Meskipun tantangan di lingkungan makro masih berlangsung, para pembangun sejati tidak pernah menghentikan langkah mereka. Di pasar kripto tahun 2026, pergeseran modal mulai beralih dari spekulasi tanpa arah menuju penangkapan nilai yang lebih rasional. Baru-baru ini, sebuah pengumuman pendanaan membangkitkan antusiasme industri bak percikan api di musim dingin: Based, sebuah super app kelas konsumen yang dibangun di atas Hyperliquid, telah menyelesaikan pendanaan Seri A senilai $11,5 juta yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura terkemuka Pantera Capital, dengan partisipasi dari Coinbase Ventures, Wintermute Ventures, dan lainnya.
Ini bukan sekadar suntikan modal—ini adalah sinyal jelas arah pasar. Pembayaran Web3 dan infrastruktur komposabel kini muncul sebagai pendorong utama siklus baru. Di "Tahun Utilitas" yang banyak dibicarakan, selain sorotan pada AI Agents, sektor infrastruktur mana yang diam-diam menarik investasi dari institusi papan atas? Berdasarkan data pasar terbaru dari Gate, artikel ini bertujuan untuk memberikan kejelasan di tengah keraguan.
Apa yang Membuat Based Menjadi "Arus Hangat"?
Di tengah situasi di mana modal masih berhati-hati, Based berhasil menarik perhatian Pantera berkat metrik bisnis yang mengesankan dan model komersial yang jelas. Berdasarkan pengungkapan resmi, hanya dalam delapan bulan sejak diluncurkan, Based telah mengumpulkan lebih dari 100.000 pengguna terdaftar, volume perdagangan kumulatif hampir $40 miliar, dan total pendapatan sekitar $14 juta.
Based bertujuan menyelesaikan salah satu masalah terbesar di dunia kripto—fragmentasi. Platform ini mengintegrasikan perdagangan kontrak perpetual, pasar prediksi, dan pembayaran kripto dunia nyata (seperti kartu kripto) dalam satu antarmuka terpadu. Mitra Pantera, Jay Yu, berkomentar, "Jika Hyperliquid membangun rumah keuangan, Based adalah pintu depannya." Model super app ini—"perdagangkan segalanya, belanjakan di mana saja"—dikombinasikan dengan fokus strategis pada "Agentic Commerce" berbasis AI, menempatkan Based sebagai gerbang masa depan untuk lalu lintas institusional.
Tiga Jalur Infrastruktur Menjanjikan
Kebangkitan Based bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Faktanya, ini hanyalah puncak dari tren industri yang lebih dalam. Melihat logika investasi perusahaan seperti Pantera dan evolusi teknologi menuju 2026, terdapat tiga jalur infrastruktur utama yang menunjukkan daya tarik modal yang kuat.
AI Agent Payment Rails: Dari "Persetujuan Manusia" Menuju "Perdagangan Mesin"
Agar AI Agents benar-benar mampu menjalankan ekonomi otonom, kapabilitas pembayaran menjadi bagian terakhir yang harus dilengkapi. Tiger Research mencatat bahwa entitas pembayaran kini beralih dari manusia ke AI Agents.
Saat ini, raksasa teknologi seperti Google sedang membangun sistem pembayaran otomatis berbasis persetujuan melalui protokol AP2. Solusi asli kripto melangkah lebih jauh: dengan menggabungkan ERC-8004 (NFT identitas dan reputasi) dengan x402 (standar pembayaran), AI Agents dapat melakukan transaksi antar mesin (A2A) secara otomatis tanpa perantara. Sebagai contoh, asisten AI Anda dapat secara mandiri memesan server, membeli layanan API, atau bahkan melakukan pembayaran mikro untuk memperoleh gambar eksklusif. Pantera memprediksi bahwa kerangka pembayaran berbasis x402 akan berkembang pesat pada 2026, dengan Solana berpotensi melampaui Base dalam volume transaksi. Hal ini menciptakan permintaan besar untuk pembaruan total infrastruktur pembayaran.
Stablecoin dan RWA: Lapisan Penyelesaian Keuangan Web3
"2026 akan menjadi tahun utilitas bagi aset kripto," ujar Managing Partner Pantera, Paul Veradittakit, di Consensus, menyoroti tema investasi seperti tokenisasi RWA (real-world assets) dan stablecoin.
Stablecoin kini tidak lagi sekadar satuan hitung untuk perdagangan kripto—mereka berkembang menjadi lapisan penyelesaian global untuk pembayaran. Laporan bersama SNZ Holding dan Nanyang Technological University, "Top 10 Blockchain Industry Trends for 2026," juga menyoroti bahwa stablecoin akan menjadi titik fokus baru pembayaran global pada 2026, sementara RWA bergerak dari konsep menjadi produk, dengan obligasi pemerintah on-chain dan manajemen kas menjadi kebutuhan utama.
Data pasar mengonfirmasi arus modal ini. Data on-chain menunjukkan bahwa pada 24 Februari, sekitar $1,02 juta token ONDO berpindah dari hot wallet Coinbase ke Gate, mencerminkan permintaan investor yang kuat terhadap aset RWA unggulan.
Intent-Centric Architecture dan Account Abstraction: Menurunkan Hambatan Adopsi Web3
Keberhasilan Based juga berakar dari pengalaman pengguna "kelas konsumen" yang dihadirkan melalui arsitektur berbasis intent. Pengguna tidak lagi perlu memikirkan rute backend atau mekanisme gas—mereka cukup menyampaikan keinginan, seperti "Saya ingin membelanjakan $200 untuk jaket," dan sistem secara otomatis menangani proses bidding dan eksekusi di balik layar.
Vitalik Buterin baru-baru ini mengusulkan mekanisme simulasi transaksi untuk meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna Ethereum, dengan fokus pada keselarasan antara intent pengguna dan hasil eksekusi. Adopsi luas smart account membawa interaksi on-chain ke dalam kehidupan sehari-hari, itulah sebabnya platform seperti Gate terus mengoptimalkan pengalaman dompet dan menurunkan hambatan pengguna.
Kesimpulan
Musim dingin modal tidak pernah membekukan inovasi sejati. Pendanaan terbaru Based membuktikan bahwa komposabilitas, pengalaman kelas konsumen, dan pendapatan riil kini menggantikan narasi pasar semata sebagai standar valuasi baru.
Menatap 2026, paruh kedua bull market akan menjadi milik proyek infrastruktur yang benar-benar membawa kripto ke kehidupan sehari-hari—baik itu memungkinkan transaksi AI otonom, menghubungkan keuangan tradisional dengan RWA on-chain, maupun menghadirkan pengalaman pengguna tanpa hambatan melalui lapisan berbasis intent. Sebagai gerbang menuju dunia kripto, Gate akan terus memantau "arus hangat" ini dan menemani Anda di setiap siklus bull maupun bear market.


