Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan bahwa dalam program pembelian kembali obligasi mingguan pada 14 Januari, mereka menerima obligasi jangka panjang tidak likuid senilai USD 2 miliar. Surat utang ini, dengan jatuh tempo antara 2046 hingga 2055, dianggap kurang likuid. Departemen Keuangan mengaktifkan kembali program dukungan likuiditas ini pada Mei 2024 untuk membantu para dealer bertransaksi lebih lancar di pasar obligasi senilai USD 28 triliun.
Rincian Transaksi
Pembelian kembali pada 14 Januari merupakan bagian dari operasi rutin manajemen likuiditas Departemen Keuangan. Pada putaran ini, diterima obligasi jangka panjang tidak likuid senilai USD 2 miliar, seluruhnya jatuh tempo antara 2046 hingga 2055. Berbeda dengan penerbitan obligasi baru, pembelian kembali ini bertujuan memberikan dukungan likuiditas kepada para dealer, sehingga mereka dapat mengelola surat utang yang kurang aktif diperdagangkan. Program ini diaktifkan kembali pada Mei 2024, dengan fokus khusus pada aset kurang likuid di pasar obligasi AS.
Komunitas kripto merespons positif kabar ini, dengan sebagian pihak melihatnya sebagai suntikan likuiditas ke dalam sistem keuangan. Namun, sejumlah pelaku pasar lainnya tetap berhati-hati, mencatat bahwa ini hanyalah operasi pemeliharaan rutin di pasar obligasi AS dan dampaknya terhadap pasar yang lebih luas kemungkinan terbatas.
Perspektif Makro
Pasar obligasi pemerintah AS bukan hanya yang terbesar di dunia, tetapi juga menjadi fondasi sistem keuangan global. Dengan nilai mencapai USD 28 triliun, pasar ini menjadi pusat arus modal dunia. Meski operasi pembelian kembali Departemen Keuangan tergolong kecil, langkah ini mencerminkan fokus pemerintah yang berkelanjutan terhadap likuiditas pasar. Dukungan likuiditas semacam ini dapat memunculkan efek limpahan pada aset berisiko. Ketika pasar obligasi berjalan lancar, investor cenderung lebih berani mengambil risiko, yang secara tidak langsung dapat mendorong kinerja aset berisiko, termasuk kripto.
Melihat latar makroekonomi yang lebih luas, ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve di masa depan juga mulai bergeser. Beberapa analis memprediksi The Fed mungkin akan mempertimbangkan program pembelian Treasury bills sekitar USD 45 miliar per bulan. Meski berbeda tujuan dengan pembelian kembali Departemen Keuangan, keduanya sama-sama berperan menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan. Jika The Fed benar-benar menerapkan rencana ini, langkah tersebut dapat melengkapi program pembelian kembali Departemen Keuangan dan secara bersama-sama membentuk kondisi likuiditas pasar.
Keterkaitan Stablecoin
Hubungan antara stablecoin dan pasar obligasi pemerintah AS semakin erat. Undang-Undang Regulasi Stablecoin, yang akan berlaku pada 2025, mewajibkan stablecoin didukung oleh aset yang relatif aman seperti obligasi pemerintah AS, uang tunai, dan simpanan bank. Dalam kerangka regulasi ini, penerbit stablecoin utama seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) akan mengalokasikan sebagian besar cadangannya pada obligasi pemerintah AS. Estimasi konservatif menunjukkan sekitar 80% cadangan stablecoin sudah diinvestasikan pada surat utang pemerintah.
Menteri Keuangan AS, Scott Besant, memprediksi bahwa dalam jangka panjang, pertumbuhan stablecoin dapat menciptakan permintaan baru terhadap obligasi pemerintah hingga USD 2 triliun, sehingga membantu mengatasi tantangan pembiayaan pemerintah. Citibank juga membuat proyeksi serupa, memperkirakan bahwa pada 2030, permintaan stablecoin terhadap obligasi pemerintah bisa mencapai antara USD 1,6 triliun hingga USD 3,7 triliun. Permintaan baru ini mulai membentuk ulang pasar obligasi. Dalam laporan keuangan kuartal pertama, Tether mengungkapkan kepemilikan obligasi pemerintah AS mendekati USD 120 miliar—jumlah yang melampaui kepemilikan obligasi pemerintah oleh negara seperti Jerman.
Jeff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, mencatat bahwa ketika pasar stablecoin mencapai USD 750 miliar, dapat terjadi "titik balik", di mana permintaan pasar saja memungkinkan stablecoin memengaruhi penerbitan obligasi pemerintah, kebijakan moneter, dan struktur pasar obligasi.
Respons Kripto
Meski skala pembelian kembali obligasi pemerintah relatif kecil, pasar kripto menunjukkan reaksi yang cukup nyata terhadap kabar ini. Sensitivitas ini berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap perubahan likuiditas belakangan ini.
Berdasarkan data pasar Gate per 16 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat USD 95.837,1, turun 0,66% dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) diperdagangkan di USD 3.317,35, dengan perubahan 24 jam sebesar -0,32%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kripto utama tetap relatif stabil setelah pengumuman pembelian kembali obligasi pemerintah. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai USD 1,9 triliun dengan pangsa pasar 56,44%, sementara kapitalisasi pasar Ethereum berada di USD 401,16 miliar dengan pangsa 11,74%.
Patut dicatat, meski terjadi sedikit penurunan dalam 24 jam terakhir, Bitcoin baru-baru ini menembus level USD 96.000, mencetak rekor tertinggi baru untuk 2026. Analis pasar mencatat bahwa di kisaran USD 95.000 hingga USD 103.300, level resistensi relatif terbatas, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan harga lebih lanjut.
Prospek Pasar
Pasar kripto saat ini sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas makro. Operasi pembelian kembali obligasi pemerintah, potensi ekspansi pembelian obligasi oleh The Fed, serta meningkatnya permintaan stablecoin terhadap surat utang pemerintah bersama-sama membentuk latar likuiditas yang memengaruhi pasar aset digital. Tahun 2026 bisa menjadi tahun yang menentukan. Beberapa analis mencatat sekitar USD 33 triliun utang akan jatuh tempo di negara maju pada 2026, menciptakan "tembok refinancing" yang masif. Di satu sisi, hal ini dapat menyerap likuiditas pasar dan menekan aset berisiko; di sisi lain, dapat mendorong bank sentral mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk menjawab tantangan tersebut.
Standard Chartered memproyeksikan bahwa, dengan semakin luasnya kasus penggunaan dan kejelasan regulasi, pasar stablecoin yang dipatok USD bisa tumbuh lebih dari tiga kali lipat dari ukuran saat ini pada akhir 2026. Jika prediksi ini terwujud, permintaan stablecoin terhadap surat utang pemerintah akan semakin berkembang, memperdalam keterkaitan antara pasar kripto dan keuangan tradisional.
Bagi pengguna Gate, memahami dinamika likuiditas yang saling terhubung ini menjadi semakin penting. Pasar kripto tidak lagi berjalan secara terpisah; kinerjanya kini dipengaruhi oleh pasar obligasi pemerintah, kebijakan bank sentral, dan arus modal global.
Jalinan koneksi di dunia keuangan kini mulai terlihat dalam cara-cara yang tak terduga. Pada hari yang sama ketika Departemen Keuangan AS membeli kembali obligasi jangka panjang senilai USD 2 miliar, volume perdagangan Bitcoin di Gate tetap tinggi, dan proporsi surat utang pemerintah dalam cadangan stablecoin meningkat secara diam-diam. Di balik peristiwa yang tampak tidak berkaitan ini, terbentuk jaringan arus modal yang semakin menghubungkan keuangan tradisional dan dunia kripto. Ketika penerbit stablecoin menjadi pemilik utama surat utang pemerintah dan operasi likuiditas obligasi pemerintah memengaruhi sentimen pasar kripto, batas antara kedua dunia ini mulai memudar. Ke depan, bahkan perubahan kecil pada imbal hasil obligasi pemerintah dapat langsung tercermin pada harga Bitcoin, sementara pergerakan pasar kripto bisa memengaruhi proyeksi permintaan surat utang pemerintah.


