Menurut analis BlockBeats dan Bitunix, data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dirilis hari ini diperkirakan menunjukkan kenaikan year-on-year sebesar 4,2%, menandai pertama kalinya melampaui 4% dalam hampir tiga tahun terakhir. Pasar memperkirakan tekanan inflasi ini tidak hanya berasal dari harga energi, tetapi juga dari tarif dan biaya layanan yang terus meningkat, sementara pertumbuhan upah tertinggal dari inflasi.
Pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve melanjutkan kenaikan suku bunga sedini September, dengan pasar obligasi mencerminkan pergeseran ini melalui naiknya imbal hasil pada surat utang Treasury 2-tahun dan 10-tahun. Selain itu, Bank of Japan secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 1% pekan depan, level tertinggi sejak 1995, yang menandakan pergeseran global yang lebih luas menuju pengetatan moneter.