26 Mei 2026 pukul 17:15 hingga 17:30 (UTC), BTC mengalami penurunan tajam sebesar 0,55% dalam 15 menit, dari 76477,8 USDT menjadi 76053,1 USDT, dengan amplitudo 0,56%. Periode ini berada di pergantian akhir sesi perdagangan London dan awal sesi pembukaan New York, dengan kedalaman order book yang relatif tipis; likuiditas yang lemah membuat volatilitas jangka pendek menjadi lebih besar.
Pendorong utama dari pergerakan tak biasa ini adalah tekanan penjualan oleh institusi yang berbarengan dengan arus dana dari alamat “hiu besar” (whale). Forbes melaporkan bahwa BlackRock diduga melakukan aksi jual dalam skala besar, sementara whale Bitcoin terkenal Garrett Jin terus melakukan deposit BTC ke suatu bursa utama; dalam beberapa bulan terakhir, total setoran melebihi 11.000 BTC (sekitar 760 juta dolar AS), yang dinilai sebagai sinyal persiapan penjualan. Penjualan serempak dari institusi dan whale secara langsung menambah tekanan pasokan pasar, dan pada jam dengan likuiditas yang relatif tipis memicu penurunan cepat.
Kedua, aktivitas on-chain yang tidak wajar dan ketidakpastian makro menciptakan efek resonansi. Dari April hingga pertengahan Mei, data on-chain menunjukkan aktivitas whale sangat aktif, tetapi volume perdagangan spot justru turun dan mencapai titik terendah pada 19 miliar dolar AS, memunculkan jelas adanya “deviasi harga-aktivitas on-chain”. Pola arus bawah yang mengalir seperti ini telah terakumulasi sebagai tekanan jual sebelumnya. Selain itu, ketidakpastian kebijakan tarif yang berlanjut sepanjang tahun 2026 dan risiko geopolitik terus menekan kepercayaan pasar; preferensi risiko investor institusional menurun, dan cenderung memegang aset lindung nilai seperti dolar AS atau emas. Dari sisi teknikal, OBV terus menurun dan membentuk pola pembalikan seperti “puncak roller coaster”, sementara sinyal TBO berada pada kondisi kritis, sehingga memperbesar tekanan jual jangka pendek.
Risiko volatilitas saat ini masih ada; perlu dicermati apakah level dukungan kunci 76.000 dolar AS dapat bertahan, serta arah arus dana on-chain dan perubahan kepemilikan institusi. Jika penjualan institusi berlanjut, penurunan jangka pendek berpotensi terjadi lebih dalam. Berita makro terbaru (perkembangan kebijakan tarif, situasi geopolitik) serta arus dana ETF akan menjadi indikator penting yang perlu dipantau; pengguna perlu mewaspadai risiko “penusukan likuiditas” pada periode likuiditas yang tipis.