"NFT tidak mati—mereka sedang mengalami pematangan." Yat Siu membagikan pandangan ini di konferensi cryptocurrency CfC St. Moritz. Meskipun portofolio NFT miliknya secara pribadi turun sekitar 80% dari puncaknya, keyakinan jangka panjangnya tetap teguh.
Menurut data pasar terbaru, pekan pertama tahun 2026 mencatat rebound tajam penjualan NFT mingguan sekitar 30%, mencapai hampir $85 juta dan mengakhiri masa stagnasi selama berbulan-bulan.
01 Pendinginan Pasar dan Konsolidasi Nilai
Pasar NFT telah mengalami fluktuasi yang cukup ekstrem. Selama periode euforia dari 2021 hingga 2022, penjualan bulanan dengan mudah melampaui $1 miliar. Kini, sentimen pasar menjadi jauh lebih rasional.
Acara NFT unggulan asal Prancis, NFT Paris, secara tak terduga dibatalkan sebulan sebelum pembukaan, menegaskan penurunan pasar belakangan ini. Namun, pendinginan yang tampak ini sebenarnya merupakan proses konsolidasi nilai dan pembersihan ekosistem yang sehat.
Yat Siu memandang perubahan ini dengan jernih. Meskipun nilai koleksi NFT pribadinya turun drastis, ia menganggap kepemilikan tersebut sebagai "aset jangka panjang" yang nilainya melampaui fluktuasi harga jangka pendek.
Pemikiran ini umum di kalangan kolektor berpengalaman. Mereka memandang NFT kelas atas sebagai "lukisan Picasso" di dunia digital, membangun komunitas yang berakar pada selera dan nilai bersama.
02 Dinamika Pasar yang Digawangi Kolektor
Kekuatan pendorong di balik pasar NFT telah berubah secara fundamental. Yat Siu menyoroti bahwa penjualan NFT bulanan yang kini hampir mencapai $300 juta sebagian besar didorong oleh para penggemar seni digital yang mapan secara finansial.
Ia mencontohkan miliarder Adam Weitsman. Weitsman secara terbuka mengakuisisi proyek NFT kelas atas seperti lahan virtual Otherdeed dan Bored Apes, menunjukkan bagaimana kelas kaya baru mulai merangkul aset digital.
"Lima tahun lalu, ini adalah pasar nol dolar." Yat Siu mengingatkan pentingnya perspektif historis. Seperti halnya koleksi seni tradisional, kepemilikan NFT telah menciptakan budaya eksklusif tersendiri.
"Para kolektor Picasso merasa memiliki kedekatan dengan sesama kolektor Picasso; rasanya seperti menjadi anggota klub yang sama," jelas Yat Siu. "Hal yang sama berlaku untuk Ferrari, Lamborghini, atau jam tangan Rolex. NFT hanyalah versi digitalnya."
03 Dari Koleksi Digital ke Aset Bernilai Guna
NFT di tahun 2026 tengah mengalami transformasi mendalam—dari sekadar koleksi digital spekulatif menjadi infrastruktur fungsional.
Perubahan ini didukung oleh tiga pilar utama: aplikasi gamifikasi, integrasi AI, dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Game berbasis blockchain kini menjadi pendorong utama adopsi NFT, menyumbang 38% dari total transaksi on-chain. Pada tahun 2025, sektor ini menghasilkan pendapatan sebesar $21,6 miliar, dengan jumlah pemain global melebihi 100 juta orang.
Platform seperti Decentraland dan The Sandbox melakukan tokenisasi properti virtual, karakter, dan alat, memungkinkan pengguna memperdagangkan aset lintas ekosistem.
Kecerdasan buatan mendefinisikan ulang NFT sebagai aset yang generatif dan adaptif. Koleksi NFT yang dikurasi AI kini menggunakan algoritma untuk menciptakan karya seni personalisasi, sementara agen AI on-chain memanfaatkan NFT untuk otentikasi dan eksekusi tugas.
04 Revolusi Infrastruktur Pasar NFT
Seiring perluasan use case NFT, infrastruktur dasar pun mengalami peningkatan besar-besaran. Brand NFT terkemuka meluncurkan blockchain khusus untuk membebaskan diri dari keterbatasan jaringan pihak ketiga.
Pada tahun 2025, pemimpin industri seperti Pudgy Penguins dan Azuki menjadi pelopor solusi blockchain kustom.
Abstract chain milik Pudgy Penguins menghadirkan pengalaman Layer 2 yang ramah pengguna, dengan fitur inovatif "panoramic governance" dan pendaftaran email yang mulus.
Sementara itu, Azuki bekerja sama dengan Arbitrum membangun AnimeChain, yang kini menjadi pusat komunitas anime yang dinamis dengan dukungan token ANIME.
Blockchain khusus ini memungkinkan proyek memangkas biaya gas dan mengurangi kemacetan jaringan secara signifikan, membuka jalan bagi adopsi massal.
05 Prospek Pasar dan Peluang di Tahun 2026
Menatap tahun 2026, pasar NFT menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Prediction market Polymarket memperkirakan kemungkinan 65% terjadinya kebangkitan kripto di tahun 2026, dengan NFT dipandang sebagai motor inovasi berbasis utilitas.
Koleksi NFT papan atas sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang jelas. Berdasarkan data NFT CoinMarketCap, total kapitalisasi pasar NFT telah mencapai $828,4 juta, dengan volume perdagangan 24 jam melonjak 24%—menandakan minat investor yang kembali meningkat.
Meski beberapa proyek seperti Milady mengalami penurunan, koleksi seperti Lil Pudgys justru mencatat kenaikan impresif sebesar 144%. Di antara seri NFT terkemuka, Moonbirds mencatat pertumbuhan paling dramatis, dengan penjualan naik 141% dalam 24 jam terakhir.
Divergensi pasar ini menunjukkan investor kini lebih berhati-hati, memilih proyek yang menawarkan nilai dan utilitas jangka panjang dibandingkan hype sesaat.
06 Risiko dan Tantangan ke Depan
Terlepas dari prospek optimis, pasar NFT masih menghadapi tantangan besar. Yat Siu menyoroti perubahan sikap regulasi di Eropa, khususnya Prancis, sebagai hambatan utama pertumbuhan industri.
Isu keamanan juga menjadi perhatian penting. Sepanjang tahun lalu, Prancis mengalami serangkaian penculikan dan upaya penculikan yang menargetkan eksekutif dan investor kripto.
Yat Siu secara terbuka mengakui, "Banyak orang, termasuk saya, berusaha menghindari pergi ke Paris karena alasan keamanan."
Selain itu, volatilitas pasar dan persaingan tetap menjadi risiko yang terus-menerus. Prediction market memperkirakan tingkat kegagalan hingga 90% pada tahun 2026, menandakan sektor ini masih berada pada tahap awal.
Menatap Masa Depan
Para kolektor seni digital kini meneliti proyek NFT seketat mereka menilai keaslian lukisan Picasso, sementara NFT berbasis utilitas secara perlahan membangun jaringan nilai di sektor gim, AI, dan aset dunia nyata. Ketika blockchain khusus Pudgy Penguins memungkinkan transaksi berbiaya rendah dan NFT berbasis AI berinteraksi secara cerdas dengan pemegangnya, visi masa depan mulai terlihat jelas.
Pengamatan Yat Siu didukung data: meski total kapitalisasi pasar baru mencapai $828,4 juta, volume perdagangan 24 jam melonjak 24%. Pergeseran halus ini mengisyaratkan pasar mulai beralih dari spekulasi murni menuju pertukaran nilai yang digerakkan oleh permintaan dan utilitas nyata.


