Di tengah volatilitas ekstrem di pasar kripto, bahkan perusahaan publik yang memegang aset digital dalam jumlah besar pun tidak kebal terhadap gejolak. ProCap Financial (NASDAQ: BRR), sebuah perusahaan treasury Bitcoin terkemuka yang dipimpin oleh investor kripto ternama Anthony Pompliano, kini menghadapi krisis kepercayaan yang serius. Setelah harga sahamnya anjlok 85% dari rekor tertinggi, tim manajemen meluncurkan program pembelian kembali saham secara agresif dalam upaya memulihkan kepercayaan investor. Artikel ini akan mengulas secara mendalam situasi yang tengah dihadapi ProCap, langkah-langkah penyelamatan yang diambil, serta kinerja pasarnya di platform Gate.
Anjlok 85%: Dari Primadona Pasar Menuju Titik Terendah
Sebagai "perusahaan treasury Bitcoin", model bisnis inti ProCap Financial sangat erat kaitannya dengan harga Bitcoin. Perusahaan ini memegang sejumlah besar Bitcoin di neraca keuangannya, sehingga nilai asetnya secara teori akan berfluktuasi sejalan dengan harga BTC. Namun, kinerja perusahaan di pasar sekunder menunjukkan adanya permasalahan yang lebih mendalam.
Berdasarkan data pasar, BRR ditutup pada harga $2,42 pada 24 Februari. Harga ini jauh dari puncaknya—turun 85% dari rekor tertinggi yang dicapai tahun lalu, dan anjlok 76% hanya dalam enam bulan terakhir. Sebagai perbandingan, meskipun Bitcoin juga mengalami pelemahan baru-baru ini—turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke level $64.888—penurunan BRR jauh melampaui penurunan Bitcoin sebesar 49% pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa investor menjual BRR bukan hanya karena sentimen negatif terhadap Bitcoin, tetapi juga karena kekhawatiran terhadap model bisnis atau struktur tata kelola perusahaan.
Diskon NAV Signifikan: Pemicu Langsung Pembelian Kembali Saham
Anjloknya harga saham telah memunculkan fenomena keuangan yang tidak lazim: kapitalisasi pasar ProCap kini jauh di bawah nilai aset bersih (NAV) perusahaan. Berdasarkan pengungkapan perusahaan dan berbagai laporan media, ProCap saat ini memegang 5.007 BTC senilai sekitar $325 juta, ditambah sekitar $70 juta dalam bentuk kas. Setelah dikurangi obligasi konversi sebesar $100 juta, NAV perusahaan berada di kisaran $305 juta.
Namun, kapitalisasi pasar perusahaan kurang dari $202 juta. Artinya, di pasar saham, investor dapat membeli perusahaan yang memiliki aset bersih $305 juta hanya dengan harga di bawah $202 juta. Secara per saham, NAV ProCap sekitar $3,65, sedangkan harga saham saat ini hanya $2,42—diskon sekitar 35%.
Anthony Pompliano menggambarkan situasi ini dengan gamblang: "Minggu lalu, kami membeli saham senilai $1 hanya dengan harga sekitar $0,65." Diskon yang dalam inilah yang menjadi alasan paling langsung dan kuat bagi inisiatif pembelian kembali saham perusahaan.
Program Buyback: Langkah Berani Manajemen Menyelamatkan Diri
Menghadapi krisis kepercayaan dan harga saham yang tertekan, manajemen ProCap mengambil tindakan tegas. Perusahaan mengumumkan bahwa pada Jumat, 20 Februari, mereka telah membeli kembali 148.241 saham BRR di pasar terbuka, senilai sekitar $359.000. Ini bukan langkah satu kali, melainkan bagian dari program buyback saham yang telah diluncurkan sejak Desember 2025. Hingga saat ini, perusahaan telah membeli kembali sekitar 2% dari total saham yang beredar.
Pompliano menegaskan bahwa selama harga pasar masih jauh di bawah NAV, perusahaan akan terus melakukan buyback saham secara "agresif". Selain aksi korporasi, Pompliano secara pribadi telah menginvestasikan $1 juta dana pribadinya untuk membeli saham perusahaan, dan ia juga mengaitkan insentif ekuitasnya langsung dengan harga saham—ia hanya akan menerima insentif jika harga saham mencapai $15. Penyelarasan kepentingan ini dimaksudkan untuk memberikan sinyal kuat kepada pasar mengenai keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan.
Prospek: Mampukah Buyback Membalikkan Keadaan?
Secara teori, program buyback seharusnya dapat membantu mendongkrak harga saham. Pertama, dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, buyback secara langsung meningkatkan laba per saham dan NAV per saham. Kedua, membeli kembali saham ketika harga pasar jauh di bawah nilai intrinsik adalah strategi investasi nilai klasik yang menguntungkan pemegang saham yang tersisa. Komitmen Pompliano untuk terus melakukan buyback pada dasarnya membuat perusahaan "membeli di harga bawah" sahamnya sendiri, yang seiring waktu diharapkan dapat memperkecil gap antara harga pasar dan NAV.
Namun, tantangan tetap ada. Kinerja BRR sangat bergantung pada harga Bitcoin. Jika BTC gagal stabil dan pulih, basis aset ProCap akan terus tertekan, dan level NAV pun bisa kembali tergerus. Selain itu, pemulihan kepercayaan pasar membutuhkan waktu. Meskipun manajemen telah melakukan berbagai upaya, respons investor masih harus ditunggu—volume transaksi dan tren harga di masa mendatang akan menjadi indikator utama. Investor di Gate sebaiknya memantau secara cermat frekuensi dan besaran buyback ProCap berikutnya, serta tren pasar Bitcoin secara keseluruhan.
Kesimpulan
Bagi investor di platform Gate yang mengikuti saham publik terkait kripto, kasus ProCap memberikan banyak pelajaran berharga. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan dengan label "treasury Bitcoin" pun menghadapi berbagai tantangan, termasuk sentimen pasar, likuiditas, dan diskon NAV.
Program buyback yang sedang berjalan merupakan upaya penyelamatan krusial dari ProCap setelah harga sahamnya anjlok 85%. Keberhasilan dalam mengembalikan nilai $1 pada harga saham tidak hanya bergantung pada komitmen Pompliano terhadap buyback, tetapi juga pada pemulihan yang lebih luas di pasar Bitcoin. Saat memperdagangkan BRR di Gate, investor perlu memandangnya sebagai proksi leverage terhadap Bitcoin dan mempertimbangkan secara cermat potensi pemulihan diskon maupun risiko yang menyertainya.


