"Cara menjalankan negara seperti ini tidak dapat diterima. Saya harap kita semua sepakat bahwa pemerintah tidak boleh lagi mengalami penutupan," ujar Trump di Gedung Putih saat menandatangani rancangan undang-undang anggaran tersebut. Kebuntuan politik yang dimulai pada 1 Oktober ini telah menjadi penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah Amerika Serikat, berlangsung selama 43 hari penuh dan melampaui rekor sebelumnya selama 34 hari pada 2018–2019.
DPR meloloskan kesepakatan bipartisan ini dengan suara 222 berbanding 209, setelah itu Trump menandatanganinya menjadi undang-undang. RUU ini akan membiayai operasional pemerintah hingga 30 Januari, mengembalikan posisi bagi pegawai federal yang dirumahkan, serta memulai kembali banyak layanan pemerintah yang sebelumnya dihentikan.
01 Penutupan Berakhir
Pemerintah federal AS akhirnya kembali beroperasi. RUU anggaran sementara yang disahkan Kongres ini menghentikan kebuntuan politik selama 43 hari.
Penutupan ini berdampak pada sekitar 1,25 juta pegawai federal, yang terpaksa cuti tanpa dibayar atau bekerja tanpa gaji, sehingga menimbulkan kerugian upah sebesar USD 1,6 miliar.
Gangguan penerbangan menjadi hal yang lumrah selama penutupan. Karena kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara, Federal Aviation Administration harus memerintahkan maskapai mengurangi jumlah penerbangan.
02 Peluang Baru bagi Pasar Kripto
Dengan dibukanya kembali pemerintahan, legislasi dan tinjauan regulasi terkait kripto yang sebelumnya tertunda akan kembali masuk agenda.
Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) akan kembali beroperasi penuh. Selama penutupan, kedua regulator utama ini hanya dapat menangani hal-hal darurat.
Ketua SEC, Paul Atkins, sebelumnya telah menyatakan bahwa lembaganya berencana memperkenalkan "pengecualian inovasi" pada akhir tahun, yang memungkinkan perusahaan dengan cepat "meluncurkan produk dan layanan on-chain ke pasar."
Inisiatif ini sempat tertunda akibat penutupan, namun kini tampak akan kembali dipercepat.
03 Perkembangan Regulasi Kembali Bergerak
Selama penutupan, beberapa perusahaan berhasil mencatatkan produk kripto seperti SOL, Litecoin, dan HBAR menggunakan pernyataan pendaftaran S-1 tanpa "amandemen tertunda."
Pendekatan nontradisional ini membuka jalur baru untuk pencatatan produk kripto.
Dengan SEC kembali beroperasi, lembaga ini kemungkinan akan memprioritaskan tumpukan aplikasi exchange-traded fund (ETF) kripto spot yang tertunda.
Washington Research Group dari TD Cowen mencatat bahwa SEC dapat mengeluarkan keringanan pengecualian, artinya SEC dapat memberikan dispensasi kepada entitas tertentu dari beberapa aturan di bawah kondisi tertentu.
04 Respons Pasar dan Prospek
Akhir dari penutupan pemerintah terjadi di momen penting, saat pasar kripto mencari katalis untuk keluar dari rentang perdagangan yang stagnan belakangan ini.
Di Gate, per 14 November, harga Bitcoin menunjukkan pemulihan yang stabil, sementara Ethereum tetap kokoh di atas level support utama.
Secara historis, penyelesaian kebuntuan fiskal AS sering kali mendorong arus modal ke sektor berpertumbuhan tinggi, termasuk investasi blockchain.
Dengan ekspektasi investor institusi yang akan meningkatkan alokasi dana ke ETF kripto, likuiditas dan stabilitas pasar diperkirakan akan membaik.
05 Potensi Tantangan
Meski pemerintah telah kembali beroperasi, perpecahan politik yang mendasari terjadinya penutupan masih belum terselesaikan.
RUU anggaran sementara ini hanya membiayai operasional pemerintah hingga 30 Januari, sehingga potensi kebuntuan baru dapat terjadi pada awal 2026.
Partai Demokrat awalnya memblokir RUU anggaran karena ingin memperpanjang subsidi asuransi kesehatan di bawah Affordable Care Act, yang kini akan berakhir pada Januari.
RUU pembukaan kembali pemerintah ini tidak mencakup perpanjangan subsidi yang diminta oleh Partai Demokrat.
06 Rekomendasi Strategi Trading
Dengan pemerintah kembali berjalan, pelaku pasar kripto sebaiknya mempertimbangkan strategi berikut:
Pantau perkembangan regulasi secara saksama. Pernyataan resmi dan panduan dari SEC maupun CFTC terkait aset kripto dapat memicu volatilitas pasar.
Diversifikasi portofolio. Pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke sektor decentralized finance (DeFi) dan token berbasis AI, karena sektor ini berpotensi diuntungkan dari regulasi yang lebih jelas.
Terapkan kontrol risiko yang ketat. Meski pembukaan kembali pemerintah menjadi sinyal positif, volatilitas pasar bisa tetap terjadi, sehingga penggunaan stop-loss dapat membantu melindungi modal.
Amati korelasi dengan pasar tradisional. Pergerakan di pasar saham, terutama saham teknologi, dapat memberikan sinyal awal bagi tren pasar kripto.
Prospek ke Depan
Pemerintah memang sudah kembali dibuka, namun pertanyaan yang lebih besar adalah apakah pintu regulasi benar-benar akan terbuka bagi dunia kripto. Dengan SEC dan CFTC kembali beroperasi penuh, tumpukan aplikasi ETF dan regulasi kripto yang belum terselesaikan akan kembali menjadi sorotan.
Krisis pendanaan berikutnya diperkirakan terjadi pada 30 Januari, namun bagi industri kripto, dua setengah bulan ke depan bisa menjadi periode krusial yang menentukan arah masa depan.


