Bursa derivatif terbesar di dunia, “CME Group,” kembali memperluas portofolio produk kripto dengan mengumumkan peluncuran kontrak berjangka Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM), yang dipandang pasar sebagai batu ujian penting bagi ketiga mata uang kripto ini untuk maju ke pasar ETF di masa depan. Kontrak baru ini diperkirakan akan resmi diluncurkan pada 9 Februari dan saat ini masih menunggu persetujuan regulasi. Untuk memenuhi kebutuhan investor ritel dan institusional, CME akan menyediakan 2 jenis spesifikasi kontrak:
Giovanni Vicioso, Kepala Produk Kripto CME, menyatakan: “Karena pertumbuhan pasar kripto yang pesat selama setahun terakhir, pelanggan secara aktif mencari produk yang terpercaya dan terregulasi untuk mengelola risiko harga. Melalui desain kontrak yang fleksibel ini, peserta pasar akan dapat mengalokasikan aset dengan efisiensi modal yang lebih tinggi.” Keputusan CME untuk meluncurkan kontrak berjangka yang terkait dengan ketiga token ini tanpa diragukan lagi menunjukkan kepercayaan terhadap 'transparansi penetapan harga' pasar spot mereka. Melihat kembali sejarah, Bitcoin dan Ethereum terlebih dahulu membangun pasar berjangka yang matang di CME, sebelum akhirnya membuka jalan bagi ETF spot di Amerika Serikat. Saat ini, nilai pasar Cardano (ADA) sekitar 14,5 miliar dolar AS, menempati peringkat ke-12 sebagai mata uang kripto terbesar; Chainlink (LINK) dengan nilai pasar sekitar 9,8 miliar dolar AS; dan Stellar (XLM), yang fokus pada pembayaran lintas batas, memiliki nilai pasar sekitar 7,4 miliar dolar AS. Sejak 2017, CME telah menjadi pelopor dalam peluncuran kontrak berjangka Bitcoin, yang menjadi fondasi bagi adopsi kripto ke pasar keuangan utama. Kini, lini produk mereka mencakup kontrak berjangka Bitcoin, Ethereum, Ripple (XRP), dan Solana (SOL), serta opsi berjangka (Options on Futures).