EcoPro BM mengumumkan pada tanggal 12 bahwa EcoPro Group memperoleh saham di smelter BNSI Indonesia (Bahodopi Nickel Smelting Indonesia) untuk menanggapi regulasi lepas pantai Indonesia. Investasi ini mengamankan total hak pasokan nikel sebanyak 65.000 ton per tahun, yang cukup untuk memproduksi sekitar 1,5 juta kendaraan listrik. Langkah tersebut menjawab kebutuhan keamanan sumber daya saat industri baterai global menghadapi penguatan regulasi perdagangan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.
EcoPro Group Menginvestasikan 2,3 Triliun Won dalam Proyek BNSI Tahap Dua
Smelter BNSI yang sedang dibangun di Sulawesi, Indonesia merupakan usaha patungan dengan perusahaan pertambangan milik negara Indonesia PTVI (PT Vale Indonesia) dan perusahaan-perusahaan global, dengan EcoPro Group memimpin proyek tersebut sebagai pemegang saham terbesar. Dalam empat tahun terakhir, EcoPro Group menginvestasikan sekitar 800 miliar won pada Tahap 1 untuk mengamankan pasokan nikel 29.000 ton per tahun. Perusahaan kemudian menginvestasikan 1,5 triliun won pada Tahap 2, untuk mengamankan tambahan 36.000 ton per tahun.
Smelter BNSI Mengamankan Pasokan Nikel untuk 1,5 Juta EV
Investasi gabungan dua tahap memberi EcoPro Group hak pasokan nikel 65.000 ton per tahun. Menurut perusahaan, volume tersebut cukup untuk memproduksi sekitar 1,5 juta kendaraan listrik.
EcoPro Berencana Integrasi Pabrik Hungaria untuk Kepatuhan UE
EcoPro menyusun rencana untuk menghubungkan nikel yang diamankan dengan pabrik Debrecen di Hungaria. Strategi ini menanggapi Critical Raw Materials Act (CRMA) Uni Eropa dan EU-UK Trade and Cooperation Agreement (TCA), yang mendorong produksi di dalam Eropa. Pabrik bahan katoda di Debrecen akan memanfaatkan pasokan nikel dari Indonesia untuk memenuhi persyaratan regulasi UE.
CEO Menekankan Keamanan Sumber Daya sebagai Faktor Kelangsungan Hidup
CEO Choi Moon-ho mengatakan, "Industri baterai global saat ini berada pada era ketika keamanan sumber daya dan respons terhadap regulasi perdagangan menentukan kelangsungan hidup perusahaan." Ia menambahkan, "Kami akan mengamankan kepemimpinan di pasar baterai ternari global melalui kombinasi organik bahan baku nikel Indonesia yang sepenuhnya memenuhi regulasi AS dan Eropa serta basis produksi kami di Hungaria."
FAQ
Apa yang diumumkan EcoPro Group pada tanggal 12?
EcoPro BM mengumumkan pada tanggal 12 bahwa EcoPro Group memperoleh saham di smelter BNSI Indonesia dan mengamankan hak pasokan nikel 65.000 ton per tahun melalui investasi dua tahap senilai 2,3 triliun won. Nikel yang diamankan tersebut cukup untuk memproduksi sekitar 1,5 juta kendaraan listrik.
Mengapa EcoPro berinvestasi pada smelter Indonesia BNSI?
EcoPro berinvestasi pada smelter BNSI untuk menanggapi regulasi lepas pantai Indonesia dan memenuhi persyaratan Critical Raw Materials Act Uni Eropa serta EU-UK Trade and Cooperation Agreement. Perusahaan berencana menghubungkan pasokan nikel dari Indonesia dengan pabrik Debrecen di Hungaria untuk kepatuhan regulasi UE.
Seberapa banyak nikel yang disediakan smelter BNSI untuk EcoPro?
Smelter BNSI menyediakan EcoPro Group nikel sebanyak 65.000 ton per tahun melalui dua fase investasi: 29.000 ton per tahun dari Tahap 1 (investasi 800 miliar won selama empat tahun) dan 36.000 ton per tahun dari Tahap 2 (investasi 1,5 triliun won).