Biaya kepemilikan Bitcoin milik Strategy semakin jauh menyimpang dari harga pasar saat ini. Berdasarkan estimasi terbaru, kerugian belum terealisasi perusahaan tersebut semakin dalam sejak kuartal keempat tahun lalu, bahkan sempat melampaui angka USD 5 miliar.
Harga Bitcoin telah turun lebih dari 35% sejak mencapai puncak di atas USD 126.000 pada Oktober 2025. Koreksi tajam ini mengguncang kepercayaan pasar terhadap siklus "halving empat tahunan" yang selama ini dianggap tradisional.
Gejolak Pasar
Pasar Bitcoin tengah menghadapi ujian berat, dengan penurunan harga yang berkelanjutan memicu evaluasi ulang terhadap teori siklus yang telah mapan. Berdasarkan data platform Gate, per 5 Februari 2026, harga Bitcoin telah turun ke kisaran USD 69.000.
Level harga ini memberikan tekanan besar bagi perusahaan publik Strategy yang memegang sejumlah besar Bitcoin. Data menunjukkan bahwa per 25 Januari, Strategy memiliki total 712.647 BTC dengan biaya rata-rata kepemilikan sekitar USD 76.037 per koin.
Antara 20 hingga 25 Januari, Strategy menambah 2.932 BTC dengan harga rata-rata sekitar USD 90.000. Saat ini, harga Bitcoin hampir 10% di bawah garis biaya rata-rata kepemilikan mereka.
Dilema Siklus
Teori "siklus empat tahunan" Bitcoin menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Setelah halving tahun 2024, pasar tidak menunjukkan reli bullish berkelanjutan seperti yang diharapkan banyak pihak.
Secara historis, Bitcoin mencatat kenaikan tahunan sebesar 5.500%, 1.300%, dan 60% pada tahun-tahun setelah halving 2013, 2017, dan 2021 masing-masing. Namun, Bitcoin menutup tahun 2025 dengan penurunan sekitar 6% secara tahunan.
Kinerja yang menyimpang ini menandai retakan mendasar pertama pada model siklus tradisional. Para analis meyakini bahwa melemahnya efek siklus mencerminkan perubahan struktural yang tak terhindarkan di pasar Bitcoin.
Di masa lalu, investor ritel dan pelaku awal mendominasi pasar, sehingga pengurangan pasokan akibat halving berdampak langsung pada dinamika permintaan dan penawaran. Kini, investor institusi memegang Bitcoin dalam jumlah besar melalui ETF dan instrumen lainnya, sehingga mekanisme respons pasar pun berubah.
Pergeseran Struktural
Perubahan struktur pasar menjadi alasan utama keruntuhan model siklus tradisional. Munculnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat dan produk institusi serupa telah mengunci sejumlah besar Bitcoin dalam portofolio jangka panjang.
Hal ini mengurangi dampak langsung peristiwa halving terhadap pasokan yang beredar. Di sisi lain, kapitalisasi pasar Bitcoin telah melampaui USD 1,5 triliun, sehingga setiap pengurangan pasokan akibat halving memiliki efek yang semakin kecil terhadap pasar secara keseluruhan.
Faktor makroekonomi kini menjadi penggerak utama harga Bitcoin. Sebagai aset global bernilai triliunan dolar, pergerakan harga Bitcoin kini semakin berkorelasi dengan kebijakan Federal Reserve dan likuiditas dolar global.
Penurunan tajam di awal Februari 2026 secara luas dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan penguatan dolar AS—dua peristiwa risiko makro utama. Data menunjukkan bahwa pada 1 Februari saja, lebih dari USD 2,5 miliar posisi long dilikuidasi di seluruh jaringan.
Divergensi Pasar
Pasar saat ini menunjukkan tanda-tanda divergensi yang jelas. Di satu sisi, pemegang besar seperti Strategy menghadapi tekanan hebat; di sisi lain, pelaku pasar lain menunjukkan perilaku yang sangat berbeda.
Data on-chain mengungkapkan bahwa alamat kecil yang memegang kurang dari 10 BTC terus melakukan penjualan, sementara alamat "whale" yang memegang lebih dari 1.000 BTC justru melakukan akumulasi secara diam-diam.
Kepemilikan whale telah kembali ke level tertinggi sejak akhir 2024, menandakan bahwa pemegang jangka panjang yang tangguh tengah menyerap aksi jual yang dipicu kepanikan.
Pengamatan pasar di platform Gate menunjukkan bahwa meskipun tekanan pasar secara keseluruhan tinggi, beberapa sektor niche tetap aktif. Proyek seperti Hyperliquid (HYPE), yang berfokus pada perdagangan kontrak logam mulia, belakangan masih menerima arus modal yang kuat.
Prospek
Pasar Bitcoin kemungkinan sedang bertransisi dari volatilitas siklus menuju struktur pasar yang lebih matang. Menyatakan siklus empat tahunan "berakhir" mungkin terlalu dini, namun jelas bahwa siklus tersebut kini "berevolusi."
Ke depan, pasar diperkirakan akan menunjukkan tiga karakteristik utama: siklus yang lebih panjang, volatilitas yang secara sistematis lebih rendah, dan pengaruh faktor makroekonomi yang semakin besar.
Seiring pertumbuhan kapitalisasi pasar dan semakin dalamnya partisipasi institusi, volatilitas Bitcoin diperkirakan akan menurun secara bertahap, dengan fluktuasi harga yang tidak lagi terlalu ekstrem dan durasi siklus yang lebih lama.
Investor perlu lebih memperhatikan tren makroekonomi global dan kebijakan moneter—bukan sekadar menghitung mundur menuju halving berikutnya. Indikator utama meliputi keputusan suku bunga Federal Reserve dan besaran defisit fiskal.
Bahkan di masa konsolidasi atau penurunan, protokol dan aplikasi baru akan terus menciptakan tren independen di sektor-sektor niche. Pelaku pasar sebaiknya lebih fokus pada peluang struktural daripada hanya mengandalkan prediksi siklus.
Kesimpulan
Fokus kini tertuju pada level support utama Bitcoin berikutnya. Angka USD 77.000 bukan hanya garis biaya rata-rata kepemilikan Strategy—tetapi juga dapat menjadi ujian penting bagi kepercayaan pasar.
Jika Bitcoin menembus level ini dan terus turun, posisi leverage yang lebih banyak berpotensi dilikuidasi, sehingga volatilitas pasar bisa semakin meningkat. Sementara itu, akumulasi yang berlanjut oleh para whale sangat kontras dengan aksi jual investor ritel.
Narasi mengenai siklus halving empat tahunan kini tengah dievaluasi ulang, dan model tradisional tidak lagi sepenuhnya mampu menjelaskan perilaku pasar saat ini. Seiring semakin eratnya hubungan Bitcoin dengan makroekonomi global, pergerakan harga akan menjadi semakin kompleks dan multidimensi.
Penyesuaian pasar kali ini mungkin bukan pertanda berakhirnya siklus, melainkan awal babak baru—yang dibentuk oleh modal institusi, kekuatan makroekonomi, dan inovasi yang terus berlangsung, seiring semakin matangnya pasar aset digital.


