Di Balik Lonjakan Pendapatan 65% Telegram: Bagaimana Ekosistem Kripto Mengubah Model Bisnis Raksasa Media Sosial

Pasar
Diperbarui: 2026-01-07 07:34

Pada paruh pertama tahun 2025, pendapatan Telegram melonjak hingga mencapai USD 870 juta, menandai kenaikan sebesar 65% dibandingkan USD 525 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari mata uang kripto dalam ekosistemnya, Toncoin (TON). Perjanjian eksklusif terkait TON menyumbang sekitar USD 300 juta dalam pendapatan, atau sepertiga dari total pendapatan Telegram.

01 Lonjakan Pendapatan dan Target Tahunan

Kinerja keuangan Telegram mengalami percepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data keuangan yang belum diaudit yang dilaporkan oleh Financial Times, platform pesan yang ramah kripto ini menghasilkan pendapatan sebesar USD 870 juta pada paruh pertama tahun 2025.

Angka ini menunjukkan peningkatan luar biasa sebesar 65% dibandingkan USD 525 juta yang dilaporkan pada paruh pertama tahun 2024.

Perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh pendirinya, Pavel Durov, telah menetapkan target ambisius sebesar USD 2 miliar untuk pendapatan sepanjang tahun 2025. Dengan pencapaian USD 870 juta pada paruh pertama, Telegram perlu menghasilkan tambahan USD 1,13 miliar pada paruh kedua untuk mencapai target tahunan tersebut.

Upaya komersialisasi Telegram tampak semakin dipercepat. Berbeda dengan pendapatan USD 1,4 miliar dan laba bersih USD 540 juta pada tahun 2024, platform ini sebelumnya mencatat kerugian bersih sebesar USD 173 juta pada tahun 2023. Pergeseran dramatis dari kerugian besar menjadi profitabilitas yang signifikan ini menandai keberhasilan pelaksanaan strategi monetisasi mereka.

02 Mesin Pertumbuhan: Komersialisasi Ekosistem Kripto

Data keuangan menunjukkan bahwa pertumbuhan Telegram sebagian besar didorong oleh integrasi mendalam dengan ekosistem kripto. Dari total pendapatan USD 870 juta pada paruh pertama, sekitar USD 300 juta berasal dari apa yang disebut "perjanjian kemitraan eksklusif" yang erat kaitannya dengan mata uang kripto asli Telegram, Toncoin (TON).

Artinya, pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas terkait TON kini menyaingi sumber pendapatan tradisional seperti periklanan dan layanan berlangganan.

Di luar perjanjian eksklusif, lini bisnis lain Telegram juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Layanan langganan premium menyumbang USD 223 juta dalam pendapatan, sementara pendapatan iklan naik menjadi USD 125 juta.

Menariknya, marketplace Fragment milik Telegram dan berbagai pembelian dalam aplikasi sangat bergantung pada TON sebagai alat penyelesaian transaksi, yang semakin memperdalam keterkaitan perusahaan dengan ekosistem kripto.

Basis pengguna platform ini terus berkembang, kini mencapai lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, dengan sekitar 500 juta pengguna aktif harian. Jumlah pelanggan berbayar melonjak dari 4 juta pada akhir 2023 menjadi 15 juta, mencerminkan permintaan yang kuat terhadap layanan bernilai tambah.

03 Kerugian Bersih: Logika Kripto

Meski mencatat kinerja pendapatan yang kuat, Telegram membukukan kerugian bersih lebih dari USD 220 juta pada paruh pertama 2025, berbanding terbalik dengan laba bersih USD 334 juta yang dilaporkan pada periode yang sama tahun 2024.

Perubahan drastis dari laba menjadi rugi ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai kepemilikan Toncoin milik Telegram.

Menurut CoinGecko, harga Toncoin turun sekitar 69% sepanjang tahun 2025. Depresiasi tajam ini memaksa Telegram melakukan penurunan nilai (write-down) terhadap aset kriptonya, yang berujung pada kerugian keuangan yang signifikan.

Secara ironis, aksi jual besar-besaran yang dilakukan Telegram sendiri kemungkinan turut berkontribusi pada penurunan harga TON. Perusahaan mengungkapkan kepada investor bahwa mereka telah menjual token TON senilai lebih dari USD 450 juta sepanjang tahun tersebut. Berdasarkan data pasar saat pelaporan, aksi jual ini setara dengan sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar TON yang mencapai USD 4,6 miliar.

Hingga akhir Juni, total aset digital Telegram turun dari USD 1,3 miliar setahun sebelumnya menjadi USD 787 juta, dengan penurunan terutama disebabkan oleh penjualan token dan turunnya harga.

04 Risiko dan Prospek IPO

Meski Telegram terus mendapatkan manfaat dari ekosistem kriptonya, perusahaan juga menghadapi serangkaian tantangan risiko. Sekitar USD 500 juta obligasi perusahaan dibekukan di lembaga penyimpanan efek pusat Rusia akibat sanksi Barat terhadap Rusia.

Meskipun juru bicara Telegram menyatakan bahwa obligasi tersebut diterbitkan pada 2021 dan perusahaan "tidak bergantung pada Rusia atau modal Rusia," situasi ini menyoroti eksposur risiko Telegram di Rusia.

Telegram telah menerbitkan beberapa obligasi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk obligasi konversi senilai USD 1,7 miliar pada Mei 2025. Pendukung saat ini termasuk raksasa investasi BlackRock dan dana kekayaan negara Abu Dhabi, Mubadala. Laporan menyebutkan perusahaan telah membeli kembali sebagian besar obligasi yang jatuh tempo pada 2026.

Pendiri Pavel Durov juga tengah menghadapi penyelidikan resmi oleh otoritas Prancis, yang menuduh platform tersebut belum cukup menangani konten kriminal. Ketidakpastian hukum ini dianggap sebagai hambatan utama dalam proses potensi IPO Telegram.

Kemitraan dengan xAI—melalui integrasi chatbot Grok dan pembagian pendapatan—berpotensi menghadirkan peluang pertumbuhan baru bagi Telegram, meskipun detail spesifik belum diungkapkan.

05 Perspektif Gate: Dinamika Ekosistem Kripto dan Pasar Perdagangan

Bagi para trader dan investor di Gate, laporan keuangan Telegram menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem kripto mulai menyatu dengan model bisnis tradisional. Sebagai salah satu platform sosial ramah kripto terbesar di dunia, jalur komersialisasi Telegram secara langsung memengaruhi arah pasar kripto secara lebih luas.

Saat ini, Toncoin (TON) diperdagangkan di kisaran USD 1,93. Meski ini merupakan penurunan tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa di USD 8,25, harga tersebut masih menunjukkan kenaikan lebih dari 60% dibandingkan setahun lalu. Fluktuasi harga ini menyoroti volatilitas tinggi yang melekat pada pasar kripto.

Laporan keuangan Telegram juga menegaskan tantangan umum bagi proyek kripto: ketergantungan berlebihan pada satu aset. Ketika sepertiga dari total pendapatan perusahaan bergantung langsung pada kinerja harga TON, fluktuasi pasar akan berdampak besar pada kesehatan keuangan—sebuah peringatan bagi proyek yang sangat terhubung dengan tokennya sendiri.

Bagi yang memantau sektor ini, memantau TON dan proyek ekosistem terkait secara real-time di Gate menjadi sangat penting. Data dan alat analisis terkini yang disediakan platform dapat membantu investor mengambil keputusan yang lebih tepat.

Perjalanan komersialisasi Telegram juga membuktikan potensi besar dari model "sosial + keuangan". Seiring semakin banyak platform sosial yang mengeksplorasi strategi monetisasi serupa, mata uang kripto akan terus memperkuat perannya sebagai instrumen transfer nilai, yang berpotensi menciptakan peluang perdagangan dan tren pasar baru.

06 Kesimpulan

Kinerja keuangan Telegram pada paruh pertama 2025 menyajikan gambaran yang kompleks namun sarat pelajaran. Di satu sisi, pendapatan USD 870 juta dan pertumbuhan tahunan 65% menunjukkan keberhasilan luar biasa perusahaan dalam monetisasi.

Namun di sisi lain, kerugian bersih lebih dari USD 220 juta mengungkap dampak signifikan volatilitas harga aset kripto terhadap model bisnis yang sedang berkembang.

Untuk mencapai target pendapatan tahunan USD 2 miliar, Telegram harus menghasilkan USD 1,13 miliar pada paruh kedua, yang menuntut perusahaan tidak hanya mempertahankan momentum pertumbuhan saat ini, tetapi juga semakin mendiversifikasi sumber pendapatannya.

Tantangan yang dihadapi Telegram cukup besar—mulai dari pembekuan obligasi senilai USD 500 juta, masalah hukum yang dihadapi Durov di Prancis, hingga ketergantungan tinggi pada ekosistem TON. Risiko-risiko yang saling terkait ini membuat prospek IPO perusahaan di masa depan sangat tidak pasti.

Bagi pengamat dan pelaku industri kripto, kisah Telegram menjadi pelajaran nyata tentang menyeimbangkan inovasi, pertumbuhan, dan risiko. Seiring semakin eratnya keterkaitan antara platform sosial dan ekosistem kripto, model bisnis serupa kemungkinan akan makin sering dijumpai, dan keberhasilan maupun tantangan Telegram akan memberi wawasan berharga bagi seluruh industri.

Dalam menjelajahi dunia kripto, portofolio yang terdiversifikasi dan penilaian risiko yang matang tetap menjadi fondasi utama untuk berpartisipasi jangka panjang di ruang inovatif ini.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten