Bitcoin (BTC) baru-baru ini menarik perhatian besar di pasar karena harganya terus menguji ambang psikologis kritis di angka $80.000, yang membuat sentimen pasar jatuh ke dalam kondisi ketakutan dan kecemasan ekstrem. Berdasarkan data pasar Gate, per 2 Februari 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $76.839. Laporan bersama dari Glassnode dan Coinbase mencatat bahwa setelah proses deleveraging yang terjadi pada kuartal IV 2025, struktur pasar menjadi lebih jelas dan perilaku pengambilan risiko semakin berhati-hati.
Pasar di Titik Penentu
Saat ini, pasar Bitcoin berada di titik penentu penting, di mana sejumlah indikator utama saling bertemu untuk menentukan arah aset ini dalam jangka pendek dan menengah. Level $80.000 tidak hanya menjadi penghalang psikologis utama, tetapi juga merepresentasikan rata-rata harga akuisisi ETF Bitcoin spot. Jika harga turun dan bertahan di bawah level ini, banyak investor institusi akan menghadapi kerugian yang belum terealisasi, yang berpotensi memicu gelombang penarikan dana.
Data menunjukkan bahwa sepanjang Januari 2026 saja, ETF Bitcoin mengalami arus keluar bersih sebesar $1,61 miliar. Indeks Crypto Fear & Greed baru-baru ini turun ke angka 14, masuk ke zona "Ketakutan Ekstrem", yang menandakan kehati-hatian meluas di seluruh pasar.
Analisis Wyckoff dan Sinyal Teknikal
Dalam ranah analisis teknikal, metode Wyckoff banyak digunakan untuk menginterpretasikan struktur pasar saat ini. Beberapa analis menyarankan bahwa Bitcoin mungkin sedang mengalami peristiwa "Spring" dalam fase akumulasi Wyckoff. Berdasarkan model ini, harga sempat turun di bawah level support krusial—seperti $80.000—untuk mengguncang investor lemah dan mengumpulkan likuiditas sebelum melakukan rebound dan pembalikan yang cepat.
Trader Keith Alan mencatat bahwa sinyal pre-recognition tren baru pada grafik harian menunjukkan harga kemungkinan tidak akan menguji kembali level terendah hari sebelumnya. Namun, ia mengingatkan bahwa jika penutupan harian jatuh di bawah $87.500—level pembukaan tahun 2026—hal ini bisa menjadi indikasi pelemahan lebih lanjut.
Tarik Ulur Bull-Bear dan Struktur Pasar
Pertarungan sengit antara kubu bullish dan bearish terjadi di sekitar angka $80.000. Dari sisi bearish, analisis Cointelegraph menyoroti bahwa jika harga Bitcoin rebound di atas $92.000, lebih dari $6,5 miliar posisi short berisiko terkena likuidasi, sehingga berpotensi memicu reli short squeeze.
Dari sisi bullish, Standard Chartered memangkas proyeksi mereka secara signifikan namun tetap memperkirakan Bitcoin akan mencapai $150.000 pada akhir 2026. Firma riset Bernstein bahkan lebih optimis, meyakini pasar mungkin sudah mencapai titik terendah dan menargetkan harga Bitcoin di $150.000 pada 2026, dengan target puncak $200.000 di tahun 2027. CIO Bitwise, Matt Hougan, memberikan pandangan jangka pendek yang lebih hati-hati, memprediksi Bitcoin akan bergerak di kisaran $75.000 hingga $100.000 pada kuartal pertama.
Prospek Harga
Dengan menggabungkan berbagai sudut pandang, pergerakan harga Bitcoin ke depan dapat terjadi dalam beberapa skenario berikut:
- Skenario bullish: Harga berhasil membentuk pola spring bottom di sekitar $80.000 dan melakukan rebound. Target kenaikan pertama adalah $90.000, diikuti dengan tantangan terhadap simple moving average 111-periode (sekitar $95.000) untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka menengah. Penembusan tegas di atas $100.000 akan mengembalikan kepercayaan kuat pada pasar bullish.
- Skenario bearish: Jika penutupan mingguan mengonfirmasi penembusan di bawah support $80.000, momentum bearish dapat semakin menguat. Analis Burak Kesmeci memperingatkan bahwa hal ini dapat memicu pengujian beruntun pada zona likuiditas utama di $72.000, $68.000, bahkan $62.000.
- Dampak makro: Minggu ini, pasar memantau dengan cermat keputusan suku bunga Federal Reserve dan pernyataan Ketua Powell. Ketidakpastian kebijakan makro menambah lapisan volatilitas ekstra, yang dapat menekan atau justru memicu minat risiko jangka pendek.
Prospek Bitcoin dalam jangka pendek dan menengah sangat bergantung pada berbagai faktor. Beberapa analis memperingatkan bahwa jika garis support $80.000 ditembus secara tegas, harga bisa bergerak menuju level support yang lebih dalam di $72.000 dan $68.000. Saat ini, pasar berada dalam "masa tunggu" alih-alih fase breakout atau distribusi yang jelas. Secara struktural, setelah putaran deleveraging yang signifikan, pasar menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan siklus sebelumnya. Keputusan pada level harga kunci ini kemungkinan akan menentukan arah narasi pasar dalam beberapa bulan mendatang dan seterusnya.


