Menurut laporan hari ini, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis sebuah laporan yang mengklaim bahwa 60% kontribusi perusahaan-perusahaan Tiongkok terhadap pertumbuhan pasar global di 15 sektor industri utama sejak 2005—termasuk otomotif, pembangunan kapal, dan energi surya—dapat dikaitkan dengan subsidi. Organisasi tersebut menyatakan total subsidi global mencapai 108 miliar pounds pada 2024, dengan 52% berasal dari Tiongkok.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyatakan bahwa daya saing perusahaan-perusahaan Tiongkok berasal dari persaingan yang digerakkan oleh pasar, inovasi teknologi yang berkelanjutan, ekspansi bisnis global, serta skala ekonomi dari pasar domestik yang sangat besar. Mao menambahkan bahwa kebijakan subsidi industri Tiongkok mematuhi prinsip-prinsip yang terbuka, adil, dan sesuai dengan ketentuan WTO, serta mencatat bahwa subsidi industri digunakan secara luas oleh negara-negara di seluruh dunia.