Menurut Komisi Sekuritas dan Futures Hong Kong (SFC), regulator telah memberikan teguran kepada Chuk Fook Securities (Hong Kong) Limited dan menjatuhkan denda sebesar HK$2,1 juta karena langkah pemantauan keamanan siber yang kurang memadai dan tidak efektif. Pada 19 September 2022, perusahaan itu mengalami serangan ransomware yang mengganggu infrastruktur TI penting, termasuk file server, domain controller, email server, trading application server, dan server akuntansi. Pemulihan sistem tertunda sekitar tiga minggu dan selesai pada 7 Oktober 2022.
Selama gangguan berlangsung, klien tidak bisa melakukan perdagangan melalui aplikasi seluler perusahaan atau platform web, dan harus mengajukan pesanan melalui manajer akun. Investigasi SFC menemukan berbagai kekurangan keamanan siber, termasuk tidak adanya perlindungan firewall dan pemantauan jaringan, sistem operasi yang sudah ketinggalan, kontrol akses pengguna yang lemah, praktik manajemen kata sandi yang buruk, pemantauan akses jarak jauh yang tidak memadai, pelatihan keamanan siber staf yang tidak memadai, serta pengaturan pencadangan data yang tidak memadai. Kegagalan yang sifatnya sistematis ini membuat perusahaan tidak mampu membela diri secara memadai terhadap serangan dan memperpanjang upaya pemulihan, sehingga merugikan kepentingan klien dan ketahanan operasional.