Pemilik XRP telah terbiasa dengan frustrasi tertentu. Judul positif muncul, kejelasan hukum membaik, dan pasar yang lebih luas berbalik hijau, namun pergerakan harga XRP tetap terbatas. Menurut sebuah video terbaru dari saluran YouTube Cheeky Crypto, ketidaksesuaian ini bukanlah kebetulan. Sebaliknya, mereka berpendapat bahwa ini mencerminkan manajemen likuiditas yang disengaja oleh peserta pasar besar daripada pasokan dan permintaan organik.
Cheeky Crypto memandang masalah ini sebagai struktural daripada emosional. Klaimnya bukan bahwa XRP gagal menarik minat, tetapi bahwa harganya berulang kali didorong kembali ke dalam kisaran sempit melalui taktik yang mempengaruhi perilaku ritel tanpa secara otomatis mengubah kepemilikan jangka panjang.
Salah satu mekanisme pertama yang dibahas adalah spoofing order-book. Cheeky Crypto menunjuk ke dinding jual besar yang terlihat yang muncul di level harga kunci, seringkali tepat di atas resistance. Bagi trader ritel, dinding ini terlihat seperti plafon yang kuat, mendorong penjualan awal. Menurut video tersebut, pesanan ini sering menghilang saat harga mendekatinya, menunjukkan bahwa mereka tidak pernah dimaksudkan untuk dieksekusi. Tujuannya, mereka berpendapat, lebih bersifat psikologis daripada transaksi.
Yang terkait erat adalah konsep layering. Alih-alih satu dinding jual besar, beberapa pesanan jual kecil ditempatkan di atas harga saat ini, menciptakan kesan resistance yang terus-menerus. Ini menekan momentum dan mengurangi dorongan untuk membeli lanjutan. Cheeky Crypto mengklaim ini menjaga XRP diperdagangkan di dalam kantong likuiditas yang didefinisikan di mana akumulasi dapat terus berlangsung secara diam-diam.
Video kemudian beralih ke iceberg orders, sebuah taktik yang umum digunakan di pasar tradisional. Dalam skenario ini, institusi yang membutuhkan eksposur XRP besar diduga memecah pesanan menjadi bagian kecil yang terlihat. Setiap batch kecil diisi secara instan, digantikan oleh yang lain, sehingga tampak bahwa permintaan lemah sementara akumulasi signifikan terjadi di bawah permukaan. Cheeky Crypto berpendapat bahwa ini menciptakan periode harga stagnan yang panjang meskipun ada pembelian yang stabil.
Poin kunci lainnya melibatkan pencarian likuiditas. Menurut saluran tersebut, pemain besar mungkin secara sengaja mendorong harga ke arah kelompok stop-loss. Setelah level tersebut dilanggar, penjualan otomatis membanjiri pasar, menyediakan likuiditas murah. Cheeky Crypto merujuk pada penurunan tajam XRP yang terlihat pada akhir 2025 sebagai contoh dari proses ini, di mana likuidasi mentransfer pasokan dari trader ritel yang menggunakan leverage ke tangan yang lebih kuat.
Video ini juga menantang penjelasan lama bahwa kinerja XRP yang kurang baik semata-mata disebabkan oleh ketidakpastian regulasi. Meskipun mengakui bahwa gugatan SEC memainkan peran utama secara historis, Cheeky Crypto berpendapat bahwa penekanan harga berlanjut bahkan setelah kejelasan hukum membaik. Dalam pandangan mereka, gugatan tersebut memberi perlindungan untuk akumulasi yang diperpanjang daripada menjadi penyebab utama stagnasi.
Tema utama adalah transisi dari penetapan harga spekulatif ke penetapan harga berbasis utilitas. Cheeky Crypto menyoroti keterlibatan awal Ripple dalam ISO 20022 dan posisi XRP sebagai aset jembatan netral untuk penyelesaian lintas batas. Argumennya adalah bahwa harga pertukaran saat ini mencerminkan spekulasi ritel, sementara harga di masa depan akan bergantung pada volume transaksi dan penggunaan institusional. Jika XRP diharapkan menyelesaikan pembayaran bernilai besar, saluran ini berpendapat, valuasi likuiditas rendah saat ini tidak akan cocok dengan peran tersebut.
Namun, penting untuk membedakan mekanisme dari kepastian. Sementara spoofing, iceberg orders, dan pencarian likuiditas adalah praktik pasar nyata, membuktikan adanya penekanan terkoordinasi dan jangka panjang terhadap satu aset sulit dilakukan. Banyak dari perilaku yang dijelaskan juga bisa mencerminkan aktivitas pembuatan pasar normal dalam lingkungan dengan momentum rendah daripada manipulasi sengaja yang ditujukan untuk capitulation ritel.
Pesan lebih luas dari Cheeky Crypto adalah aspek psikologis. Mereka berpendapat bahwa aksi harga datar yang berkepanjangan seringkali lebih efektif daripada crash tajam dalam mengguncang investor. Keletihan berbasis waktu, bukan ketakutan, menjadi kekuatan dominan. Apakah disengaja atau tidak, pasar yang stagnan cenderung memberi penghargaan pada kesabaran daripada reaktivitas.
Akhirnya, video ini tidak mengklaim bahwa XRP gagal. Sebaliknya, ini memperingatkan bahwa perilaku harga mungkin tidak mencerminkan fundamental dalam jangka pendek. Bagi investor yang percaya pada peran jangka panjang XRP, Cheeky Crypto memandang kondisi saat ini sebagai ujian keyakinan daripada putusan terhadap aset itu sendiri.
Seperti semua narasi pasar, klaim ini harus diperlakukan secara kritis. Memahami bagaimana likuiditas bekerja bisa berguna, tetapi tidak ada satu penjelasan pun yang sepenuhnya menangkap kompleksitas pasar. Harga masa depan XRP tetap akan bergantung pada adopsi, regulasi, dan kondisi pasar yang lebih luas, bukan hanya taktik yang dijelaskan.
Baca juga: “The Timeline Was Wrong”: XRP Community Confronts Reality After 7 Years of Waiting
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kasus Manipulasi Harga XRP – Berikut Argumen Likuiditas di Baliknya