Menurut Binance, bursa kripto terbesar di dunia meluncurkan produk perpetual futures yang melacak saham Samsung Electronics, SK Hynix, dan Hyundai Motor pada 2 Juni. Namun, bursa tersebut secara bersamaan membatasi pengguna domestik Korea Selatan untuk memperdagangkan produk-produk ini, dengan alasan kekhawatiran regulasi regional. Perpetual futures ini memungkinkan leverage hingga 20x, dibandingkan batas 2x pada produk equity ETF ber-leverage di dalam negeri.
Sementara itu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menyetujui perpetual futures Kalshi yang terhubung dengan Bitcoin pada 29 Mei, menandai produk perpetual futures teregulasi pertama di pasar AS. Para ahli keuangan Korea Selatan telah menyerukan langkah kebijakan dan legislatif yang mendesak, merekomendasikan opsi seperti batas leverage 2x (mengikuti model Jepang) atau undang-undang aset digital khusus yang terpisah dari regulasi pasar modal yang sudah ada.