Manajer aset AS termasuk Corgi Strategies, GraniteShares, dan Tuttle Capital sedang mempersiapkan reksa dana exchange-traded fund (ETF) berpengungkit yang melacak Kioxia, perusahaan pembuat chip memori asal Jepang, menurut Bloomberg. Sedikitnya sembilan produk—termasuk ETF berpengungkit 2x dan ETF invers—sedang dalam peninjauan oleh regulator sekuritas AS untuk kemungkinan pencatatan. Pengajuan tersebut akan menciptakan ETF berpengungkit tunggal berbasis saham Jepang pertama yang tercatat di AS. Analis pasar memperingatkan produk-produk ini dapat memperbesar volatilitas saham, mengacu pada pengalaman Korea Selatan, di mana regulator menghentikan pencatatan ETF berpengungkit tunggal baru setelah perdagangan ETF Samsung Electronics dan SK Hynix memicu lonjakan pergerakan harga yang tajam.
ETF Berpengungkit Memperbesar Volatilitas Lewat Penyeimbangan Harian
ETF berpengungkit menyesuaikan posisi mendekati penutupan setiap hari perdagangan untuk mempertahankan kelipatan keuntungan target, proses yang disebut rebalancing. Andrew Jackson, kepala strategi ekuitas Jepang di Orthus Advisors, menyatakan bahwa “ETF berpengungkit mendistorsi mekanisme pasar normal dan secara signifikan memperluas volatilitas, seperti yang terlihat di Korea Selatan.” Ia menambahkan bahwa produk tersebut “dapat semakin memperparah kondisi saham-saham terkait AI yang sedang kepanasan, sehingga menciptakan lingkungan investasi yang sangat sulit bagi investor jangka panjang.” Pelaku pasar mencatat bahwa perdagangan yang terkonsentrasi oleh market maker dan hedge fund selama rebalancing dapat memperbesar lonjakan harga.
Korea Selatan Menghentikan Pencatatan ETF Berpengungkit Tunggal Setelah Lonjakan Volatilitas
Bloomberg mengutip pengalaman Korea Selatan sebagai preseden peringatan. Setelah ETF berpengungkit tunggal yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix meroket popularitasnya, volatilitas pasar saham Korea meluas. Regulator keuangan kemudian menangguhkan pencatatan ETF berpengungkit tunggal baru. Kasus Korea tersebut dirujuk analis sebagai bukti bahwa produk semacam itu dapat mengganggu kestabilan perdagangan pada sekuritas yang mendasarinya.
Kioxia Kehilangan Hampir Setengah Kapitalisasi Pasar Setelah Puncak Juni
Kioxia mendapat perhatian sebagai penerima manfaat memori AI dan sempat mencapai kapitalisasi pasar tertinggi Jepang pada Juni. Saham tersebut kemudian kehilangan hampir setengah nilai pasarnya setelah sentimen investasi AI melemah. Bloomberg mengidentifikasi Kioxia sebagai salah satu saham berkapitalisasi besar paling volatil di Jepang. Fluktuasi harga perusahaan yang tajam menegaskan kekhawatiran bahwa perdagangan ETF berpengungkit dapat semakin mengacaukan sahamnya.
Manajer Aset AS Mengajukan ETF yang Melacak SoftBank, Nintendo, Toyota
Tuttle Capital menyiapkan produk ETF berpengungkit untuk SoftBank Group, Nintendo, dan Metaplanet selain Kioxia. Direxion dan Themes ETF Trust sedang meninjau produk berbasis Tokyo Electron, Toyota Motor, dan Lasertec. Pengajuan ini mencerminkan dorongan yang lebih luas dari manajer aset AS untuk menawarkan eksposur berpengungkit terhadap perusahaan-perusahaan besar Jepang.
FAQ
ETF berpengungkit apa yang diajukan manajer aset AS untuk Kioxia?
Manajer aset AS termasuk Corgi Strategies, GraniteShares, dan Tuttle Capital mengajukan setidaknya sembilan produk ETF berpengungkit yang melacak saham Kioxia dan American Depositary Receipts (ADRs). Produk yang sedang ditinjau SEC mencakup ETF berpengungkit 2x dan ETF invers.
Mengapa Korea Selatan menghentikan pencatatan ETF berpengungkit tunggal yang baru?
Regulator keuangan Korea Selatan menangguhkan pencatatan ETF berpengungkit tunggal yang baru setelah produk yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix berkontribusi pada meningkatnya volatilitas pasar saham. Bloomberg mengutip kasus Korea sebagai bukti bahwa ETF semacam itu dapat mendistorsi mekanisme pasar normal.
Seberapa besar kapitalisasi pasar Kioxia turun setelah puncak Juni?
Kioxia kehilangan hampir setengah kapitalisasi pasarnya setelah sempat mencapai kapitalisasi pasar tertinggi Jepang pada Juni. Penurunan terjadi saat sentimen investasi AI melemah, sehingga Kioxia menjadi salah satu saham berkapitalisasi besar paling volatil di Jepang.