
SpaceX pada 11 Juni setelah penutupan perdagangan saham AS mengonfirmasi harga IPO ditetapkan sebesar 135 dolar AS per saham, dengan rencana pencatatan di Nasdaq pada 12 Juni (Jumat) dengan kode SPCX. Perusahaan akan menerbitkan sekitar 555,6 juta saham, menggalang dana senilai 75 miliar dolar AS, dengan valuasi sekitar 1,78 triliun dolar AS. Berbeda dari IPO tradisional yang menyediakan rentang harga, SpaceX langsung menetapkan harga tunggal tetap sebesar 135 dolar AS.
Strategi Harga Tetap: Bagaimana SpaceX Memecah Alur IPO Tradisional
Dalam IPO tradisional, perusahaan dan penjamin emisi menetapkan harga akhir setelah melihat pesanan, biasanya ditentukan di atas atau di bawah median dari rentang harga yang telah diumumkan sebelumnya. SpaceX dalam prospektus yang diperbarui langsung memberi harga 135 dolar AS tanpa menyediakan rentang harga, dan harga tersebut sudah dipastikan sebelum dimulainya roadshow; penetapan resmi pada 11 Juni merupakan konfirmasi yang bersifat prosedural.
SpaceX telah memberi tahu investor bahwa penerimaan permohonan akan dihentikan pada hari Rabu, sehari lebih cepat dibanding alur tradisional; Robinhood telah memajukan batas waktu pemesanan menjadi Rabu pukul 4 sore waktu Bagian Timur AS.
Laporan Reuters mengonfirmasi bahwa angka pelipatan pesanan mencapai 4 kali, namun sekaligus mencatat bahwa investor institusional sering secara artifisial menaikkan angka pelipatan pesanan untuk memastikan memperoleh kuota yang cukup, sehingga kebutuhan pasar yang sebenarnya masih mengandung ketidakpastian.
Penjatahan Ritel dan Saluran Pemesanan: Target 30%, Lima Perusahaan Sekuritas Konfirmasi Bisa Ikut
Target penjatahan ritel SpaceX adalah sekitar 30% dari saham yang beredar, jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan IPO yang biasanya 5% hingga 10%. Persentase penjatahan final yang spesifik belum dikonfirmasi. Investor ritel dapat melakukan pemesanan melalui platform sekuritas berikut: Charles Schwab, Fidelity, Robinhood, SoFi, dan E-Trade (milik Morgan Stanley).
Struktur saham Musk: lebih dari 84% hak suara dan risiko tata kelola yang sudah dikonfirmasi
Musk memegang sekitar 40% dari total ekuitas SpaceX dan lebih dari 84% hak suara melalui kepemilikan dua jenis saham, yaitu saham kelas A dan kelas B. Menurut analisis Harvard Law School, bahkan jika Musk menjual sebagian saham kelas A di masa depan, ia tetap akan mempertahankan kendali atas perusahaan karena jumlah besar saham kelas B.
Harvard Law School juga menyebutkan bahwa struktur ini membuat orang-orang di dalam SpaceX dapat mengambil keputusan terkait transaksi bisnis, termasuk kemungkinan akuisisi entitas lain milik Musk dan pengaturan kompensasinya, yang merupakan faktor risiko potensial bagi investor. Karena kontrol Musk yang sangat tinggi, SpaceX tidak perlu menempatkan direktur yang dinilai “independen” di dewan direksi. SpaceX telah mengakuisisi xAI milik Musk, dan xAI sendiri pada 2025 mengakuisisi platform media sosial X (sebelumnya Twitter).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
SpaceX menggunakan strategi harga tetap, bukan rentang harga; apa makna praktisnya?
IPO tradisional menyediakan rentang harga (misalnya 120 hingga 140 dolar AS), dan harga akhir baru ditetapkan setelah roadshow, sehingga pasar punya lebih banyak ruang untuk negosiasi. SpaceX menetapkan harga tetap 135 dolar AS, dan harga tersebut sudah dikonfirmasi sebelum dimulainya roadshow, yang sama saja dengan melewati mekanisme penetapan harga dinamis dalam IPO tradisional. Ini salah satu strategi IPO yang tidak lazim dari Musk, yang dikonfirmasi oleh laporan Yahoo Finance.
Apakah angka pelipatan pesanan 4 kali memastikan bahwa permintaan pasar pasti kuat?
Laporan Reuters mengonfirmasi bahwa pelipatan pesanan mencapai 4 kali, namun juga menunjukkan bahwa investor institusional, untuk memastikan mendapatkan kuota yang cukup, biasanya akan menaikkan pelipatan pesanan secara artifisial. Karena itu, 4 kali pelipatan pesanan merepresentasikan kuantitas pesanan secara nominal, bukan angka pasti yang memastikan kepastian kelipatan permintaan sebenarnya; kebutuhan pasar yang sesungguhnya masih mengandung ketidakpastian.
Dampak apa dari hak kendali suara Musk setelah SpaceX go public yang sudah dikonfirmasi?
Berdasarkan analisis Harvard Law School, lebih dari 84% hak suara membuat Musk dapat membuat keputusan bisnis penting tanpa perlu persetujuan pemegang saham lain, dan SpaceX juga tidak perlu membentuk direktur independen. Analisis Harvard Law School menegaskan bahwa hal ini menimbulkan risiko tata kelola potensial bagi investor, karena Musk dapat memutuskan transaksi bisnis yang menyangkut kepentingan pribadinya (seperti kompensasi dan akuisisi).