CME Berencana Mengajukan Gugatan Hukum Terhadap CFTC Terkait Klasifikasi Futures Perpetual Kripto

BTC-1,16%
KALSHI10,45%

CME Group bersiap mengambil langkah hukum terhadap Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) terkait kontrak perpetual futures. Operator bursa itu berencana mendaftarkan gugatan pada Kamis. Sengketa ini berawal dari keputusan CFTC bulan lalu untuk menyetujui kontrak perpetual bitcoin sebagai produk futures, termasuk persetujuan untuk Kalshi dan Coinbase Financial Markets. CME berpendapat bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures tradisional.

Perpetual futures, yang sering disebut “perps”, adalah derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga aset tanpa kepemilikan langsung. Berbeda dengan kontrak futures konvensional, perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga populer di kalangan trader kripto.

CME Berencana Menggugat Klasifikasi Perpetual Futures

CEO CME Terrence Duffy mengatakan bahwa CME meyakini kontrak tersebut dikategorikan secara keliru dan bahwa isu ini menjadi dasar tantangan hukum perusahaan. Berbicara kepada CNBC, Duffy menekankan bahwa CME menanggapi masalah ini dengan serius dan siap menantang posisi regulator tersebut di pengadilan.

Gugatan ini berpusat pada argumen bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures. CME berencana mengajukan gugatan hukum pada Kamis.

CFTC Menyetujui Produk Perpetual Futures Kalshi dan Coinbase

CFTC menyetujui permohonan Kalshi untuk menawarkan kontrak perpetual bitcoin bulan lalu. Regulator tersebut juga menerbitkan pernyataan no-action untuk Coinbase Financial Markets, yang memungkinkan perusahaan melanjutkan rencana untuk menawarkan produk derivatif komoditas digital.

Persetujuan regulasi ini memicu keputusan CME untuk mengambil langkah hukum terhadap CFTC.

CEO Duffy Mengkritik Klasifikasi dan Kecepatan Tinjauan Regulasi

Duffy mempertanyakan kecepatan proses peninjauan CFTC, dengan menyarankan bahwa persetujuan selesai lebih cepat daripada periode self-certification standar untuk instrumen keuangan baru seperti itu. Ia mengkritik klasifikasi produk tersebut sekaligus tenggat waktu peninjauan regulasinya.

Berbicara kepada CNBC, Duffy menegaskan bahwa CME berniat terus berjuang melawan persetujuan itu melalui jalur hukum meskipun keputusan regulator sudah dikeluarkan.

Duffy Memperingatkan Risiko Leverage Berlebihan bagi Trader

Berbicara lebih awal bulan ini pada Konferensi Piper Sandler Global Exchange & Fintech, Duffy mengungkapkan kekhawatirannya soal struktur perpetual futures dan risiko yang mungkin ditimbulkannya bagi pelaku pasar. Ia berpendapat bahwa produk tersebut menawarkan tingkat leverage yang melampaui yang biasanya terlihat di pasar yang diatur CME.

Menurut Duffy, trader yang kurang berpengalaman bisa menghadapi kerugian besar jika mereka masuk ke produk yang tidak sepenuhnya mereka pahami. Ia memperingatkan bahwa meningkatnya popularitas produk spekulatif berleverage tinggi dapat menimbulkan risiko serupa dengan yang terlihat sebelum krisis keuangan 2008.

“Pasar perumahan telah digantikan oleh pasar spekulasi,” kata Duffy, dengan berargumen bahwa spekulasi berlebihan dalam pasar prediksi dan produk derivatif lainnya bisa menjadi “bencana yang menunggu untuk terjadi”.

FAQ

Apa tantangan hukum CME terhadap CFTC tentang apa? CME Group bersiap mengajukan gugatan terhadap CFTC terkait klasifikasi kontrak perpetual futures. CME berpendapat bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap di bawah Undang-Undang Dodd-Frank, bukan sebagai kontrak futures tradisional. Gugatan itu direncanakan diajukan pada Kamis.

Mengapa CME memutuskan untuk menantang keputusan CFTC? Sengketa ini mengikuti persetujuan CFTC bulan lalu atas kontrak perpetual bitcoin sebagai produk futures, termasuk aplikasi Kalshi dan pernyataan no-action untuk Coinbase Financial Markets. CEO CME Terrence Duffy menyatakan bahwa CME meyakini kontrak tersebut dikategorikan secara keliru, dan ia mengkritik baik klasifikasi maupun kecepatan proses peninjauan regulasi.

Kekhawatiran apa yang diungkapkan CEO Duffy tentang perpetual futures? Berbicara di Konferensi Piper Sandler Global Exchange & Fintech lebih awal bulan ini, Duffy berpendapat bahwa perpetual futures menawarkan tingkat leverage yang melampaui yang biasanya terlihat di pasar yang diatur CME. Ia memperingatkan bahwa trader yang kurang berpengalaman bisa menghadapi kerugian besar dan bahwa spekulasi berlebihan dapat menciptakan risiko serupa dengan yang terlihat sebelum krisis keuangan 2008.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar