Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mengambil langkah menuju sikap regulasi kripto yang lebih permisif, tetapi belum memberikan persetujuan menyeluruh bagi industri tersebut. Menurut laporan Reuters, langkah-langkah terbaru agensi itu menunjukkan perubahan yang lebih terbatas: lebih banyak kejelasan mengenai bagaimana beberapa aset kripto diperlakukan dan lebih banyak ruang bagi antarmuka kripto tertentu untuk beroperasi tanpa pendaftaran broker-dealer secara langsung.
Pada 13 April, Divisi Perdagangan dan Pasar SEC merilis pernyataan staf mengenai antarmuka pengguna yang digunakan dalam transaksi sekuritas aset kripto. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa staf tidak akan keberatan dalam beberapa kasus jika penyedia antarmuka membuat atau mengoperasikan antarmuka semacam itu tanpa mendaftar sebagai broker-dealer.
Komisioner Hester Peirce mengatakan pernyataan itu membahas front end dan dompet self-custodial yang digunakan investor dalam transaksi sekuritas aset kripto berbasis onchain. Namun, keringanan itu terbatas dan hanya berlaku pada keadaan-keadaan tertentu. SEC tidak mengeluarkan otorisasi luas untuk bursa, penerbit token, atau pasar kripto yang lebih luas.
Perubahan kebijakan yang lebih besar terjadi pada 17 Maret, ketika SEC mengeluarkan panduan yang ditunggu-tunggu mengenai bagaimana hukum sekuritas federal berlaku untuk aset kripto. Menurut Reuters, agensi tersebut mengelompokkan token ke dalam kategori termasuk komoditas digital, stablecoin, dan sekuritas digital, sambil menyatakan bahwa hukum sekuritas hanya berlaku untuk sekuritas digital.
Panduan ini merupakan perubahan besar dibanding pendekatan sebelumnya agensi tersebut yang lebih menekankan penegakan. SEC telah memperjelas bahwa hukum sekuritas federal berlaku untuk sekuritas digital, sementara banyak aset kripto lainnya mungkin berada di luar kategori tersebut. Pada saat yang sama, agensi tersebut terus menekankan kondisi, kategori, dan batasan hukum daripada menawarkan persetujuan luas.
Laporan Reuters terbaru menunjukkan bahwa aktivitas penegakan SEC turun tajam pada tahun fiskal 2025 ketika agensi tersebut mengalihkan fokusnya ke penipuan, dampak buruk bagi investor, dan integritas pasar, alih-alih mengejar volume tinggi kasus-kasus baru, termasuk beberapa yang terkait dengan aset digital.
SEC telah membuka jalur yang lebih sempit untuk beberapa bagian dari ekosistem kripto, tetapi belum menyatakan bahwa semua aktivitas kripto sudah dibersihkan atau disetujui. Suatu aset kripto masih bisa diperlakukan secara berbeda jika dipasarkan sebagai investasi yang dikaitkan dengan ekspektasi keuntungan. Pembacaan paling tepat adalah bahwa regulator telah membuat aturan lebih menguntungkan untuk sebagian bagian industri, sambil tetap mempertahankan batasan hukum kunci.
Artikel Terkait
Kongres Polandia ingin mencabut hak veto presiden atas rancangan undang-undang mata uang kripto, namun kembali gagal meloloskan tahapan.
Parlemen Polandia Gagal Menolak Veto Presiden atas UU Kripto; PM Menuduh Gangguan Rusia
Gedung Putih Memediasi Sengketa Stablecoin Clarity Act, Witt Ungkap Jadwal Legislasi
Komite Investasi SFC Hong Kong Memperingatkan Perdagangan Pasar Prediksi Bisa Menjadi Perjudian Ilegal
Seorang Ekonom Mengusulkan Stablecoin USD Nasional untuk Menghapus Kontrol Mata Uang di Venezuela
Elizabeth Warren Menuduh Ketua SEC Paul Atkins Menyesatkan Kongres Terkait Penurunan Penegakan