Bagaimana prospek perdagangan kripto di Arab Saudi? Arab Saudi muncul sebagai ekonomi kripto dengan pertumbuhan tercepat di Timur Tengah

Pasar
Diperbarui: 2025-11-18 09:28

Seiring Arab Saudi mempercepat strategi Vision 2030 untuk diversifikasi ekonomi, kerajaan ini secara perlahan muncul sebagai kekuatan besar dalam lanskap kripto di Timur Tengah.

Menurut Chainalysis, Arab Saudi mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 153% antara Juli 2023 hingga Juni 2024, menjadikannya ekonomi kripto dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

01 Lonjakan Pasar: Tiga Juta Warga Saudi Memilih Kripto

Pasar mata uang kripto di Arab Saudi tengah mengalami pertumbuhan yang eksplosif. Negara Teluk ini tidak hanya memiliki basis pengguna yang besar, tetapi juga menyimpan potensi ekspansi yang signifikan.

Statistik menunjukkan bahwa pada 2024, sekitar 3 juta warga Saudi—hampir 15% dari populasi dewasa negara tersebut—telah memiliki atau memperdagangkan mata uang kripto.

Angka ini menonjol secara global, menegaskan tingginya minat masyarakat Saudi terhadap aset digital.

Yang lebih mencolok lagi adalah lonjakan volume perdagangan. Pada 2022, volume perdagangan kripto di Arab Saudi melonjak hingga 195%.

Meski angka pasti untuk 2025 masih berupa proyeksi, tren yang ada menunjukkan bahwa volume perdagangan tahunan dapat menembus beberapa miliar Riyal Saudi, didorong oleh meningkatnya minat baik dari investor ritel maupun institusi.

Generasi muda Saudi sangat terbuka terhadap kripto. Sekitar 63% populasi berusia di bawah 30 tahun, dan demografi muda ini secara alami lebih akrab dengan inovasi digital.

Dengan penetrasi smartphone di atas 95% dan tingkat penggunaan internet yang tinggi, kondisi di Arab Saudi sangat ideal untuk adopsi kripto secara luas.

02 Pendorong Pertumbuhan: Menjelajah Ekonomi di Luar Minyak

Ekonomi kripto yang berkembang pesat di Arab Saudi bukanlah kebetulan; ini merupakan hasil dari berbagai faktor, dengan keselarasan terhadap tujuan diversifikasi ekonomi nasional sebagai yang utama.

Bagi banyak warga Saudi, mata uang kripto bukan sekadar alat spekulasi—melainkan cara untuk mendiversifikasi portofolio investasi dan mengurangi ketergantungan pada pasar properti serta saham tradisional.

Perubahan ini mencerminkan dorongan yang lebih luas menuju kemandirian finansial.

Stablecoin mendominasi perdagangan kripto di Arab Saudi, menyumbang sekitar 65% dari seluruh transaksi.

Data ini menunjukkan bahwa pengguna Saudi menghargai keunggulan teknologi kripto, namun tetap mengutamakan stabilitas aset, terutama di tengah volatilitas pasar global.

Transfer dalam jumlah besar menjadi penggerak utama aktivitas kripto di Arab Saudi. Data menunjukkan lebih dari 93% transfer kripto bernilai di atas $10.000, menandakan partisipasi institusi yang aktif. Pasar telah bergerak melampaui spekulasi ritel murni dan kini semakin matang.

Dari sisi regulasi, Arab Saudi belum memperkenalkan kerangka kerja Virtual Asset Service Provider (VASP) yang komprehensif, namun telah menunjukkan keterbukaan untuk mengeksplorasi aset digital.

Pada 2022, Bank Sentral Saudi (SAMA) menunjuk Mohsen Al Zahrani sebagai "Crypto Lead", menandakan minat untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem perbankan.

03 Dominasi Stablecoin: Pembayaran Kripto Lampaui Visa

Di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), stablecoin menunjukkan potensi luar biasa, bahkan melampaui raksasa pembayaran tradisional.

Pada 2024, volume transaksi stablecoin global mencapai $27,6 triliun, melampaui volume pembayaran Visa sebesar $13 triliun dengan selisih 7,7%.

Pencapaian ini menegaskan dominasi stablecoin dalam keuangan digital.

Pertumbuhan stablecoin sangat menonjol di negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA, dengan pertumbuhan transaksi tahunan mencapai 12%.

Di UEA, stablecoin menyumbang 51% dari seluruh transaksi kripto, dengan arus masuk mencapai $9,8 miliar—naik 55% dibandingkan 2023.

Stablecoin dengan cepat mendapatkan tempat di Arab Saudi karena menawarkan solusi praktis, khususnya untuk pembayaran lintas negara, dengan efisiensi lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

Biaya transaksi stablecoin bisa serendah 0,1%, dibandingkan 1% hingga 3% pada jaringan pembayaran tradisional seperti Visa.

Keunggulan biaya ini sangat menarik bagi komunitas ekspatriat besar di Arab Saudi, yang mencapai 88,5% dari populasi dan sangat bergantung pada remitansi lintas negara.

04 Tokenisasi Real World Asset (RWA): Pertumbuhan Senyap Arbitrum

Meski volatilitas pasar masih tinggi, tokenisasi aset dunia nyata (RWA) terus menunjukkan momentum di platform seperti Arbitrum, membuktikan potensi teknologi kripto untuk terintegrasi dengan ekonomi riil.

Data on-chain yang dibagikan Lendra menunjukkan bahwa Arbitrum telah berhasil men-tokenisasi 780 aset, dengan nilai RWA real-time melebihi $90.000.

Basis aset berbobot risiko yang terus bertumbuh ini memberikan dukungan fundamental bagi ARB, memastikan adopsi berkelanjutan bahkan di tengah pelemahan harga.

Ekspansi nilai tokenisasi yang berlanjut ini pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen pasar, menandakan bahwa meski menghadapi tantangan teknis saat ini, ekosistem ARB terus bertumbuh secara senyap.

05 Strategi Investasi: Menemukan Peluang di Pasar Volatil

Ambil contoh Arbitrum (ARB). Token ini baru-baru ini menyentuh titik terendah tiga bulan, diperdagangkan di kisaran $0,24.

Situasi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang.

Struktur harga ARB saat ini menunjukkan bahwa ia terjebak dalam rentang konsolidasi makro utama, mengikuti pola kanal menurun. Upaya untuk kembali ke kisaran tengah di sekitar $0,28 selalu gagal.

Sepanjang pekan lalu, volume perdagangan turun signifikan. Data historis menunjukkan bahwa ketika ARB memasuki fase penurunan volume rendah, rebound besar berikutnya sering terjadi di area yang sebelumnya menyerap likuiditas.

Bagi analis teknikal, penembusan di bawah $0,24 mengarah ke zona konsolidasi struktural berikutnya di sekitar $0,22, diikuti oleh klaster likuiditas utama di dekat $0,20.

Untuk membalikkan tren bearish ini, harga perlu naik ke $0,27–$0,28, disertai peningkatan volume.

Beberapa analis meyakini ARB sedang memasuki fase kompresi dengan volatilitas menurun—sering kali menjadi pendahulu ekspansi tajam.

Mereka mengamati kemungkinan pemulihan di $0,245, dengan antisipasi momentum dapat terbentuk dari titik tersebut. Kisaran masuk mereka ditetapkan di $0,23–$0,24, dengan target $0,29 dan stop-loss di $0,20.

06 Konteks Global: Kebijakan Perdagangan dan Arus Modal Timur Tengah

Peristiwa global juga memengaruhi pasar kripto Arab Saudi. Baru-baru ini, perubahan kebijakan tarif oleh mantan Presiden AS Trump memicu volatilitas pasar yang turut merembet ke sektor kripto.

Pekan lalu, sentimen risk-off mendominasi, membuat Bitcoin turun 7%.

Seiring perubahan kebijakan tarif, pasar saham melonjak tajam sementara harga minyak anjlok ke titik terendah dalam empat tahun, menandakan lemahnya permintaan global.

Volatilitas global semacam ini meningkatkan ketidakpastian bagi negara produsen minyak dan pusat perdagangan seperti Arab Saudi.

Meski AS bukan pasar ekspor utama bagi Arab Saudi atau UEA, harga minyak yang lemah dan ketidakstabilan ekonomi global tetap dapat memengaruhi ekosistem perdagangan mereka.

Dalam konteks ini, kripto dapat menjadi alat lindung nilai bagi investor Saudi. Jika kekhawatiran resesi meningkat, investor Saudi dapat mengalokasikan 10% hingga 15% portofolio mereka ke aset digital untuk mencari imbal hasil yang tidak berkorelasi.

Terdapat indikasi arus modal aktif dari Timur Tengah. Laporan menyebutkan dana kekayaan negara UEA meningkatkan kepemilikan Bitcoin sebesar 230%, kini mencapai $517 juta.

07 Prospek ke Depan: Arah Aset Kripto di Arab Saudi

Ke depan, pasar kripto Arab Saudi memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Pada 2025, UEA diperkirakan memiliki 3,78 juta pengguna kripto, dan antusiasme ritel di Arab Saudi menempatkannya sebagai pelopor di bidang ini.

Trader berpengalaman kerap menggunakan stablecoin sebagai saluran keluar, seperti penarikan bank, perdagangan P2P, atau desk OTC.

Seiring Arab Saudi melanjutkan agenda Vision 2030, teknologi kripto dan blockchain diprediksi memegang peranan penting dalam diversifikasi ekonomi nasional.

Vision 2030 menargetkan pengurangan ketergantungan pada minyak, dengan sasaran ekonomi digital senilai $133 miliar pada 2030.

Mata uang kripto sangat selaras dengan visi ini, menawarkan jalur baru bagi warga Saudi untuk menciptakan kekayaan di luar industri tradisional.

Dengan raksasa keuangan global seperti Goldman Sachs yang membuka kantor di Riyadh, batas antara keuangan tradisional dan kripto semakin kabur. Hal ini menunjukkan Arab Saudi mungkin segera memperjelas sikapnya terhadap bursa dan aset—berpotensi membuka jalan bagi platform seperti Gate untuk beroperasi secara lebih formal.

Outlook

Di Gate, trader Saudi dapat mengakses beragam aset kripto, termasuk stablecoin, ARB, dan berbagai aset ter-tokenisasi lainnya. Seiring Arab Saudi terus mendorong diversifikasi ekonomi, keterkaitan kripto dengan masa depan kerajaan akan semakin kuat.

Dengan ragam aset yang luas dan layanan lokal yang terus ditingkatkan, Gate menjadi gerbang utama bagi trader kripto Saudi untuk menjelajahi dunia aset digital.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten