Bitcoin masih berfluktuasi dalam kisaran sempit saat kepercayaan pasar secara bertahap diperkuat, meskipun suasana hati berhati-hati tetap mendominasi.
Data terbaru dari AS menunjukkan tanda-tanda adanya pergeseran struktural dalam permintaan. Aliran dana pembelian tampaknya telah kembali, tetapi sinyal kali ini berbeda dari siklus-siklus sebelumnya.
Yang penting saat ini adalah: apa sebenarnya yang dikatakan data tersebut?
Pasar tidak bergerak seperti sebuah siklus yang telah “berakhir”. Setiap koreksi dengan cepat menarik minat pembeli baru, sementara setiap pemulihan memicu reaksi kuat dari kedua belah pihak.
Semua ini menciptakan sebuah ketegangan dalam pertarungan — di mana permintaan secara bertahap meningkat, tetapi kekhawatiran dan kehati-hatian belum sepenuhnya hilang.
Baru-baru ini, analis Bitcoin Teddy membagikan data yang menunjukkan lebih dari 50 juta orang Amerika memegang Bitcoin, sementara sekitar 37 juta orang memegang emas.
Sumber: X Jarak ini sangat mencolok. Emas telah membangun posisi sebagai penyimpan nilai selama berabad-abad, tetapi Bitcoin justru melampaui dalam jumlah orang yang memegangnya.
Namun, jumlah pemilik tidak mencerminkan seluruh gambaran pasar. Nilai total emas yang dimiliki orang Amerika masih jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Meski begitu, data ini mengungkapkan tren penting: investor ritel semakin bersedia menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan, berdampingan dengan instrumen penyimpan nilai tradisional yang sudah lama ada.
Menurut data terbaru dari CryptoQuant, indeks Coinbase Premium menunjukkan bahwa aliran dana dari investor AS kembali ke pasar Bitcoin (BTC) dengan intensitas yang signifikan.
Sumber: CryptoQuant Indeks premium ini sangat penting karena mencerminkan permintaan beli di pasar spot di AS — di mana investor bersedia membayar harga lebih tinggi dibandingkan bursa lain. Biasanya, ini dianggap sebagai sinyal kepercayaan nyata dari aliran modal institusional, bukan sekadar fluktuasi pasar yang bersifat gangguan.
Oleh karena itu, tekanan beli secara perlahan kembali dan mulai dirasakan pasar secara nyata.
Ini juga saatnya gambaran menjadi lebih jelas. Sejarah menunjukkan bahwa aliran dana dari AS jarang kembali secara diam-diam; ketika muncul, kekuatan beli biasanya sangat besar dan Bitcoin cenderung bereaksi hampir secara langsung.
Namun, kenaikan permintaan yang kuat tidak berarti keamanan mutlak. Sebaliknya, ini hanya meningkatkan rasio risiko dan imbalan ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurut analis Joao Wedson dari Alphractal, level USD 63.700 berperan sebagai garis pertahanan penting bagi Bitcoin. Jika level ini ditembus, pasar mungkin menghadapi koreksi baru.
Sumber: X Dalam skenario negatif, zona risiko berikutnya berada di sekitar USD 57.000, USD 52.400, dan USD 48.700. Namun, ini bukanlah level tetap. Mereka dihitung berdasarkan data on-chain dan dapat berubah setiap hari, sehingga sebaiknya dianggap sebagai sinyal peringatan awal dari pasar.
Pertanyaan yang muncul saat ini adalah: Apakah Bitcoin mampu bertahan di atas level USD 65.000?
Saat ini, jawaban cenderung lebih positif. Meski begitu, minggu perdagangan yang dimulai dari 9 Maret akan menjadi kunci untuk mengonfirmasi apakah momentum ini akan terus berlanjut saat aliran dana baru masuk ke pasar.
Jika minggu baru dibuka dengan sentimen positif dan arus modal besar masuk, Bitcoin kemungkinan besar akan terus menunjukkan kekuatannya. Sebaliknya, jika aliran dana berbalik menjadi negatif dan tekanan penarikan modal kembali, tren pelemahan bisa berlanjut — sesuatu yang pasti tidak diinginkan oleh para bullish.