Powell Dalam Penyelidikan Kriminal: Tantangan Belum Pernah Terjadi terhadap Independensi Kebijakan Moneter AS

Pasar
Diperbarui: 2026-01-12 08:20

Kontroversi seputar renovasi kantor pusat Federal Reserve di Washington dengan cepat berkembang menjadi krisis penuh terkait independensi bank sentral tersebut. Dalam pernyataan video yang dirilis pada 11 Januari, Ketua Fed Jerome Powell menanggapi dengan menegaskan bahwa investigasi kriminal oleh jaksa hanyalah dalih, dan isu sebenarnya berasal dari komitmen Fed untuk menetapkan suku bunga berdasarkan analisis ekonomi, bukan tekanan politik.

01 Berita Terkini

Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Columbia telah memulai investigasi kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell. Penyelidikan ini berfokus pada penanganan proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve di Washington dan apakah Powell telah menyesatkan Kongres terkait cakupan proyek tersebut.

Renovasi ini, dengan total biaya yang diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar, telah menuai kontroversi sejak awal. Proyek tersebut mencakup peningkatan penting seperti penghilangan asbes serta perbaikan sistem listrik dan ventilasi.

Investigasi ini dipicu oleh kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni lalu. Departemen Kehakiman telah mengeluarkan surat panggilan pengadilan (subpoena) kepada Fed, dengan ancaman tuntutan pidana.

02 Respons Tegas Powell

Dalam pernyataannya pada 11 Januari, Powell secara langsung mengaitkan investigasi kriminal ini dengan perbedaan pendapatnya dengan pemerintahan Trump terkait kebijakan suku bunga. Ia menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengatakan bahwa hal itu harus dilihat dalam konteks tekanan dan ancaman berulang dari pemerintahan saat ini.

Ia menegaskan secara jelas: "Ini hanyalah alasan. Ancaman tuntutan pidana sebenarnya muncul karena Federal Reserve selalu menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami demi kepentingan publik, bukan dengan mengikuti preferensi pribadi presiden secara membabi buta."

Powell menekankan inti permasalahan: "Ini tentang apakah Federal Reserve dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi—atau, dengan kata lain, apakah kebijakan moneter akan tunduk pada tekanan atau paksaan politik."

03 Reaksi Pasar yang Instan

Berita tentang investigasi ini langsung menggerakkan pasar keuangan secara cepat. Indeks Dolar AS dan kontrak berjangka saham AS turun di seluruh lini, sementara harga emas dan perak internasional melonjak tajam, mencetak rekor baru.

Hingga waktu publikasi, harga spot emas naik 1,88%, dan harga spot perak melonjak lebih dari 4%. Analis pasar mencatat bahwa jika situasi ini dipandang sebagai hambatan serius bagi kemampuan Powell untuk menjabat sebagai Ketua Fed, saham AS dan dolar bisa menghadapi tekanan penurunan lebih lanjut.

Respons pasar ini jelas mencerminkan kekhawatiran investor global terhadap ancaman terhadap independensi Fed. Kemampuan bank sentral untuk mengambil keputusan secara independen telah lama menjadi fondasi stabilitas keuangan global.

04 Pertarungan Politik yang Berkepanjangan

Investigasi ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri; ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan antara Trump dan Powell. Sejak Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada Januari lalu, ia berulang kali mendesak Fed untuk menurunkan suku bunga.

Trump bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan biaya pinjaman pemerintah. Karena Fed enggan melonggarkan suku bunga, ia telah beberapa kali menyerukan pengunduran diri Powell.

Presiden bahkan secara terbuka menyatakan, "Saya ingin memecatnya, tapi masa jabatannya hampir berakhir." Tekanan terbuka seperti ini sangat jarang terjadi dalam sejarah AS, memecah tradisi puluhan tahun Gedung Putih yang menghormati independensi Fed.

05 Respons dari Fed

Meski ada tekanan politik, perbedaan pendapat tetap terjadi di internal Fed terkait arah kebijakan suku bunga. Suku bunga dana federal saat ini berada di kisaran 3,5%–3,75%.

Gubernur Fed Steven Meilan memperkirakan suku bunga akan dipangkas sekitar 150 basis poin hingga tahun 2026 untuk mendukung pemulihan pasar tenaga kerja. Ia memproyeksikan inflasi inti akan berada di sekitar 2,3%, mendekati target Fed.

Namun, tidak semua pejabat setuju dengan jalur pelonggaran yang agresif ini. Sebagian besar cenderung mempertahankan suku bunga tetap, setidaknya sampai data lebih lanjut mengenai inflasi dan ketenagakerjaan tersedia. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menekankan bahwa kebijakan moneter ke depan harus "disesuaikan secara cermat."

06 Keterkaitan Kebijakan Moneter dan Pasar Kripto

Keputusan suku bunga Fed sangat erat kaitannya dengan pasar kripto. Kebijakan moneter yang lebih longgar sering mendorong aliran modal ke aset berisiko seperti kripto.

Berdasarkan data platform Gate per 12 Januari, pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan makro. Harga Bitcoin saat ini berfluktuasi di kisaran USD 189.000, dengan permintaan investor tetap kuat. Sementara itu, token platform Gate harga GT berada di USD 10,33, naik 0,70% dalam 24 jam terakhir.

Prediksi Citibank sebelumnya menunjukkan Bitcoin dapat mencapai USD 143.000 pada tahun 2026. Minat institusi terhadap aset digital terus tumbuh, dan pembatasan regulasi AS terhadap kripto diperkirakan akan semakin longgar.

07 Kontroversi Suksesi

Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei tahun ini. Trump telah mengindikasikan bahwa ia berharap mengumumkan pengganti Powell pada Januari 2026.

Pengamat pasar secara luas memperkirakan Trump mungkin akan menominasikan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, atau CIO Global Fixed Income BlackRock Rick Rieder.

Anggota Komite Perbankan Senat dan Senator Partai Republik Thom Tillis menyatakan ia akan "menolak konfirmasi atas setiap calon Federal Reserve—termasuk kekosongan posisi Ketua Fed yang akan datang—hingga masalah hukum ini sepenuhnya terselesaikan." Sikap ini dapat memperumit proses penunjukan Ketua Fed berikutnya.

Prospek

Ketika berita tentang investigasi kriminal terhadap Powell mencuat, dolar turun dan harga emas serta perak mencetak rekor baru. Hal ini menegaskan betapa pentingnya independensi Fed bagi pasar keuangan global.

Anggota Komite Perbankan Senat Thom Tillis telah mengumumkan penolakan untuk mengonfirmasi calon Fed mana pun kecuali investigasi ini benar-benar tuntas. Ini menunjukkan bahwa pertarungan politik seputar Fed kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan.

Terlepas dari hasil akhirnya, tarik-ulur antara kebijakan moneter AS dan kekuatan politik telah memasuki fase yang sangat tegang dan belum pernah terjadi sebelumnya. Investor sebaiknya memantau perkembangan secara cermat untuk menyesuaikan strategi mereka secara tepat waktu.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten