Sumber: Ksatria Blockchain
Sebuah laporan terbaru dari investor risiko Lyn Alden menunjukkan bahwa BTC selama 83% waktu bergerak sejalan dengan Likuiditas global, melampaui semua kategori aset utama lainnya.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, BTC dan Likuiditas global memiliki korelasi yang kuat, di mana ketika Likuiditas membesar, aset kripto utama biasanya akan naik, sedangkan ketika Likuiditas global mengecil, BTC akan mengalami koreksi.
Laporan juga menyebutkan bahwa fenomena sinkronisasi ini membuat BTC menjadi “peta cuaca Likuiditas paling murni”.
Laporan menunjukkan bahwa selama periode Mei 2013 hingga Juli 2024, harga BTC memiliki korelasi yang sangat kuat sebesar 0,94 dengan Likuiditas global, menunjukkan hubungan yang sangat positif.
Namun, dalam jangka waktu yang lebih pendek, korelasi melemah, rata-rata korelasi bergulir selama 12 bulan adalah 0.51, sementara rata-rata korelasi bergulir selama 6 bulan adalah 0.36.
Perlu diperhatikan bahwa standar pengukuran Likuiditas yang digunakan dalam analisis adalah Pasokan Uang M2, yang mengukur Pasokan Uang global. Ini termasuk uang tunai dalam tabungan fisik orang, dana yang didistribusikan ke akun bank, dan instrumen investasi jangka pendek lainnya di pasar.
Dibandingkan dengan aset lainnya, selama periode 12 bulan yang berkelanjutan, BTC memiliki korelasi rata-rata tertinggi dengan Likuiditas global, diikuti oleh emas. Korelasi indeks saham berada di peringkat kedua, sementara korelasi indeks obligasi paling rendah.
BTC dan Likuiditas memiliki keselarasan yang membuatnya berbeda dari yang lain.
Dalam 83% siklus 12 bulan dan 74% siklus 6 bulan, tren BTC sejalan dengan arah Likuiditas global. Konsistensi ini lebih baik daripada aset tradisional lain yang dianalisis dalam laporan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa Likuiditas global adalah faktor penggerak kunci kinerja harga jangka panjang BTC.
Untuk para investor, wawasan ini sangat berharga dalam mengevaluasi siklus pasar BTC dan meramalkan PA di masa depan.
Namun, dalam kejadian penting dalam industri atau kondisi pasar ekstrim, korelasi BTC dengan Likuiditas dapat terganggu.
Studi ini menemukan bahwa korelasi BTC dan Likuiditas melemah ketika peristiwa besar terjadi, seperti serangan Mt. GoxHacker dan “penularan kredit kripto” yang dipicu oleh runtuhnya TerraLuna.
Tren sisi penawaran juga dapat memengaruhi Likuiditaskorelasi BTC. Indikator “BTC1+ Year HODL Wave” dan Market Value vs. Realized Value Z-Score (MVRV Z-Score) dapat membantu mengidentifikasi periode di mana BTC dapat menyimpang dari korelasi jangka panjangnya dengan Likuiditas global.
Selama bull run, jumlah pemegang BTC yang telah memegang lebih dari setahun akan berkurang, karena para pemegang ini akan meraup keuntungan, sementara selama masa crypto winter, ketika mereka mulai mengumpulkan kembali, jumlah pemegang BTC akan bertambah.
Selain itu, ketika nilai MVRVZ rendah, harga pasar mungkin sejajar atau sedikit di bawah harga yang sudah tercapai, menunjukkan bahwa BTC berada di bawah harga yang wajar.
Oleh karena itu, laporan menyimpulkan bahwa menggabungkan analisis Likuiditas global dengan indikator on-chain seperti skor MVRVZ dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang siklus harga BTC, dan membantu mengidentifikasi periode di mana emosi mungkin melampaui kondisi Likuiditas.