Pada awal Januari 2026, platform kontrak koleksi digital Trove meluncurkan ICO dengan valuasi fully diluted (FDV) sebesar $20 juta, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar $2,5 juta.
Namun, serangkaian langkah kontroversial yang diambil oleh tim menyebabkan harga token anjlok tajam setelah terdaftar di Gate, dengan FDV merosot hingga di bawah $1 juta.
01 Narasi Proyek
Trove awalnya menghadirkan visi yang menarik. Platform ini memosisikan dirinya sebagai bursa kontrak perpetual terdesentralisasi yang berfokus pada koleksi dan aset dunia nyata.
Narasi utamanya berpusat pada transformasi "aset budaya" yang tidak likuid—seperti kartu Pokémon, skin CS:GO, dan jam tangan mewah—menjadi instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan, sehingga memberikan alat lindung nilai baru bagi para kolektor.
Untuk membangun narasi ini, Trove melakukan berbagai langkah pada akhir 2025. Mereka mengumumkan kemitraan dengan platform pasar prediksi Kalshi dan penyedia data koleksi CARDS, bahkan memperoleh dukungan resmi dari CARDS.
02 Gejolak ICO dan Kontroversi Aturan
Pada 6 Januari 2026, Trove secara resmi mengumumkan ICO dengan FDV $20 juta, menargetkan penggalangan dana sebesar $2,5 juta.
Proyek ini menetapkan aturan partisipasi khusus: pemegang poin Trove mendapat alokasi prioritas, di mana pengguna yang memiliki antara 250.000 hingga 10 juta poin berhak atas alokasi 10% hingga 20% lebih besar dibanding non-pemegang.
ICO ini langsung mengalami kelebihan permintaan, dan akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $11,5 juta—4,6 kali lipat dari target awal. Kurang dari dua jam sebelum jadwal penutupan ICO, tim tiba-tiba mengumumkan perpanjangan selama lima hari, dengan alasan untuk "memastikan alokasi yang adil".
Data on-chain mengungkapkan bahwa beberapa dompet melakukan taruhan tepat di pasar prediksi Polymarket sesaat sebelum pengumuman perpanjangan, dan segera keluar setelah pengumuman tersebut memicu lonjakan harga.
03 Runtuhnya Kepercayaan dan "Chain Swap" Darurat
Ketika komunitas semakin vokal mempertanyakan perpanjangan ICO, tim Trove tiba-tiba membatalkan keputusan tersebut dan menutup ICO sesuai jadwal semula. Sikap yang berubah-ubah ini semakin mengikis kepercayaan investor.
Pukulan nyata terjadi pada 17 Januari. Trove secara mendadak mengumumkan akan meninggalkan ekosistem Hyperliquid yang selama ini mereka promosikan, dan memilih untuk menerbitkan token di Solana.
Bagi proyek yang telah menggalang dana dengan mengusung diri sebagai inisiatif ekosistem Hyperliquid, langkah ini merupakan pembalikan total, mengingkari janji dan narasi utama yang telah dibangun.
04 Kejatuhan Harga dan Kerugian Investor
Pada 20 Januari 2026, token TROVE mulai diperdagangkan di Gate dan bursa lainnya. Berbanding terbalik dengan FDV $20 juta dan antusiasme tinggi saat ICO, harga token langsung anjlok saat peluncuran.
Berdasarkan data pasar, FDV TROVE merosot hingga di bawah $1 juta setelah listing, turun lebih dari 95% dari valuasi ICO. Hal ini membuat investor penjualan publik menghadapi kerugian besar yang belum terealisasi.
Tabel berikut membandingkan ekspektasi ICO Trove dengan performa aktual pasca-listing:
| Metrik | Ekspektasi/Setting Awal ICO | Performa Aktual Pasca-Listing/Respon Pasar |
|---|---|---|
| Fully Diluted Valuation | $20 juta | Turun di bawah $1 juta |
| Target Penggalangan Dana ICO | $2,5 juta | Kelebihan permintaan hingga $11,5 juta |
| Token Generation Event | 20 Januari 2026 | Berjalan sesuai jadwal, namun harga anjlok |
| Narasi Inti & Ekosistem | Collectibles Perp DEX berbasis Hyperliquid | Beralih ke Solana di menit akhir, mengingkari janji |
| Prioritas Investor | Alokasi ekstra untuk pemegang poin | Tindakan negatif menyebabkan kerugian besar bagi seluruh peserta |
05 Kontroversi Utama dan Peringatan untuk Industri
Kontroversi terkait Trove jauh melampaui sekadar kejatuhan harga. Peneliti on-chain ZachXBT mengungkapkan bahwa tim Trove membayar biaya pemasaran hingga $45.000 kepada seorang key opinion leader (KOL), dengan dana dikirim langsung ke alamat deposit situs judi milik KOL tersebut.
KOL lain juga membongkar bahwa tim secara privat menawarkan alokasi ICO pada valuasi serendah $8,5 juta—diskon 60%—serta bonus airdrop besar-besaran. Hal ini sangat bertolak belakang dengan FDV publik $20 juta dan menimbulkan kekhawatiran terkait distribusi yang tidak adil.
Yang lebih meragukan lagi adalah latar belakang tim. Tangkapan layar percakapan yang bocor mengindikasikan bahwa anggota inti kemungkinan berbasis di Iran. Meski proyek mengklaim mematuhi regulasi EU MiCA, kini mereka menghadapi tuduhan iklan palsu dan potensi penipuan, sehingga membuka peluang bagi investor untuk menempuh jalur hukum.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi industri kripto, khususnya bagi investor yang ingin masuk lebih awal di proyek baru. Kasus ini memperlihatkan risiko besar yang tersembunyi di balik narasi menarik dan data jangka pendek ketika tidak ada audit ketat dan transparansi tim.
Prospek ke Depan
Per 20 Januari, harga perdagangan TROVE di Gate telah jatuh jauh di bawah harga ICO. Di Polymarket, pasar prediksi sempat menunjukkan probabilitas 90% bahwa TROVE akan turun di bawah harga penawaran, namun kenyataan ternyata lebih pahit.
Cetak biru awal proyek ini adalah menjadi platform transformatif untuk finansialisasi koleksi. Kini, yang tersisa hanyalah forum komunitas yang dipenuhi diskusi tentang hak investor dan potensi gugatan hukum.
Dalam waktu singkat, tim berpindah dari mengakuisisi token HYPE untuk integrasi ekosistem, mencatat volume perdagangan testnet lebih dari $1 juta, hingga akhirnya meninggalkan ekosistem awal dan melepas aset dengan harga murah. Rangkaian peristiwa ini menjadi salah satu kasus paling mengundang perhatian di pasar kripto pada awal tahun ini.


