Sangat mendasar bagi siapa pun yang akan menjadi bagian dari pasar keuangan atau pasar kripto untuk mengetahui tentang bid-as spread serta slippage. Konsep-konsep terkait secara langsung memengaruhi harga yang dibayar atau didapat seseorang saat melakukan perdagangan, sering kali dengan cara yang diabaikan oleh para pemula. Walaupun biaya perdagangan terlihat, slippage dan spread adalah biaya tersembunyi yang dapat diam-diam menguras profit. Dengan menghitung dasar-dasar masing-masing, seseorang dapat membuat keputusan perdagangan yang intuitif sekaligus mencegah kerugian tak terduga.
Pengantar Biaya Perdagangan Kripto Selain Biaya
Saat memperdagangkan aset seperti mata uang kripto, sebagian besar pendatang baru memberi perhatian besar pada biaya perdagangan. Namun demikian, biaya aktual suatu perdagangan melampaui apa yang dikenakan oleh bursa. Dinamika pasar, seperti likuiditas, permintaan, dan penawaran, berperan kunci dalam menentukan harga eksekusi final seseorang.
Setiap perdagangan memperhitungkan suatu negosiasi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Integrasi terkait tersebut membentuk gap harga, juga disebut bid-ask spread. Selain itu, kondisi keseluruhan di pasar dapat menyebabkan perbedaan dalam eksekusi suatu pesanan dibandingkan dengan ekspektasi, yang menandakan slippage. Untuk memahami secara komprehensif cara kerja pasar, seseorang perlu menyelami order book, mekanisme yang mencatat pesanan jual dan beli, serta interaksi perdagangan dengannya.
Memahami Bid-Ask Spread dan Dampak Volatilitas
Bid-ask spread menunjukkan perbedaan antara harga terendah yang siap diterima oleh seorang penjual (ask) dan harga tertinggi yang siap dibayar oleh seorang pembeli (bid). Misalnya, jika harga ask adalah $101 dan harga bid adalah $100, spread sama dengan $1. Jika seseorang menempatkan pesanan beli market, akan diperlukan pembayaran harga ask. Namun, jika seseorang menempatkan pesanan sell, mereka akan mendapatkan harga bid.
Spread terjadi karena penjual dan pembeli memiliki ekspektasi yang berbeda mengenai nilai aset. Pembeli menginginkan harga yang lebih rendah, sedangkan penjual menginginkan harga yang lebih tinggi. Ketidaksepakatan alami ini menghasilkan terciptanya gap. Selain itu, likuiditas juga menjadi faktor kunci dalam spread. Likuiditas menunjukkan seberapa mudah untuk menjual dan membeli suatu aset tanpa dampak besar terhadap harga.
Dalam hal ini, likuiditas yang tinggi, khususnya untuk kasus Bitcoin dan pasangan forex yang terkenal, mengarah pada eksekusi yang lebih cepat, spread yang lebih sempit, dan biaya perdagangan yang lebih rendah. Selain itu, likuiditas yang rendah, ketika menyangkut altcoin kecil, mengarah pada spread yang lebih lebar, peningkatan biaya perdagangan, dan eksekusi yang lebih lambat. Pada pasar yang sangat likuid, beberapa anggota pasar bersaing untuk menjual dan membeli, sehingga secara alami mengencangkan spread.
Pengaruh Market Makers
Market makers menekankan perusahaan atau partisipan yang menyediakan likuiditas melalui penempatan pesanan jual dan beli. Mereka memanfaatkan spread dengan membeli pada harga bid lalu berdagang pada harga ask. Jadi, membeli pada $800 ketika kemudian menjual hingga $801 menegaskan profit per unit sebesar $1. Bahkan spread yang kecil dapat menghasilkan profit yang berarti ketika melakukan volume tinggi secara berulang. Di dunia aset kripto, market makers berkontribusi besar dalam menjaga spread tetap ketat dan menjamin perdagangan yang mulus.
Peran Order Book dan Depth Charts
Depth chart menunjukkan representasi visual dari pesanan jual dan pesanan beli, dengan sisi merah yang berisi asks dan sisi hijau yang berisi bids. Gap terkait antara dua sisi tersebut menegaskan bid-ask spread. Order book yang dalam menunjukkan volume besar pada beberapa level harga, slippage yang lebih rendah, dan dampak yang berkurang dari perdagangan besar. Namun, order book berdasar-kedalaman yang rendah menghadirkan likuiditas yang terbatas, risiko slippage yang lebih tinggi, dan peningkatan dampak harga.
Perhitungan Persentase Bid-Ask Spread
Untuk perbandingan spread di berbagai aset, seseorang dapat menggunakan persentase:
(Harga Ask – Harga Bid) / Harga Ask x 100 = Persentase Spread.
Jadi, jika bid berada di $9.43 dan ask mencapai $9.44, spread bernilai $0.01.
Pengantar Slippage
Slippage terjadi ketika perdagangan seorang trader dieksekusi pada level harga yang berbeda dibandingkan dengan ekspektasi. Alasan penting di balik hal ini meliputi ukuran pesanan yang besar, volatilitas tinggi, dan likuiditas rendah. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, jika seseorang menempatkan pesanan beli yang berjumlah $100, beberapa skenario dapat menyebabkan slippage. Secara khusus, ketika hanya sebagian dari pesanan dilaporkan terisi pada level ini, atau sisanya terisi sepenuhnya pada $102, $102, dll., harga rata-rata meningkat, yang mengarah ke slippage.
Jenis-jenis Slippage dan Peran dalam AMMs dan DeFi
Slippage positif adalah ketika seseorang mendapatkan harga yang lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi, lebih jarang tetapi mungkin terjadi di pasar yang bergerak cepat. Di sisi lain, slippage negatif adalah ketika seseorang mendapatkan harga yang lebih buruk dibandingkan dengan ekspektasi, sebagian besar terjadi di pasar dengan likuiditas rendah atau pasar yang volatil.
Pertukaran terdesentralisasi (DEXs) mungkin menyaksikan slippage yang lebih mencolok karena kerangka kerja penetapan harga yang terotomatisasi. Platform seperti automated market makers (AMMs) bergantung pada berbagai liquidity pools dibandingkan order book konvensional. Dalam sebuah pool yang kecil, bahkan trader kripto yang sedang bisa menyebabkan pergeseran harga yang besar. Ketika kasus ekstrem terjadi, slippage dapat melampaui 10% atau lebih, khususnya untuk token berkualitas rendah.
Toleransi Slippage dan Risiko Front-Running
Beberapa platform mengizinkan pengguna untuk mengatur toleransi slippage mereka, yang mendefinisikan sejauh mana penyimpangan harga dalam rentang penerimaan. Misalnya, toleransi 1% membatasi eksekusi, sehingga hanya terjadi jika harga aset tetap dalam 1%. Namun, toleransi 5% meningkatkan kemungkinan terjadinya eksekusi sekaligus meningkatkan risiko.
Dalam industri terdesentralisasi, seseorang dapat menghadapi risiko front-running akibat meningkatnya toleransi slippage. Hal ini dapat terjadi ketika sebuah bot mengidentifikasi pesanan perdagangan yang tertunda. Akibatnya, bot tersebut mengeksekusi perdagangan sebelum orang tersebut dan menjual kembali pada harga yang meningkat. Oleh karena itu, menetapkan slippage secara cukup tinggi dapat menimbulkan risiko yang substansial.
Meminimalkan Slippage
Ada beberapa strategi praktis untuk menurunkan slippage. Salah satunya adalah memecah pesanan besar menjadi perdagangan kecil dan eksekusi bertahap untuk mengurangi dampak terhadap pasar. Strategi lain adalah penggunaan limit order karena menetapkan harga tetap serta mencegah eksekusi yang tidak terduga. Namun, kelemahan dari strategi ini adalah pesanan dapat menghadapi penundaan dalam pengisian. Strategi ke-3 adalah memilih aset dengan order book yang komprehensif dan volume perdagangan yang meningkat. Selain itu, seseorang sebaiknya menghindari perdagangan pada waktu terjadinya peristiwa berita utama dan volatilitas tinggi.
Selanjutnya, dalam hal perdagangan terdesentralisasi, penundaan dapat membuka jalan bagi slippage yang lebih buruk, sedangkan meningkatnya biaya gas dapat memengaruhi waktu eksekusi.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, bid-ask spread dan slippage adalah faktor penting namun sering kali diabaikan yang secara signifikan memengaruhi hasil perdagangan. Walaupun tampak kecil, efek kumulatifnya dapat mengurangi profit atau meningkatkan kerugian, terutama di pasar yang volatil atau likuiditas rendah. Dengan memahami bagaimana spread terbentuk dan bagaimana slippage terjadi, trader dapat mengelola risiko dengan lebih baik, memilih jenis pesanan yang tepat, dan meningkatkan efisiensi eksekusi. Pada akhirnya, penguasaan konsep-konsep ini membantu membangun strategi perdagangan yang lebih cerdas dan menghasilkan performa yang lebih konsisten baik di pasar kripto maupun pasar tradisional.