikan terhadap pasar Bitcoin. Data historis menunjukkan kepemilikan Bitcoin perusahaan mewakili porsi substansial dari total suplai yang beredar, sehingga setiap pergerakan besar dapat memicu volatilitas pasar.
Menurut data pasar Gate, per 26 Januari 2026, harga Bitcoin berada di USD 88.641,9, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 1,76 triliun dan dominasi pasar 56,49%. Harga naik 0,9% dalam 24 jam terakhir namun turun 4,85% dalam tujuh hari terakhir. Sentimen pasar saat ini dinilai netral.
Data Gate memproyeksikan harga rata-rata Bitcoin di tahun 2026 sebesar USD 88.432,3, dengan fluktuasi antara titik terendah USD 84.010,68 dan tertinggi USD 91.969,59. Pada tahun 2031, harga diperkirakan bisa mencapai USD 211.213, yang merepresentasikan potensi imbal hasil +62,00% dibandingkan hari ini.
Ketergantungan pada Pasar Modal dan Jalan ke Depan
Strategi Bitcoin MicroStrategy kini sepenuhnya bergantung pada pasar modal. Perusahaan terus menggalang dana untuk pembelian Bitcoin melalui penerbitan saham, namun ketika harga saham diperdagangkan di bawah nilai cadangan Bitcoin, penerbitan tersebut justru mendilusi nilai pemegang saham alih-alih meningkatkannya.
Data pasar menunjukkan premi saham MicroStrategy telah turun dari puncak 2,5x menjadi mendekati nilai aset bersih. Jika sebelumnya investor memandang MicroStrategy sebagai "alat leverage Bitcoin," kini perusahaan hanya dianggap sebagai proxy Bitcoin. Dengan munculnya ETF Bitcoin spot, investor kini memiliki cara yang lebih langsung dan efisien untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin, tanpa harus bergantung pada perantara kompleks seperti MicroStrategy. Hal ini semakin mengikis alasan keberadaan model bisnis MicroStrategy.
Pada 15 Januari, MSCI secara resmi menghapus MicroStrategy dari seluruh indeks utama, dan dana indeks pasif mulai menarik investasi dari perusahaan. Sejak puncaknya pada Juli 2024, harga saham MicroStrategy telah anjlok 66%, dengan indikator mNAV utama berada di sekitar 1,02—hampir menyentuh ambang kritis. Setiap dolar baru kini mengalir ke ETF Bitcoin, menjadikan MicroStrategy seperti "closed-end Bitcoin fund." Pendiri Michael Saylor pernah menaklukkan "beruang kutub" pasar kripto, namun kini algoritma Wall Street menulis ulang aturan dengan presisi dingin.


