Dompet Telegram Resmi Mendukung Setoran Aset Lintas Rantai Multi-Chain, Menandai Momen Penting bagi Ekosistem TON

Diperbarui: 2026-02-12 05:17

Dalam proses adopsi arus utama terhadap Web3, salah satu tantangan terbesar selalu adalah "bagaimana membantu pengguna non-native untuk masuk ke ekosistem baru secara mulus." Kini, hambatan tersebut telah mengalami terobosan besar di dalam ekosistem Telegram.

Wallet di Telegram secara resmi mengumumkan bahwa TON Wallet self-custodial kini sepenuhnya mendukung Cross-Chain Deposits. Pembaruan ini berarti lebih dari 100 juta pengguna wallet aktif Telegram tidak lagi perlu memiliki aset ekosistem TON terlebih dahulu atau melakukan operasi manual melalui bridge pihak ketiga yang rumit. Kini, mereka dapat langsung menyetorkan USDC atau USDT dari blockchain utama seperti Ethereum, Solana, TRON, dan BNB Chain, serta BTC, ETH, SOL, dan aset utama lainnya, ke dalam ekosistem TON dengan rasio hampir 1:1—secara mulus dan tanpa hambatan.

Cross-Chain Deposits: Dari "Pulau Aset" Menjadi "Satu Pintu Masuk"

Berdasarkan pengumuman resmi, peningkatan ini didukung oleh infrastruktur dasar dari MoonPay. Logika utamanya adalah mengemas proses konversi cross-chain di sisi backend. Di sisi frontend, pengguna cukup memilih saluran "Stablecoin" atau "Cryptocurrency Lain" untuk menyelesaikan setoran.

Detail fitur:

  • Saluran stablecoin: Pengguna dapat menyetorkan USDC atau USDT dari Ethereum, Solana, TRON, BSC, Polygon, Arbitrum, dan Base. Sistem secara otomatis mengonversi aset tersebut dengan rasio 1:1 menjadi USDT di jaringan TON.
  • Saluran koin utama: Pengguna dapat menyetorkan BTC, ETH, atau SOL. Sistem secara otomatis mengonversi aset tersebut menjadi Toncoin dan langsung mengkreditkannya ke wallet self-custodial.
  • Pratinjau penarikan: Tim resmi telah mengumumkan dukungan penarikan balik yang akan datang, memungkinkan pengguna untuk menarik USDT (TON) kembali ke USDT atau USDC di blockchain lain.

Desain ini sepenuhnya menghapus syarat kaku "harus membeli TON sebelum menggunakan ekosistem TON." Bagi pengguna Gate, hal ini sangat meningkatkan fleksibilitas alokasi aset—menghilangkan kebutuhan konversi dan transfer berulang antar exchange dan wallet, serta memungkinkan akses langsung ke aplikasi GameFi dan DeFi Telegram yang berkembang pesat.

Analisis Harga TON: Ketahanan di Tengah Pemulihan Bertahap

Per 12 Februari 2026 (UTC), data pasar Gate menunjukkan:

  • Harga terkini The Open Network (TON): $1,36
  • Volume perdagangan 24 jam: $1,37 juta
  • Perubahan harga 24 jam: +4,45%
  • Kapitalisasi pasar: $3,31 miliar
  • Jumlah sirkulasi: 2,44 miliar TON

Data on-chain menunjukkan TON rebound dengan cepat dari level terendah $1,28 ke $1,36 dalam 24 jam terakhir, menandakan pola pembentukan dasar dan pemulihan. Meski TON turun 21,77% dalam 30 hari terakhir, peluncuran fitur cross-chain deposit ini bertepatan dengan zona oversold secara teknikal, dan sentimen pasar perlahan beralih dari pesimistis menjadi netral.

Pandangan proyeksi netral:

Dari sisi fundamental, peningkatan fitur ini secara langsung menjawab "ketergantungan aset native" di ekosistem TON. Data historis menunjukkan bahwa pembaruan infrastruktur serupa (seperti onboarding cross-chain Arbitrum) kerap memicu koreksi valuasi token native secara bertahap. Menurut model prediksi harga TON dari Gate, TON diperkirakan akan berfluktuasi antara $1,26 hingga $1,59 pada 2026, dengan rata-rata harga sekitar $1,35. Jika fitur cross-chain deposit ini berhasil mengonversi basis pengguna Telegram yang ada, kapitalisasi pasar TON berpotensi pulih secara bertahap menuju nilai fully diluted ($6,97 miliar).

Dari "Cross-Chain Rumit" Menjadi "Operasi Tak Terlihat": Lompatan Generasi dalam Pengalaman Pengguna

Titik nyeri terbesar wallet self-custodial tradisional adalah tingginya biaya edukasi untuk setoran pertama kali. Pengguna biasanya harus membeli aset di exchange terpusat, menarik ke jaringan tertentu, dan mengotorisasi kontrak melalui DApp—satu kesalahan saja dapat mengakibatkan kehilangan aset.

Pembaruan terbaru Telegram Wallet pada dasarnya mengintegrasikan backend likuiditas enterprise-grade MoonPay dengan frontend sosial Telegram secara mendalam. Seperti yang disampaikan oleh pendiri Wallet, Andrew Rogozov, "Masuk dan keluar dari ekosistem TON seharusnya semudah menggunakan wallet kustodian, namun tetap mempertahankan kebebasan self-custody."

Filosofi ini sangat selaras dengan advokasi Gate yang telah lama menekankan otonomi aset pengguna. Bagi trader profesional, hal ini berarti biaya friksi arbitrase yang lebih rendah. Bagi pengguna umum, ini menjadi pengalaman "cross-chain tanpa hambatan" yang sesungguhnya untuk pertama kali.

Wawasan Ekosistem Gate: Likuiditas Cross-Chain Jadi Medan Persaingan Baru Exchange

Sebagai pemimpin global dalam perdagangan kripto, Gate secara aktif memantau ekosistem TON dan potensi integrasinya dengan Telegram. Peluncuran fitur cross-chain deposit di TON Wallet menandai pergeseran peran wallet non-kustodian—dari sekadar alat penyimpanan menjadi lapisan agregasi cross-chain.

Dengan jumlah registrasi wallet Telegram yang telah melampaui 150 juta, ekosistem TON kini bukan lagi rantai aplikasi yang terisolasi. TON kini mendukung jaringan multi-nilai yang mencakup sosial, pembayaran, dan gaming. Gate akan terus menyediakan lingkungan perdagangan yang aman untuk TON dan aset ekosistem terkait, serta secara aktif memberikan pembaruan kepada pengguna mengenai dampak fitur ini terhadap aktivitas on-chain dan likuiditas aset.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten