Sekilas, ekosistem blockchain seperti Ethereum dan Solana tampak berkembang—menampung ratusan aplikasi terdesentralisasi dan protokol. Tetapi bagaimana jika sebagian besar dari mereka pada dasarnya tidak aktif? Menurut data terbaru, sebanyak 88% protokol Ethereum dan 75% protokol Solana telah menghasilkan nol pendapatan dalam 30 hari terakhir. Ini adalah kota hantu digital—infrastruktur yang ada tanpa imbal hasil ekonomi.
🔹 Pengangguran Digital di Blockchain
Fenomena ini menyerupai “pengangguran tersembunyi” dalam ekonomi tradisional—ketika tenaga kerja terlihat terlibat tetapi tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap output ekonomi yang sebenarnya. Di blockchain, ceritanya sama: ratusan proyek yang diterapkan yang tidak menghasilkan nilai.
🔹 Ethereum dan Solana di Bawah Mikroskop
Dari lebih dari 1.200 protokol di Ethereum, 1.121 tidak mendapatkan satu sen pun dalam sebulan terakhir—itu 88%. Di Solana, 75% dari 264 protokolnya juga tidak aktif dari segi pendapatan.
🔹 Biaya Tersembunyi: Penyimpanan dan Keamanan
Setiap kontrak pintar, aktif atau tidak, disimpan secara permanen di blockchain. Ini menambah ukuran keseluruhan jaringan dan meningkatkan bandwidth serta persyaratan perangkat keras untuk operator node. Selain itu, kontrak yang ditinggalkan mungkin mengandung kerentanan, menciptakan potensi ancaman keamanan di seluruh ekosistem.
🔹 Pemborosan Ekonomi dan Pengalaman Pengguna yang Buruk
Mengembangkan protokol non-fungsional ini memerlukan waktu, uang, dan usaha—sumber daya yang kini terikat dalam aset digital yang tidak produktif. “Kontrak hantu” ini juga mengacaukan ekosistem, membuat pengguna lebih sulit menemukan platform yang dapat diandalkan dan aktif serta mengurangi kepercayaan secara keseluruhan dalam ruang blockchain.
Ini tidak berarti bahwa blockchain ditakdirkan untuk tidak efisien. Tetapi ini adalah sinyal jelas bahwa penyaringan, audit, dan dukungan yang lebih baik untuk protokol yang menciptakan nilai sangat penting. Tanpa itu, revolusi terdesentralisasi berisiko berubah menjadi kuburan digital dari ide-ide yang tidak terpakai.
Tetap selangkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap terinformasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency!
Pemberitahuan:
,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini hanya dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apapun. Konten halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency dapat berisiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial.“
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kota Hantu Blockchain: Hanya Sebagian Kecil Protokol Ethereum dan Solana yang Benar-Benar Menghasilkan Pendapatan
Sekilas, ekosistem blockchain seperti Ethereum dan Solana tampak berkembang—menampung ratusan aplikasi terdesentralisasi dan protokol. Tetapi bagaimana jika sebagian besar dari mereka pada dasarnya tidak aktif? Menurut data terbaru, sebanyak 88% protokol Ethereum dan 75% protokol Solana telah menghasilkan nol pendapatan dalam 30 hari terakhir. Ini adalah kota hantu digital—infrastruktur yang ada tanpa imbal hasil ekonomi.
🔹 Pengangguran Digital di Blockchain
Fenomena ini menyerupai “pengangguran tersembunyi” dalam ekonomi tradisional—ketika tenaga kerja terlihat terlibat tetapi tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap output ekonomi yang sebenarnya. Di blockchain, ceritanya sama: ratusan proyek yang diterapkan yang tidak menghasilkan nilai.
🔹 Ethereum dan Solana di Bawah Mikroskop
Dari lebih dari 1.200 protokol di Ethereum, 1.121 tidak mendapatkan satu sen pun dalam sebulan terakhir—itu 88%. Di Solana, 75% dari 264 protokolnya juga tidak aktif dari segi pendapatan.
🔹 Biaya Tersembunyi: Penyimpanan dan Keamanan
Setiap kontrak pintar, aktif atau tidak, disimpan secara permanen di blockchain. Ini menambah ukuran keseluruhan jaringan dan meningkatkan bandwidth serta persyaratan perangkat keras untuk operator node. Selain itu, kontrak yang ditinggalkan mungkin mengandung kerentanan, menciptakan potensi ancaman keamanan di seluruh ekosistem.
🔹 Pemborosan Ekonomi dan Pengalaman Pengguna yang Buruk
Mengembangkan protokol non-fungsional ini memerlukan waktu, uang, dan usaha—sumber daya yang kini terikat dalam aset digital yang tidak produktif. “Kontrak hantu” ini juga mengacaukan ekosistem, membuat pengguna lebih sulit menemukan platform yang dapat diandalkan dan aktif serta mengurangi kepercayaan secara keseluruhan dalam ruang blockchain.
Ini tidak berarti bahwa blockchain ditakdirkan untuk tidak efisien. Tetapi ini adalah sinyal jelas bahwa penyaringan, audit, dan dukungan yang lebih baik untuk protokol yang menciptakan nilai sangat penting. Tanpa itu, revolusi terdesentralisasi berisiko berubah menjadi kuburan digital dari ide-ide yang tidak terpakai.
#blockchain , #ekonomi , #solana , #jaringan Ethereum , #CryptoCommunity
Tetap selangkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap terinformasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency! Pemberitahuan: ,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini hanya dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apapun. Konten halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency dapat berisiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial.“