Kraken telah menghentikan setor Monero karena satu kolam mendapatkan lebih dari setengah kekuatan hash jaringan.
Kumpulan penambangan Qubic mengklaim mengendalikan hashrate Monero dan mengatur ulang blok yang menimbulkan kekhawatiran keamanan.
Pengembang dan pengguna Monero khawatir tentang sentralisasi dan dampaknya terhadap keamanan jaringan.
Kraken telah menghentikan setor Monero (XMR) menyusul kekhawatiran keamanan terkait distribusi hashrate blockchain. Bursa bertindak setelah mengamati bahwa satu kolam penambangan memperoleh lebih dari 50% dari total daya hashing.
Skenario ini, yang dikenal sebagai serangan 51%, dapat memungkinkan kolam untuk mengubah riwayat transaksi. Sementara perdagangan dan penarikan Monero tetap aktif di Kraken, setor akan dilanjutkan hanya ketika stabilitas jaringan dipulihkan.
Qubic Mengklaim Kontrol Mayoritas atas Hasrate Monero
Blockchain yang berfokus pada AI, Qubic, mengklaim bahwa mereka telah menguasai lebih dari 50% hashrate Monero. Pool tersebut menyatakan telah mengorganisasi enam blok dan mengorbankan lebih dari 60 blok lainnya. Tindakan ini menunjukkan pengaruh sementara terhadap riwayat transaksi.
Qubic mengalihkan upaya penambangan ke Monero pada akhir Juni. Awalnya, itu adalah penambang terbesar ketujuh. Pada 14 Agustus, kelompok tersebut mengklaim dominasi hashrate mayoritas.
Meskipun menghadapi serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada 4 Agustus, Qubic dengan cepat pulih. Hashrate-nya turun menjadi 0.8 gigahashes per second (GH/s) selama serangan tetapi kemudian kembali ke 2.6 GH/s.
Ini memberikannya lebih dari 50% dari total estimasi hashrate Monero sebesar 6,0 GH/s. Serangan itu juga dilaporkan menghasilkan sekitar 750 XMR dan 7 juta XTM.
Pengembang Monero Pertanyakan Tingkat Keparahan Serangan
Pengembang Monero membantah klaim adanya serangan 51% yang sukses. Mereka mencatat bahwa reorganisasi enam blok tidak merupakan bukti yang meyakinkan. Beberapa pengembang menyarankan bahwa kolam penambangan mungkin hanya memiliki kekuatan hash yang tinggi pada waktu yang tepat.
Mereka menekankan bahwa reorganisasi saja tidak mengonfirmasi kontrol penuh atas jaringan. Namun, perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran signifikan mengenai distribusi penambangan Monero.
Ini bukanlah pertama kalinya Monero menghadapi stres jaringan. Pada Maret 2024, jaringan mengalami serangan banjir skala besar. Namun, peristiwa saat ini menandai tantangan signifikan bagi desentralisasi Monero. Sentralisasi kekuatan penambangan sekarang menjadi ancaman potensial bagi keandalan transaksi.
Reaksi Komunitas dan Pasar terhadap Perubahan Jaringan
Komunitas Monero merespons dengan reaksi yang campur aduk. Beberapa pengguna mempertanyakan data Qubic sementara yang lain mendesak para penambang untuk mendukung kolam yang lebih kecil. Respons ini mencerminkan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai sentralisasi dalam jaringan proof-of-work. Menurut Mining Pool Stats, Qubic masih memegang pangsa hashrate Monero yang signifikan.
Meskipun ada kekhawatiran jaringan, performa pasar Monero tetap relatif stabil. XMR naik 9% dalam 24 jam, diperdagangkan pada $265. Namun, turun 20% dalam seminggu terakhir. Kapitalisasi pasar koin ini sekitar $4,90 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $90 miliar.