11 Februari, berita Michael Saylor merespons penurunan harga saham Strategy (MSTR) secara terus-menerus, menyatakan bahwa penyebab utamanya bukanlah masalah operasional atau eksekusi perusahaan, melainkan bahwa Bitcoin telah memasuki fase pasar beruang yang jelas dalam empat bulan terakhir. Sebagai perusahaan publik yang sangat “berbasis Bitcoin”, pergerakan harga saham MSTR hampir sepenuhnya bergantung pada siklus pasar BTC, dan karakteristik struktural ini semakin terlihat selama koreksi kali ini.
Melihat kembali pergerakan pasar, Bitcoin sempat melonjak di atas 110.000 dolar menjelang akhir 2025, tetapi kemudian momentum melemah, dan harga kembali ke sekitar 70.000 dolar, dengan kenaikan sebelumnya banyak dikikis. Penurunan jangka panjang ini menyebabkan suasana pasar menjadi sangat negatif, aset risiko secara umum tertekan, dan perusahaan yang paling banyak terpapar Bitcoin pun mengalami dampaknya.
Strategy bukan perusahaan perangkat lunak tradisional, valuasinya tidak bergantung pada pendapatan atau kelipatan laba, melainkan sangat sinkron dengan harga Bitcoin. Hingga awal 2026, perusahaan ini memegang lebih dari 250.000 Bitcoin dan terus menambah posisi melalui pendanaan utang dan ekuitas. Struktur leverage tinggi ini berarti bahwa saat Bitcoin turun, harga saham MSTR cenderung turun lebih besar.
Penyebab utama adalah efek leverage. Biaya utang tetap, dan kekhawatiran pasar terhadap dilusi saham yang potensial meningkat, sehingga risiko premi risiko cepat meningkat. Setiap koreksi Bitcoin akan diperbesar di harga saham MSTR, menghasilkan volatilitas yang lebih tajam dibandingkan dengan harga spot.
Meskipun sebagian investor terkejut dengan perubahan suasana pasar yang cepat, sebagian besar analis berpendapat bahwa pergerakan MSTR mencerminkan siklus makro Bitcoin, bukan deteriorasi fundamental perusahaan. Michael Saylor sejak lama menegaskan bahwa Strategy adalah “perusahaan penyimpan Bitcoin”, yang berarti harga sahamnya secara alami memiliki elastisitas tinggi dan risiko tinggi.
Bagi investor, memegang MSTR pada dasarnya sama dengan bertaruh pada Bitcoin dengan leverage. Jika BTC memasuki fase rebound atau sideways naik, MSTR bisa dengan cepat memulihkan kerugiannya; jika pasar beruang berlanjut, harga saham tetap akan menghadapi tekanan penurunan. Penilaian risiko secara rasional dan penetapan strategi yang jelas jauh lebih penting daripada emosi.
Artikel Terkait
The 'Hyperbolic' Era Ends: Wintermute Report Reveals Structural Shift for Bitcoin
Spot Bitcoin ETFs Push Inflows to Five-Day Streak, First in 2026