Dalam ekosistem Sui, pada hari peluncuran DeFi unggulan Momentum (MMT) TGE, harga melonjak dari 0,34 dolar AS ke 4,40 dolar AS sebelum mengalami penurunan tajam, disertai dengan gelombang likuidasi sebesar sekitar 109 juta dolar AS dan tekanan short squeeze dengan leverage tinggi. Trader short derivatif dan investor ritel yang membeli di harga tinggi mengalami kerugian besar. (Keterangan sebelumnya: Investor ritel menghabiskan 1,4 miliar dolar AS untuk membeli koin tiruan, MegaETH, zkPass, dan ICO Momentum melebihi ekspektasi) (Latar belakang tambahan: x402 viral — panduan minting untuk listing baru, browser ekosistem, pelacakan transaksi real-time… semua alat lengkap telah disusun) Pada 4 November, Momentum (MMT) resmi listing di beberapa bursa secara bersamaan, memicu interaksi antara pasar futures dan spot dalam waktu singkat. Harga dari titik terendah 0,34 dolar AS naik ke puncak 4,40 dolar AS, kemudian cepat kembali ke 92% penurunan. Dalam proses ini, terbentuk gelombang likuidasi sebesar sekitar 109 juta dolar AS, dengan sekitar 102 juta dolar AS dari jumlah tersebut adalah likuidasi short. Artikel ini membangun kembali jejak harga dari sudut pandang forensik, menganalisis mekanisme leverage dan pasokan token, serta mengidentifikasi risiko yang dihadapi investor ritel saat membeli di puncak.
Gambaran Momentum (MMT): Sebagai flagship DeFi dalam pasar yang sangat diantisipasi, MMT dibangun di ekosistem Sui, berposisi sebagai kombinasi market maker likuiditas terpusat (CLMM) dan aplikasi terkait, dengan harapan besar dari pasar terhadap implementasi dan ekspansinya. Indikator sebelum TGE menunjukkan dukungan institusi dan partisipasi komunitas yang tinggi, dengan ekspektasi bahwa hari listing akan menghadirkan likuiditas dan permintaan transaksi yang signifikan. Dari segi ekonomi token, struktur pasokan menunjukkan kombinasi “pasokan utama terkunci” dan “kunci komunitas yang dibuka”, menciptakan mekanisme dengan volume peredaran terbatas dan potensi percepatan harga jika permintaan terkonsentrasi.
Pada 4 November, fase awal dan akhir dari TGE menyebabkan kerugian besar. Peristiwa TGE MMT bukan sekadar penjualan pasar atau “pump & dump”. Sebaliknya, ini adalah peristiwa yang melibatkan dua fase dan dipicu oleh berbagai faktor, menyebabkan kerugian besar bagi dua kelompok investor yang berbeda:
Fase pertama: Short squeeze derivatif. Dalam beberapa jam pertama setelah peluncuran, strategi listing di bursa yang agresif, ekonomi token yang dirancang untuk “melawan penjualan”, dan permintaan pasar yang sangat undervalued menyebabkan trader short di pasar futures terperangkap. Data menunjukkan likuidasi short sebesar 102 juta dolar AS, yang memicu lonjakan harga dari sekitar 0,34 dolar AS ke puncak di atas 4,40 dolar AS, kenaikan lebih dari 1180%.
Fase kedua: Perangkap bull trap investor ritel. Lonjakan harga yang dihasilkan dari short squeeze (ditampilkan sebagai “+2000%” di dashboard) disalahartikan oleh investor ritel sebagai sinyal permintaan pasar dan fundamental yang kuat. Banyak dari mereka yang mengalami FOMO (fear of missing out) dan membeli di puncak sekitar 4,40 dolar AS. Namun, saat bahan bakar short squeeze habis, harga kehilangan dorongan naik dan, didorong oleh tekanan profit-taking dari investor awal, mengalami crash dalam 24 jam, dengan penurunan lebih dari 92%, dan stabil di sekitar 1,3 dolar AS.
Analisis ekonomi token: Pasokan terkunci dan mekanisme kunci komunitas (trap). Ekonomi token MMT memiliki total pasokan 1 miliar token.