Fokus Baru Pertemuan Gedung Putih: Mengapa Imbal Hasil Stablecoin Menarik Perwakilan Bank Tradisional untuk Pertama Kalinya?

Pasar
Diperbarui: 2026-02-09 08:32

Terdapat perbedaan mendasar antara bank dan industri kripto terkait imbal hasil stablecoin. Bank memandang stablecoin berimbal hasil sebagai ancaman bagi bisnis simpanan tradisional, sementara sektor kripto menganggapnya sebagai fitur standar sekaligus pendorong utama inovasi dalam keuangan digital.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Gedung Putih telah mengeluarkan arahan tegas kepada seluruh pihak terkait: capai kompromi atas bahasa legislasi mengenai imbal hasil stablecoin sebelum akhir bulan ini.

Latar Belakang dan Urgensi Pertemuan Gedung Putih

Kebuntuan regulasi stablecoin di Amerika Serikat semakin memanas di Washington. Pada 2 Februari 2026, Gedung Putih mengadakan pertemuan tertutup yang dipimpin oleh penasihat kripto Donald Trump, Patrick Vietor.

Diskusi selama dua jam tersebut mempertemukan para ahli kebijakan dari industri kripto dan bank-bank Wall Street, bertempat di Diplomatic Reception Room Gedung Putih.

Fokus utama adalah ketentuan paling kontroversial dalam rancangan undang-undang struktur pasar kripto di Senat: Haruskah stablecoin diizinkan menawarkan imbal hasil dan reward?

Meski peserta menggambarkan pertemuan itu sebagai "produktif", perbedaan kebijakan mendasar antara bank dan perusahaan kripto tetap belum terselesaikan. Perwakilan industri kripto lebih banyak daripada pihak perbankan, namun dari sisi bank, proses menuju kesepakatan berjalan lambat karena masih membutuhkan persetujuan dari anggota asosiasi sebelum mengambil langkah dalam negosiasi.

Signifikansi Strategis Keterlibatan Langsung Bank

Pada 10 Februari, Gedung Putih akan menggelar putaran pertemuan tingkat staf berikutnya, kali ini dengan susunan peserta yang berbeda secara signifikan.

Berbeda dengan sesi awal Februari yang didominasi oleh perwakilan asosiasi dagang, pejabat kebijakan senior dari sejumlah bank besar akan berpartisipasi langsung untuk pertama kalinya. Termasuk di antaranya institusi keuangan terkemuka seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, PNC, dan U.S. Bank.

Perubahan dari representasi asosiasi dagang ke dialog institusional langsung ini menandakan niat Gedung Putih untuk mempercepat negosiasi dengan melibatkan pengambil keputusan secara langsung dalam diskusi.

"Diam bukan pilihan," ujar Cody Carbone dari Chamber of Digital Commerce usai pertemuan. "Kami berkomitmen untuk bekerja keras memastikan kemajuan legislasi tidak merugikan para inovator atau konsumen yang melihat aset digital sebagai fondasi masa depan keuangan mereka."

Inti Perdebatan Imbal Hasil Stablecoin

Pokok perdebatan terletak pada apakah entitas non-bank—seperti bursa kripto—diperbolehkan menawarkan imbal hasil atau reward kepada pemegang stablecoin.

Industri perbankan berpendapat bahwa stablecoin berimbal hasil pada dasarnya adalah "simpanan bayangan" yang bisa menjadi pengganti simpanan bank.

Mereka memperingatkan, jika perusahaan kripto diizinkan menawarkan imbal hasil serupa bunga tanpa regulasi setingkat bank, bank tradisional bisa kehilangan hingga USD 500 miliar simpanan pada 2028.

American Bankers Association menjadikan "membatasi ketentuan pembayaran stablecoin berupa bunga/imbal hasil/reward" sebagai prioritas kebijakan utama untuk 2026.

Sebaliknya, para pemimpin industri kripto menegaskan bahwa reward adalah fitur standar di keuangan digital dan sangat penting untuk adopsi pengguna.

Mereka berargumen, pelarangan reward bersifat anti-persaingan, akan menghambat inovasi di AS, dan secara efektif memberikan monopoli kepada bank atas produk imbal hasil berbasis dolar.

Perbandingan Posisi Industri Perbankan dan Kripto terhadap Imbal Hasil Stablecoin

Dimensi Pandangan Industri Perbankan Pandangan Industri Kripto
Karakter Imbal Hasil "Simpanan bayangan" yang tunduk pada regulasi bank Fitur standar keuangan digital yang mendorong partisipasi
Stabilitas Keuangan Dapat mengikis basis simpanan bank dan memengaruhi sistem kredit Mendorong inovasi keuangan dan meningkatkan persaingan pasar
Jalur Regulasi Hanya bank yang diatur boleh menawarkan produk berbunga Perusahaan kripto boleh menawarkan imbal hasil dalam kerangka kepatuhan
Dampak Pasar Hingga USD 6 triliun simpanan bisa berpindah Pembatasan imbal hasil akan merugikan inovasi dan daya saing AS

Realitas Ekonomi dan Potensi Pertumbuhan Pasar Stablecoin

Skala pasar stablecoin kini tak bisa diabaikan. Kapitalisasi pasar stablecoin melonjak sekitar 50% tahun lalu, melampaui USD 300 miliar, sementara volume perdagangan naik 75% pada 2025 menjadi USD 33 triliun.

Pada Januari 2026 saja, volume perdagangan bulanan meningkat lagi menjadi USD 10 triliun.

Permintaan terhadap produk stablecoin berimbal hasil sangat jelas. Sementara rata-rata bunga tabungan di AS hanya 0,39%—dan rekening giro bahkan lebih rendah di 0,07%—banyak bursa kripto menawarkan imbal hasil di atas 3,5% untuk stablecoin utama.

Perbedaan tingkat imbal hasil yang signifikan ini menjelaskan mengapa bank khawatir akan arus keluar simpanan. Departemen Keuangan AS memperkirakan hingga USD 6,6 triliun simpanan bank bisa terancam.

Posisi Global Dolar dan Nilai Strategis Stablecoin

Terdapat pertimbangan strategis yang lebih dalam di balik perdebatan stablecoin—yaitu, status internasional dolar AS. Indeks Dolar (DXY) turun 9,5% sepanjang tahun lalu, dan porsi utang AS yang dimiliki asing merosot dari sekitar 50% pada 2010-an menjadi hanya 30% saat ini.

Dalam konteks ini, penerbit stablecoin menjadi pendukung utama dolar. Misalnya, Tether kini menjadi pemegang Surat Utang AS terbesar ke-18 di dunia, menambah eksposur sebesar USD 6,5 miliar pada kuartal IV 2025 saja.

Penggunaan stablecoin secara luas juga secara diam-diam memperkuat dominasi dolar di seluruh dunia. Di negara-negara seperti Turki, Nigeria, dan Argentina, masyarakat beralih ke stablecoin untuk melindungi aset dari hiperinflasi.

Menariknya, 99% stablecoin dipatok ke dolar AS, sehingga adopsinya pada dasarnya memperluas jangkauan global dolar.

Mencari Konsensus: Jalan Baru Kolaborasi, Bukan Konfrontasi

Meski tampak berseberangan, mulai muncul tanda-tanda konsensus. Industri kripto telah mengusulkan beberapa kompromi, termasuk mengizinkan bank komunitas menjadi pemegang cadangan yang diatur bagi penerbit stablecoin.

Bank komunitas memegang peran penting dalam perdebatan ini. Meski lebih kecil dari institusi besar, mereka memiliki pengaruh nyata di Washington.

Karena lebih rentan terhadap potensi arus keluar simpanan, mereka berkepentingan untuk memanfaatkan stablecoin secara lebih efektif.

Di sisi positif, bank komunitas juga lebih lincah, mampu mengintegrasikan solusi baru ke dalam infrastruktur mereka, sementara institusi besar sering terhambat oleh sistem lama.

Perwakilan kripto menekankan bahwa negosiasi imbal hasil stablecoin adalah kunci untuk menyelesaikan hambatan terbesar dalam proses legislasi struktur pasar.

CEO Blockchain Association, Summer Mersinger, menyebut pertemuan ini "langkah penting menuju solusi legislasi bipartisan struktur pasar untuk aset digital".

Prospek Legislasi dan Dampaknya bagi Industri

Langkah selanjutnya adalah membawa rancangan undang-undang ini ke Komite Perbankan Senat, melanjutkan kemajuan pekan lalu di Komite Pertanian Senat yang dipimpin Partai Republik.

Jika kedua pihak mencapai kompromi, hal ini dapat mempercepat legislasi kripto yang telah lama tertunda. Namun jika tak ada kesepakatan terkait imbal hasil stablecoin, rancangan undang-undang diperkirakan akan tetap terhenti.

Pelaku pasar memantau perkembangan ini dengan saksama. Seperti disorot dalam laporan data utama spot listing Gate Research 2025, kejelasan regulasi secara luas dipandang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan institusi.

Mengingat volatilitas tinggi dan pasokan yang melimpah di pasar kripto, setiap kemajuan regulasi dapat berdampak signifikan pada penemuan harga dan efisiensi likuiditas.

Kesimpulan

Di dalam ruang pertemuan, kedua pihak terus berdebat sengit. Perwakilan bank bersikeras bahwa stablecoin berimbal hasil adalah "simpanan bayangan" yang bisa memicu arus keluar simpanan hingga USD 6 triliun.

Sementara itu, perwakilan industri kripto menegaskan bahwa imbal hasil stablecoin di atas 3,5% semata-mata mencerminkan permintaan pasar yang alami, jauh melampaui bunga tabungan bank tradisional sebesar 0,39%.

Di sisi lain, di luar jendela, pasar stablecoin terus berkembang—kapitalisasi pasar telah menembus USD 300 miliar, volume perdagangan bulanan mencapai USD 10 triliun, dan 99% stablecoin tetap dipatok ke dolar AS, secara diam-diam menopang posisi internasional dolar.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten