Laporan terbaru bulan Desember 2025 dari Visa mengirimkan pesan yang sangat jelas: AI dan crypto tidak lagi berada di pinggiran sistem keuangan. Mereka kini telah menentukan perilaku konsumen harian di Amerika Serikat. Melihat statistik yang disediakan oleh Visa, 47% orang Amerika secara aktif menggunakan alat AI saat berbelanja selama liburan. Visa mengakui bahwa musim liburan 2025 sebagai titik balik. Keuangan digital dan eksperimen AI tidak lagi dilakukan karena rasa ingin tahu oleh konsumen. Sekarang mereka mengandalkan alat tersebut sebagai keputusan keuangan yang nyaman, efisien, dan lebih cerdas. Perubahan ini menandai saat teknologi baru benar-benar memasuki ekonomi arus utama.
Gen Z Membawa crypto ke Keuangan Harian
Hasil yang disediakan oleh Visa menggambarkan Gen Z sebagai kekuatan pendorong adopsi crypto. Laporan menunjukkan bahwa 45 persen pelanggan Gen Z lebih memilih mendapatkan hadiah dalam bentuk cryptocurrency daripada kartu hadiah atau uang tunai. Selera ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap aset digital sebagai uang nyata dan bukan instrumen spekulatif. Dompet digital dan metode pembayaran lainnya juga lebih banyak digunakan oleh Gen Z. Visa menyebutkan bahwa 71 persen pengguna Gen Z juga sudah menggunakan pembayaran biometrik seperti pengenalan wajah atau autentikasi sidik jari. Kebiasaan mereka akan menjadi tren dalam standar pembayaran di seluruh dunia seiring meningkatnya daya beli Gen Z.
Perusahaan di Bawah Tekanan
Ancaman dalam bahasa Thailand yang menargetkan CryptoThaiCommunity memberikan peringatan langsung kepada bisnis dan investor. Statistik Visa memungkinkan kita menyimpulkan satu fakta: organisasi yang tidak mengimplementasikan produk berbasis AI, dompet digital, dan platform pembayaran yang ramah crypto dapat menjadi usang dengan sangat cepat. Dalam hal antarmuka pintar, pembayaran langsung, dan solusi digital yang fleksibel, konsumen tidak lagi memandangnya sebagai tambahan, tetapi sebagai kebutuhan dasar.
Menurut laporan yang dirilis oleh Visa, bidang perdagangan berbasis AI dan keuangan berbasis crypto akan mempengaruhi sepuluh tahun perkembangan ekonomi berikutnya. Perusahaan yang terbuka terhadap otomatisasi, personalisasi, dan aset digital dapat meraih keunggulan kompetitif mereka. Yang terlalu lambat mungkin menjadi usang karena permintaan konsumen yang berubah lebih cepat daripada sistem tradisional dapat mengelola.
Gambaran Lebih Besar: Keuangan di Era Baru
Hasil dari Visa membuktikan bahwa ada tahap baru dalam dunia keuangan. AI dan crypto bukan lagi tren di masa depan, mereka adalah bagian dari bisnis saat ini. Kombinasi kecerdasan buatan, dompet digital, keamanan biometrik, dan aset berbasis blockchain merupakan indikasi perubahan struktural yang signifikan dalam cara orang menghasilkan, menghabiskan, dan menyimpan nilai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Visa Menunjukkan Titik Balik: AI dan Crypto Masuk ke Ekonomi Arus Utama
Laporan terbaru bulan Desember 2025 dari Visa mengirimkan pesan yang sangat jelas: AI dan crypto tidak lagi berada di pinggiran sistem keuangan. Mereka kini telah menentukan perilaku konsumen harian di Amerika Serikat. Melihat statistik yang disediakan oleh Visa, 47% orang Amerika secara aktif menggunakan alat AI saat berbelanja selama liburan. Visa mengakui bahwa musim liburan 2025 sebagai titik balik. Keuangan digital dan eksperimen AI tidak lagi dilakukan karena rasa ingin tahu oleh konsumen. Sekarang mereka mengandalkan alat tersebut sebagai keputusan keuangan yang nyaman, efisien, dan lebih cerdas. Perubahan ini menandai saat teknologi baru benar-benar memasuki ekonomi arus utama.
Gen Z Membawa crypto ke Keuangan Harian
Hasil yang disediakan oleh Visa menggambarkan Gen Z sebagai kekuatan pendorong adopsi crypto. Laporan menunjukkan bahwa 45 persen pelanggan Gen Z lebih memilih mendapatkan hadiah dalam bentuk cryptocurrency daripada kartu hadiah atau uang tunai. Selera ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap aset digital sebagai uang nyata dan bukan instrumen spekulatif. Dompet digital dan metode pembayaran lainnya juga lebih banyak digunakan oleh Gen Z. Visa menyebutkan bahwa 71 persen pengguna Gen Z juga sudah menggunakan pembayaran biometrik seperti pengenalan wajah atau autentikasi sidik jari. Kebiasaan mereka akan menjadi tren dalam standar pembayaran di seluruh dunia seiring meningkatnya daya beli Gen Z.
Perusahaan di Bawah Tekanan
Ancaman dalam bahasa Thailand yang menargetkan CryptoThaiCommunity memberikan peringatan langsung kepada bisnis dan investor. Statistik Visa memungkinkan kita menyimpulkan satu fakta: organisasi yang tidak mengimplementasikan produk berbasis AI, dompet digital, dan platform pembayaran yang ramah crypto dapat menjadi usang dengan sangat cepat. Dalam hal antarmuka pintar, pembayaran langsung, dan solusi digital yang fleksibel, konsumen tidak lagi memandangnya sebagai tambahan, tetapi sebagai kebutuhan dasar.
Menurut laporan yang dirilis oleh Visa, bidang perdagangan berbasis AI dan keuangan berbasis crypto akan mempengaruhi sepuluh tahun perkembangan ekonomi berikutnya. Perusahaan yang terbuka terhadap otomatisasi, personalisasi, dan aset digital dapat meraih keunggulan kompetitif mereka. Yang terlalu lambat mungkin menjadi usang karena permintaan konsumen yang berubah lebih cepat daripada sistem tradisional dapat mengelola.
Gambaran Lebih Besar: Keuangan di Era Baru
Hasil dari Visa membuktikan bahwa ada tahap baru dalam dunia keuangan. AI dan crypto bukan lagi tren di masa depan, mereka adalah bagian dari bisnis saat ini. Kombinasi kecerdasan buatan, dompet digital, keamanan biometrik, dan aset berbasis blockchain merupakan indikasi perubahan struktural yang signifikan dalam cara orang menghasilkan, menghabiskan, dan menyimpan nilai.