BTC Markets berencana mengajukan izin untuk menawarkan aset dunia nyata yang ditokenisasi di pasar keuangan yang diatur di Australia.
Perusahaan global memperluas perdagangan aset yang ditokenisasi karena pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi mencapai sekitar $26,5 miliar.
Penelitian menunjukkan pasar yang ditokenisasi dapat menambah sekitar $24 miliar setiap tahun ke ekonomi Australia jika infrastruktur perdagangan yang diatur berkembang.
Bursa kripto Australia, BTC Markets, telah memberi tahu regulator tentang rencana mereka untuk mendapatkan izin perdagangan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Perusahaan memberitahu Australian Securities and Investments Commission tentang niatnya untuk mengoperasikan pasar yang diatur untuk aset yang ditokenisasi. Langkah ini menunjukkan minat yang semakin besar terhadap keuangan yang ditokenisasi di sektor aset digital Australia.
🔍 BTC Markets Mengajukan Izin untuk Perdagangan Aset yang Ditokenisasi
CEO BTC Markets, Lucas Dobbins, menyatakan bahwa perusahaan sedang mengejar izin untuk memperdagangkan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA), menurut Cointelegraph. Dobbins mencatat bahwa sekitar ~$26 miliar aset yang ditokenisasi di blockchain saat ini merupakan "bukti…
— Crynet (@crynetio) 9 Maret 2026
BTC Markets bertujuan mendapatkan lisensi pasar yang memungkinkan akses publik ke aset yang ditokenisasi tertentu. Dengan demikian, investor dapat memperdagangkan representasi digital dari saham, obligasi, dan aset dunia nyata lainnya. Perusahaan memperkirakan pasar yang ditokenisasi akan beroperasi secara terus-menerus dengan proses penyelesaian yang lebih cepat. Selain itu, infrastruktur blockchain dapat memungkinkan transfer kepemilikan yang lebih cepat dan transparansi yang lebih baik dalam perdagangan aset.
Tokenisasi terus mendapatkan perhatian baik dari perusahaan kripto maupun lembaga keuangan tradisional. Beberapa platform global telah memperkenalkan produk perdagangan saham yang ditokenisasi. Akibatnya, pasar aset keuangan berbasis blockchain telah berkembang selama setahun terakhir.
Bursa kripto Amerika, Kraken, memperkenalkan perdagangan saham yang ditokenisasi pada Juni 2025 melalui platform bernama xStocks. Kemudian, bursa meluncurkan mesin perdagangan onchain yang dikenal sebagai xChange. Mesin ini mendukung perdagangan saham yang ditokenisasi di jaringan Ethereum dan Solana. Akibatnya, trader dapat berinteraksi dengan saham yang ditokenisasi di infrastruktur blockchain.
Robinhood juga memperkenalkan platform perdagangan saham yang ditokenisasi yang menargetkan investor Eropa selama 2025. Langkah ini mencerminkan minat yang lebih luas terhadap perdagangan sekuritas berbasis blockchain di pasar global. Selain itu, lembaga keuangan tradisional mulai mengeksplorasi infrastruktur sekuritas yang ditokenisasi.
Intercontinental Exchange, yang memiliki New York Stock Exchange, mengumumkan rencana membangun platform untuk perdagangan sekuritas yang ditokenisasi. Proyek ini mencakup saham yang ditokenisasi dan dana yang diperdagangkan di bursa. Demikian pula, Nasdaq mengusulkan integrasi versi token dari saham dan produk yang diperdagangkan di bursa dalam sistem perdagangan yang ada.
Sementara itu, Coinbase mengungkapkan rencana untuk platform institusional baru bernama Coinbase Tokenize. Platform ini akan mendukung penerbitan dan pengelolaan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Perkembangan ini menunjukkan peningkatan kolaborasi antara perusahaan blockchain dan lembaga keuangan tradisional.
Australia juga dapat memperoleh manfaat dari pasar aset yang ditokenisasi jika infrastruktur berkembang di bawah pengawasan regulasi. Penelitian dari Digital Finance Cooperative Research Centre menyoroti potensi keuntungan ekonomi dari tokenisasi. Menurut penelitian tersebut, pasar yang ditokenisasi dapat menghasilkan sekitar 24 miliar dolar Australia setiap tahun. Nilai ini setara dengan sekitar 1 persen dari produk domestik bruto negara tersebut.
Namun, proyeksi menunjukkan bahwa negara ini mungkin hanya mampu meraih sekitar 1 miliar dolar AS pada tahun 2030 tanpa infrastruktur pasar yang lebih kuat. Oleh karena itu, platform berizin dapat membantu memperluas partisipasi dan mendorong aktivitas institusional. Selain itu, kejelasan regulasi dapat mendukung adopsi yang lebih luas di antara lembaga keuangan dan investor.
Australia sudah memiliki beberapa keunggulan yang dapat mendukung pertumbuhan tokenisasi. Negara ini memiliki regulasi keuangan yang mapan dan pasar modal yang kuat. Selain itu, Australia mengelola salah satu sistem pensiun terbesar di dunia. Faktor-faktor ini dapat mendorong lembaga untuk menjajaki produk keuangan berbasis blockchain.
Meskipun pasar secara umum mengalami volatilitas, aktivitas aset yang ditokenisasi terus meningkat di jaringan blockchain. Data dari RWA.xyz menunjukkan total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di blockchain mencapai sekitar $26,5 miliar. Selain itu, Ethereum memegang pangsa terbesar dari pasar aset yang ditokenisasi.
Ethereum menyumbang sekitar 57,4% dari aset dunia nyata yang ditokenisasi. Angka ini tidak termasuk jaringan layer-two dan platform lain yang kompatibel dengan EVM. Sementara itu, pasar yang ditokenisasi terus menarik perhatian dari investor institusional dan platform kripto.
Bahkan perkiraan konservatif menunjukkan bahwa pasar yang ditokenisasi bisa mencapai $2 triliun pada tahun 2030. Beberapa prediksi industri memperkirakan peluang yang jauh lebih besar. Boston Consulting Group memperkirakan pasar aset yang ditokenisasi bisa mencapai sebanyak $16 triliun.