Perak tengah mengalami reli yang mengejutkan para investor global. Memasuki tahun 2026, harga spot perak di London telah menembus angka $117 per ons, berulang kali mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.
Pada saat yang sama, iShares Silver Trust (SLV), sebuah exchange-traded fund (ETF) yang melacak harga perak, mencatat lonjakan volume perdagangan harian hingga hampir $40 miliar.
Angka ini tidak hanya menyaingi nilai transaksi harian salah satu ETF terbesar dunia—S&P 500 ETF—tetapi juga jauh melampaui volume perdagangan saham harian Nvidia ($23 miliar) dan Tesla ($22 miliar).
01 Euforia Pasar
Pasar perak sedang mengalami euforia perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan data inti yang benar-benar menakjubkan.
Volume perdagangan harian ETF iShares Silver Trust (SLV) telah melonjak dari sekitar $2 miliar hanya beberapa bulan lalu menjadi hampir $40 miliar baru-baru ini.
Ini menandai peningkatan volume perdagangan hampir 20 kali lipat dalam waktu singkat. Sebagai perbandingan, raksasa teknologi Nvidia dan Tesla mencatat volume perdagangan saham harian masing-masing sebesar $23 miliar dan $22 miliar—keduanya tertinggal jauh oleh ETF perak.
Pergerakan harga perak pun tak kalah dramatis. Sepanjang 2025, harga perak lebih dari dua kali lipat, dan memasuki Januari 2026, reli semakin kencang dengan kenaikan bulanan mendekati 60%.
Jika momentum ini bertahan hingga akhir bulan, ini akan menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1979.
02 Pemicu Reli
Apa yang mendorong "kereta cepat" di pasar perak ini? Analisis menunjukkan bahwa pergerakan harga kali ini sebagian besar didorong oleh spekulasi murni, bukan lagi fundamental ekonomi tradisional.
Gelombang investor ritel secara kolektif menjadi ciri utama fase ini. Menurut firma riset pasar VandaTrack, hanya dalam satu hari—Senin, 26 Januari—investor individu mengalirkan dana bersih sekitar $171 juta ke iShares Silver Trust.
Ini merupakan arus masuk terbesar dalam satu hari sepanjang sejarah dana tersebut, hampir dua kali lipat rekor sebelumnya yang tercipta saat "short squeeze perak" pada 2021.
Analis Vanda, Ashwin Bhakre, menyatakan secara lugas, "Perak kini menjadi target terpanas bagi investor ritel."
Data mereka juga menunjukkan bahwa "momentum turnover" perak (ukuran percepatan perdagangan) melonjak hingga 11,55 kali lipat dari level normal, bahkan melampaui Nvidia yang sebesar 7,54 kali pada periode yang sama.
"Secara relatif, momentum perburuan di perak kini melebihi perdagangan saham AI klasik."
03 Resonansi dan Divergensi Global
Euforia perak tidak hanya terjadi di pasar AS—ini merupakan fenomena modal global. Di London, pusat perdagangan logam mulia fisik terbesar dunia, harga acuan perak sore hari sempat menembus $111 per ons.
Sementara itu, pada 27 Januari, Shanghai Gold Exchange mencetak rekor tertinggi baru untuk perak, dengan harga acuan sebesar 28.346 yuan per kilogram. Sejak akhir 2025, harga perak domestik di Tiongkok telah naik 66,7% secara year-to-date.
Permintaan kuat di Tiongkok menjadi faktor utama penopang harga. Pada 27 Januari, harga acuan perak di Tiongkok hampir $17 per ons lebih tinggi dibandingkan di London, mencerminkan permintaan domestik yang sangat kuat.
Analis institusi menafsirkan hal ini sebagai berikut: "Investor terdorong oleh ketakutan ketinggalan momentum, menggunakan perak sebagai substitusi emas dan lindung nilai makro-geopolitik. Permintaan fisik tetap menjadi pendorong utama."
04 Dinamika di Balik Layar
Namun di balik euforia bullish ini, tengah berlangsung "pertaruhan dua arah" yang signifikan.
Di satu sisi, data Vanda menunjukkan ETF leveraged yang bertaruh terhadap perak—seperti ProShares UltraShort Silver (ZSL)—juga mencatat arus masuk yang sangat tinggi.
Ini menunjukkan banyak investor ritel menggunakan leverage untuk bertaruh pada potensi kejatuhan harga perak dalam waktu dekat. Para analis menyebut, investor tengah melakukan "perang dua front" di pasar perak.
Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar berpengalaman menyuarakan kekhawatiran serius terhadap reli saat ini. Tom Sosnoff, pendiri LossDog, menggambarkan pergerakan harga perak baru-baru ini sebagai "perdagangan saham meme", yang ditandai dengan volume besar dan volatilitas ekstrim.
Ia menegaskan, "Emas dan perak, dalam beberapa hal, benar-benar menjadi ‘komoditas meme’ tahun 2026. Pergerakan harga perak benar-benar terlalu liar."
05 Perspektif Kripto
Ketika pasar komoditas tradisional memanas akibat reli perak, investor cerdas juga mempertimbangkan dampak tren ini terhadap dunia kripto. Dalam hal ini, Gate sebagai bursa kripto global terkemuka, menyediakan jembatan bagi pengguna untuk menangkap peluang rotasi pasar seperti ini.
Sebagai contoh, token platform Gate, GT, juga menunjukkan performa stabil di pasar belakangan ini.
Per 28 Januari 2026, harga terbaru GT tercatat $9,94, naik 0,60% dalam 24 jam terakhir dan 2,00% dalam 7 hari terakhir.
Volume perdagangan 24 jam mencapai $3.113.763, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,13 miliar. Pasangan perdagangan GT/USDT tetap menjadi salah satu pasar paling aktif di Gate, menawarkan likuiditas yang melimpah bagi investor.
Selain itu, Gate secara rutin memberikan pembaruan pasar secara tepat waktu. Misalnya, protokol cross-chain Wormhole diperkirakan akan membuka kunci 1,28 miliar token W pada 3 April 2026—sekitar 28,39% dari total pasokan beredar saat ini. Peristiwa seperti ini dapat memengaruhi likuiditas pasar dan patut menjadi perhatian investor.
Bagi mereka yang ingin menangkap tren logam mulia sekaligus pertumbuhan aset digital, platform seperti Gate menawarkan pintu masuk yang praktis, memungkinkan pengelolaan portofolio aset terdiversifikasi dalam satu tempat.
Kilau perak kini mengalahkan bahkan saham teknologi terpanas. Di puncaknya, volume perdagangan harian ETF perak menembus $40 miliar—nyaris dua kali lipat nilai transaksi harian Nvidia.
Para trader di London terpaku pada layar saat angka melonjak, sementara Shanghai Gold Exchange mencetak rekor harga baru. Meski analis memperingatkan bahwa ini adalah euforia "komoditas meme" yang bisa berbalik arah jika momentum memudar, untuk saat ini, perak jelas menjadi bintang paling terang di panggung modal global.


