Baru saja melakukan serangan mendadak ke Venezuela! Trump juga mempertimbangkan tindakan militer terhadap Kolombia, Meksiko, dan Kuba

Tentara AS baru-baru ini melakukan serangan mendadak dan menangkap Presiden Venezuela (Nicolás Maduro) beserta istrinya Cilia Flores (Cilia Flores), dan membawanya ke New York untuk diadili. Kini, Presiden AS Trump kembali mengeluarkan ancaman militer terhadap Kolombia, Meksiko, dan Kuba, memicu ketegangan politik dan ekonomi global serta suasana tidak stabil.

Dimulai dari serangan udara di ibukota Venezuela: aksi serangan mendadak AS memicu kehebohan

Berita tentang serangan mendadak militer AS di Venezuela dan penangkapan Maduro mengguncang dunia. Dengan dalih “perdagangan narkoba”, Maduro dibawa ke New York untuk diadili, melambangkan bahwa AS dapat melakukan aksi militer di negara lain tanpa izin, bukan hanya melalui sanksi atau tekanan diplomatik.

Trump menyatakan: “Amerika akan mengelola negara ini sampai kita dapat mencapai transisi kekuasaan yang aman, layak, dan hati-hati.”

Aksi ini tidak hanya melanggar batasan operasi AS di Amerika Selatan sebelumnya, tetapi juga mengingatkan pada tragedi invasi Irak tahun 2003, dan menanamkan ancaman militer terhadap negara lain di masa depan.

(Serangan mendadak mengguncang dunia, Trump: AS akan sementara “mengambil alih” Venezuela)

Apakah akan menyerang Kolombia? Trump: terdengar tidak buruk

Reuters melaporkan, pada hari Minggu di atas Air Force One, Trump menyebut Kolombia sebagai “negara yang sakit”, bahkan menuduh Presiden Gustavo Petro memproduksi kokain dan mengirimkannya dalam jumlah besar ke AS. Ketika ditanya apakah akan mengambil tindakan militer terhadap Kolombia, dia menjawab secara langsung: “Terdengar tidak buruk.”

Diketahui, Petro adalah sekutu Maduro, dan pernah mengkritik AS karena mencabut visa secara sepihak yang melanggar hukum internasional PBB, dan kedua belah pihak kembali ke garis depan konfrontasi.

Trump menyoroti situasi politik Meksiko “dikuasai oleh kartel narkoba”

Selain itu, pada hari Sabtu dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga menuding negara tetangga di selatan. Dia mengklaim bahwa Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum (Claudia Sheinbaum), “tidak memerintah negara”, melainkan membiarkan kartel narkoba mengendalikan segalanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa dia telah beberapa kali menanyakan kepada Meksiko apakah mereka membutuhkan bantuan militer AS untuk memberantas kelompok narkoba (drug cartel), tetapi ditolak oleh pemerintah Meksiko.

Trump: Kuba adalah negara gagal, akan runtuh sendiri

Selain itu, pada hari Sabtu, Trump dalam konferensi pers saat membahas aksi di Venezuela juga menambahkan: “Kuba adalah negara yang gagal, rakyatnya telah menderita selama bertahun-tahun, kita harus membantu rakyat dan pengungsi di sana.”

Ketika ditanya apakah akan melakukan aksi militer juga, dia secara tegas menolak: “Tidak, Kuba akan runtuh sendiri, situasi di Kuba saat ini sangat buruk.”

Kini, penangkapan Maduro oleh AS juga membuat pemerintah Kuba kehilangan salah satu sekutu kunci.

Tiga negara bersatu kecam: AS merusak perdamaian regional

Kolombia, Meksiko, dan Kuba juga secara bersamaan mengecam aksi Venezuela oleh AS. Presiden Kuba menyebutnya sebagai “sebuah penculikan yang tidak dapat diterima, kasar, dan biadab, merupakan aksi terorisme tingkat negara.”

Kementerian Luar Negeri Meksiko juga menyatakan: “Amerika Latin dan kawasan Karibia adalah zona damai, didasarkan pada saling menghormati, penyelesaian sengketa secara damai, dan larangan penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan, sehingga setiap aksi militer akan sangat membahayakan stabilitas kawasan.”

Konflik di Amerika Selatan meningkat

Dari serangan mendadak di Venezuela hingga ancaman terhadap Kolombia, Kuba, dan Meksiko, sebuah garis ketegangan di Amerika Latin sedang terbentuk. Kata-kata Trump tentang infiltrasi narkoba dan ketidakmampuan rezim, mendorong AS ke arah sikap yang lebih agresif, memicu reaksi dari Partai Demokrat dan komunitas internasional.

Dalam beberapa minggu ke depan, apakah AS akan melakukan lebih banyak aksi militer akan menentukan apakah krisis di Amerika Selatan ini akan kembali meluas.

Artikel ini baru saja muncul: Serangan mendadak ke Venezuela! Trump juga mempertimbangkan aksi militer terhadap Kolombia, Meksiko, dan Kuba yang paling awal muncul di Link News ABMedia.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)