
Presiden AS Donald Trump pada 11 Juni menyampaikan pernyataan terbuka di Kantor Oval Gedung Putih, dengan mengatakan, “Saya suka inflasi,” serta menyebut data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS Mei “sangat bagus”. The Federal Reserve mengonfirmasi bahwa Ketua saat ini, Kevin Warsh, akan memimpin rapat pengambilan keputusan pertama Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) setelah menjabat pada 17 Juni, dan pada hari yang sama digelar konferensi pers.
Data inflasi Mei: CPI naik 4,2% yoy, CPI inti naik 2,9% yoy
Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, CPI AS Mei naik 4,2% secara tahunan (yoy), tertinggi dalam tiga tahun terakhir, dan angka keseluruhannya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. CPI inti tanpa makanan dan energi naik 2,9% yoy. Sejak pecahnya perang Iran pada bulan Maret, kenaikan harga energi dan terbatasnya pengiriman melalui Selat Hormuz menjadi faktor eksternal utama yang mendorong tren kenaikan inflasi kali ini.
Pernyataan publik Trump soal Warsh dan Powell: kutipan langsung dibandingkan rekaman
Soal Powell, Trump pernah secara terbuka menyebutnya “bodoh”, serta mendorong beberapa tindakan nyata: berupaya mengganti anggota dewan gubernur The Federal Reserve bernama Cook, dan meluncurkan penyelidikan ke jaksa agung federal Distrik Kolombia terkait biaya renovasi gedung kantor The Federal Reserve (surat panggilan terkait telah dihentikan oleh hakim pengadilan; apakah kasus akan dicabut masih menunggu putusan pengadilan).
Soal Warsh, Trump secara tegas mengatakan dalam pidato pelantikan pada 22 Mei 2026: “Saya ingin Kevin benar-benar independen, melakukan urusan Anda sendiri, dan mengerjakan pekerjaan Anda dengan baik.” Dalam wawancara berikutnya dengan NBC, Trump mengatakan bahwa ia berharap Warsh “melakukan apa pun yang ingin dia lakukan, dan saya tidak ingin memberikan pengaruh yang terlalu besar kepadanya”. Hingga waktu pelaporan, Gedung Putih belum menanggapi pertanyaan apakah Trump berkomunikasi langsung dengan Warsh mengenai isu inflasi.
Rekaman konfirmasi pendengaran dan pernyataan publik Warsh
Dalam sidang konfirmasi bulan April, Warsh menyatakan secara jelas: “Risiko inflasi seperti ini masih menjadi bahan pembahasan di masing-masing rumah tangga dan dewan. Selama risiko inflasi belum mereda, pemotongan suku bunga tidak memiliki syarat.”
Dalam sidang tersebut, Warsh menegaskan inti dari kerangka kebijakannya: “Hal yang paling menarik bagi saya adalah tingkat inflasi potensial, bukan perubahan harga sekali yang disebabkan oleh perubahan geopolitik atau perubahan harga daging sapi, melainkan perubahan keseluruhan yang bersifat mendasari pada harga dalam perekonomian.” Warsh juga berkali-kali menyatakan pada 2025 bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menilai syarat pemotongan suku bunga di masa depan.
Rapat pengambilan keputusan 17 Juni: sikap pejabat dan kondisi suku bunga saat ini
Suku bunga dana federal sejak Desember 2025 dipertahankan di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Logan dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Hammack telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka cenderung menunda pemotongan suku bunga, serta memandang bahwa pada akhir tahun masih diperlukan kenaikan suku bunga. Setelah Warsh menjabat, telah ada pemulihan mekanisme pertemuan rutin antara Ketua The Federal Reserve dan Menteri Keuangan Bessent.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Pernyataan Trump kali ini tentang “suka inflasi” dibuat dalam konteks apa?
Trump membuat pernyataan tersebut saat diwawancarai di Kantor Oval Gedung Putih pada 11 Juni 2026, beberapa jam setelah rilis data CPI Mei yang naik 4,2%, dan menyebut data itu “sangat bagus”. Ini berdasarkan rekaman laporan CNBC pada hari yang sama.
Kapan jadwal konfirmasi untuk rapat FOMC pertama Warsh dan konferensi persnya?
The Federal Reserve telah mengonfirmasi bahwa Warsh akan memimpin rapat pengambilan keputusan FOMC pertamanya setelah menjabat pada 17 Juni 2026, dan pada hari yang sama digelar konferensi pers.
Apa posisi resmi Warsh terkait inflasi sejak mulai menjabat?
Menurut pernyataan publik Warsh dalam sidang konfirmasi April 2026, ia menyatakan bahwa risiko inflasi belum mereda, sehingga pemotongan suku bunga saat ini belum memiliki syarat. Kerangka kebijakannya berfokus pada “tingkat inflasi potensial”, bukan pada fluktuasi harga jangka pendek akibat faktor sekali seperti geopolitik.