HTX menghentikan pencatatan stablecoin USD1 setelah World Liberty Financial membekukan sejumlah alamat on-chain yang terkait dengan bursa. Bursa tersebut berargumen bahwa pembekuan dikenakan tanpa pemberitahuan awal yang memadai, dasar hukum atau kontrak yang jelas, pengungkapan yang transparan, atau proses yang semestinya. HTX menuntut agar WLFI membalikkan pembekuan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya mungkin mengambil tindakan lanjutan, termasuk langkah hukum, untuk melindungi hak serta kepentingan pengguna. Sengketa ini menyinggung kepatuhan terhadap sanksi, dana pengguna, serta batas kendali penerbit stablecoin terpusat.
HTX menyatakan setoran dan konversi USD1 tidak lagi didukung. Saldo pengguna yang dipegang dalam USD1 akan dikonversi menjadi Tether (USDT) dengan rasio 1:1, dengan waktu yang tepat dan detail lebih lanjut yang akan diumumkan secara terpisah. Bursa tersebut juga menangguhkan beberapa pasangan perdagangan terkait, termasuk WLFI/USDT, USD1/USDT, BTC/USD1, dan ETH/USD1.
HTX menghadapi tekanan terkait sanksi sendiri. Inggris sebelumnya menerapkan sanksi kepada Huobi Global S.A., dengan menyebut adanya alasan yang wajar untuk meyakini bahwa entitas tersebut telah memberikan layanan keuangan bagi pemerintah Rusia. HTX telah berargumen bahwa Huobi Global S.A. merupakan entitas hukum yang terpisah dari bursa online HTX dan bahwa penetapan tersebut tidak boleh memengaruhi operasinya.
Pembekuan terjadi di tengah pertarungan hukum yang lebih luas yang melibatkan Justin Sun dan World Liberty Financial. Sun, yang banyak dikaitkan dengan HTX dan duduk di dewan penasihat global bursa, sebelumnya menggugat World Liberty Financial setelah mengklaim platform tersebut membekukan token miliknya dan mengancam untuk membakarnya tanpa dasar yang tepat. World Liberty kemudian mengajukan gugatan balasan, menuduh Sun menyebarkan informasi palsu tentang platform tersebut dan melanggar ketentuan yang terkait dengan penjualan token WLFI melalui transfer yang diduga tidak berwenang serta aktivitas pasar.
Sengketa ini memperbarui perdebatan tentang seberapa besar kendali yang seharusnya dimiliki penerbit stablecoin terpusat atas dana pengguna. Stablecoin terpusat dapat mencakup fungsi kontrak pintar yang memungkinkan penerbit membekukan atau memasukkan alamat ke daftar hitam. Dalam banyak kasus, fungsi tersebut digunakan sebagai respons terhadap perintah pengadilan, permintaan aparat penegak hukum, persyaratan sanksi, atau kekhawatiran regulasi lainnya. Kasus USD1 menarik perhatian karena HTX mengklaim pembekuan didasarkan pada peninjauan kepatuhan sanksi milik WLFI sendiri, bukan pada perintah pengadilan langsung atau tindakan pemerintah yang dipublikasikan. World Liberty Financial menulis di media sosial bahwa, mengingat perubahan sanksi baru-baru ini, pihaknya tetap berkomitmen pada mekanisme berbasis risiko untuk memantau kepatuhan terhadap sanksi.
Mengapa HTX menghentikan pencatatan USD1?
HTX menghentikan pencatatan USD1 setelah World Liberty Financial membekukan sejumlah alamat on-chain yang terkait dengan bursa. Bursa tersebut berargumen bahwa pembekuan dikenakan tanpa pemberitahuan awal yang memadai, dasar hukum atau kontrak yang jelas, pengungkapan yang transparan, atau proses yang semestinya.
Apa yang terjadi pada saldo USD1 pengguna di HTX?
Saldo pengguna yang dipegang dalam USD1 akan dikonversi menjadi Tether (USDT) dengan rasio 1:1. HTX mengatakan waktu yang tepat dan detail lebih lanjut akan diumumkan secara terpisah. Bursa tersebut juga menangguhkan beberapa pasangan perdagangan terkait, termasuk WLFI/USDT, USD1/USDT, BTC/USD1, dan ETH/USD1.
Apa sengketa hukum antara Justin Sun dan World Liberty Financial?
Justin Sun sebelumnya menggugat World Liberty Financial setelah mengklaim platform tersebut membekukan token miliknya dan mengancam untuk membakarnya tanpa dasar yang tepat. World Liberty kemudian mengajukan gugatan balasan, menuduh Sun menyebarkan informasi palsu tentang platform tersebut dan melanggar ketentuan yang terkait dengan penjualan token WLFI melalui transfer yang diduga tidak berwenang serta aktivitas pasar.