特朗普签署人工智能行政命令,引发联邦与各州监管冲突

GateNews

Pada hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk menantang undang-undang yang dibuat oleh negara bagian dalam bidang kecerdasan buatan, terutama aturan yang dibuat secara mandiri tanpa keterlibatan federal. Perintah ini membentuk Kelompok Kerja Gugatan Kecerdasan Buatan, menekankan prioritas federal, dan berpotensi meragukan hukum negara bagian dengan dalih perlindungan perdagangan antar negara bagian, di mana RUU “Diskriminasi Algoritma” di Colorado menjadi fokus perhatian utama.

Dalam perintah tersebut, Trump menyatakan bahwa standar nasional yang seragam lebih menguntungkan inovasi dibandingkan dengan kebijakan yang berbeda-beda di 50 negara bagian, dan menyebut bahwa regulasi berlebihan di tingkat negara bagian menghambat perkembangan perusahaan kecerdasan buatan di Amerika Serikat. Namun, perintah ini langsung dikritik oleh kelompok buruh, organisasi kebijakan teknologi, dan peneliti kecerdasan buatan, yang berpendapat bahwa perintah ini mengabaikan potensi risiko dari sistem AI dan cenderung menguntungkan perusahaan teknologi besar. Serikat Buruh Amerika Serikat menyoroti bahwa perintah ini mengancam hak-hak pemerintah negara bagian dan dapat melemahkan pekerjaan serta hak-hak pekerja. Ahli kecerdasan buatan Gary Marcus memperingatkan bahwa perintah ini berpotensi membuat Trump sendiri bertanggung jawab atas risiko ekonomi atau sosial terkait AI.

Sementara itu, beberapa ahli mendukung strategi prioritas federal, menganggap ini sebagai langkah penting dalam bersaing dengan China dalam kompetisi kecerdasan buatan global. Direktur Pusat Teknologi dan Inovasi dari Institute for Competitive Enterprise, Jessica Melugin, menyatakan bahwa prioritas regulasi federal dapat membantu mendorong inovasi AI di Amerika Serikat, tetapi Ryan Hause dari George Mason University menambahkan bahwa karena Kongres belum mengesahkan legislasi terkait, cara pelaksanaan perintah ini mungkin mempengaruhi efektivitas kebijakan secara keseluruhan.

Perintah eksekutif ini dirilis setelah Trump melarang lembaga federal menggunakan sistem AI yang mengandung “bias ideologi” pada bulan Juli, menandai babak baru dalam konflik kekuasaan antara federal dan negara bagian dalam pengaturan AI. Langkah ini tidak hanya mempengaruhi pengembang dan startup AI, tetapi juga berpotensi berdampak luas terhadap inovasi AI, hak-hak pekerja, dan pengawasan pemerintah negara bagian.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar