Menurut Jin10, pada 7 Juni—hari ke-100 konflik AS-Israel-Iran—Iran meluncurkan serangan baru terhadap fasilitas militer Amerika, dengan penasihat militer Iran memperingatkan AS tentang "kerugian berat." Komando Pusat AS menyatakan pihaknya mencegat rudal dan drone Iran, seraya menambahkan bahwa klaim kerusakan pada markas Armada Kelima di Bahrain adalah tidak benar dan tidak ada personel Amerika yang terluka.
Sementara itu, perundingan gencatan senjata masih buntu. Menteri Dalam Negeri Pakistan mengunjungi Iran untuk mengajukan kesepakatan terobosan, namun Teheran menuntut dimasukkannya klausul pelepasan aset yang dibekukan dan pembicaraan nuklir selama tiga bulan, sedangkan Trump menetapkan batas negosiasi 60 hari dan meminta Iran merespons dengan cepat.