Iran Memperingatkan Harga Minyak Mungkin Melonjak hingga $200, Bitcoin Menghadapi Risiko Volatilitas Baru

BTC-2,13%

Pada 12 Maret, berita menyebutkan bahwa Iran memperingatkan pada hari Rabu bahwa jika Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan militer terhadap Iran, harga minyak bisa melambung dua kali lipat menjadi USD 200 per barel. Berita ini langsung menarik perhatian pasar global sekaligus berpotensi mempengaruhi harga Bitcoin. CEO Ripio, bursa cryptocurrency Argentina, Sebastian Serrano, menunjukkan bahwa harga energi yang tinggi dapat memperburuk inflasi, dan bank sentral di berbagai negara menunda pemangkasan suku bunga, sehingga membatasi likuiditas yang diperlukan untuk mendorong kenaikan Bitcoin.

Dalam konflik terbaru, Bitcoin sempat mengalami penjualan cepat lalu rebound. Saat ini, harga perdagangan mendekati USD 70.434, sedikit pulih sejak pecahnya perang pada 28 Februari. Namun, para analis memperingatkan bahwa volatilitas yang lebih besar mungkin akan terjadi di masa depan. Meski sebagian investor menganggap Bitcoin sebagai aset safe haven, berbeda dengan emas, performanya di bawah guncangan geopolitik tetap tidak stabil.

Data sejarah menunjukkan bahwa perang di Timur Tengah sering memberikan tekanan turun pada Bitcoin. Misalnya, setelah Israel melancarkan “Operasi Singa Bangkit” pada Juni 2025, harga Bitcoin turun secara signifikan hingga Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian serangan, yang kemudian memicu rebound. Analis dari perusahaan data Kaiko, Lawrence Fraenkel, menyatakan bahwa saat ini Bitcoin lebih mirip aset risiko berfluktuasi tinggi seperti saham teknologi, bukan komoditas tradisional, dan harga Bitcoin sangat sensitif terhadap peristiwa geopolitik.

Selain itu, meskipun Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengklasifikasikan Bitcoin sebagai komoditas, perilaku harga Bitcoin berbeda dari minyak atau emas, dan lebih mudah dipengaruhi oleh sentimen pasar serta faktor ekonomi global. Jika konflik di Timur Tengah berlanjut atau memburuk, diperkirakan Bitcoin akan mengalami volatilitas harga yang lebih ekstrem, sehingga investor harus waspada terhadap potensi tekanan jual dan risiko yang mungkin timbul.

Secara keseluruhan, ketegangan geopolitik, lonjakan harga minyak, dan perubahan likuiditas pasar secara bersamaan menciptakan ketidakpastian jangka pendek bagi Bitcoin. Trader dan investor jangka panjang perlu memantau perkembangan konflik dan kebijakan bank sentral untuk menilai risiko dan peluang yang ada.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Mantan PM Inggris Liz Truss Secara Terbuka Mendukung Bitcoin sebagai Alat untuk Melawan Penggerusan Nilai Mata Uang

Mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengkritik arah ekonomi Britania, dengan mengutip pajak dan regulasi yang tinggi. Ia menganjurkan Bitcoin untuk melawan penggerusan nilai mata uang (currency debasement) dan sedang menyelenggarakan sebuah konferensi untuk mempromosikan gerakan kedaulatan dan kebebasan.

GateNews5jam yang lalu

BTC menembus turun di bawah 76000 USDT

Pesan dari bot Gate News, data harga Gate menunjukkan bahwa BTC menembus turun di bawah 76000 USDT, harga saat ini 75996.9 USDT.

CryptoRadar6jam yang lalu

Goldman Sachs Mengajukan ETF Pendapatan Bitcoin Menggunakan Strategi Opsi

Goldman Sachs mengusulkan ETF pendapatan yang berfokus pada Bitcoin yang menghindari kepemilikan Bitcoin secara langsung, dengan menggunakan ETF terkait dan strategi opsi untuk memperoleh pendapatan. Pengajuan ini mencerminkan meningkatnya persaingan di ruang investasi kripto di antara perusahaan-perusahaan besar.

CryptoFrontNews6jam yang lalu

ETF Bitcoin Catat Arus Masuk $663,9M, Hari Terkuat Sejak Pertengahan Januari

ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar $663,9 juta pada 18 April, yang menunjukkan kepercayaan institusional yang kembali menguat serta pergeseran sentimen pasar. Tren ini menunjukkan minat yang berkelanjutan terhadap Bitcoin karena investor mencari diversifikasi portofolio mereka.

GateNews7jam yang lalu

Kepemilikan Bitcoin Melampaui Emas di Kalangan Orang Amerika untuk Pertama Kalinya

Lebih banyak orang Amerika sekarang memiliki Bitcoin daripada emas, menyoroti pergeseran besar dalam preferensi aset seiring popularitas Bitcoin melonjak. Entitas AS mendominasi kepemilikan Bitcoin global, dan adopsi institusional terus meningkat, dengan perusahaan-perusahaan besar masuk ke pasar dan legislasi berpotensi memperkuat status legal Bitcoin.

GateNews8jam yang lalu

Prakiraan Harga Bitcoin Bergeser Saat Permintaan Tiong Tiong di Iran Pulih $1M Target Talk

Tarif Bitcoin Iran menghidupkan kembali perdebatan tentang kripto sebagai infrastruktur pembayaran global Ketegangan geopolitik mendorong Bitcoin melampaui peran sebagai penyimpan nilai menuju peran mata uang Adopsi institusional dan arus transaksi memperkuat narasi Bitcoin jangka panjang bernilai jutaan dolar Prakiraan harga Bitcoin telah berubah lagi setelah fr

CryptoNewsLand8jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar