Menurut RBNZ, bank sentral menaikkan suku bunga kas resmi (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% pada 8 Juli 2026, dalam keputusan bulat. Gubernur Adrianne Brennan menyatakan bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, dengan mencatat bahwa inflasi mencapai 3,9% pada Q2, lebih rendah dari puncak 4,3% yang diperkirakan sebelumnya.
Setelah pengumuman tersebut, dolar Selandia Baru menguat 0,65% menjadi 0,5713 USD. Imbal hasil obligasi 2 tahun naik 4,95 bp menjadi 3,38%, sementara imbal hasil 10 tahun naik 8,75 bp menjadi 4,53%, mencerminkan ekspektasi pasar akan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut ke depan.